Program Perumahan Tahun 2021 Rp7,48 Triliun, Untuk Apa Saja?

Juli 6, 2020

RumahCom – Ditjen Perumahan Kementerian PUPR telah mengumumkan total pagu anggaran untuk program perumahan tahun depan. Selain untuk program perumahan, ada fokus lain untuk mempercepat pemulihan perkonomian.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan pagu indikatif sebesar Rp7,48 triliun untuk program perumahan pada tahun 2021 mendatang. Besarnya anggaran ini dialokasikan khusus untuk Ditjen Perumahan Kementerian PUPR dan dimaksimalkan untuk mengerjakan berbagai program perumahan dari seluruh anggaran Kementerian PUPR yang sebesar Rp115,58 triliun.

Anggaran perumahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusus (Rusus), bantuan rumah swadaya atau program bedah rumah, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), dan sebagainya. Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, seluruh pelaksanaan program perumahan diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Fokus pembangunan di sektor perumahan saat ini untuk menjadi stimulan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial di masyarakat. Fokus pembangunan harus sesuai dengan rencana kerja pemerintah seperti pemulihan sektor industri, pariwisata, dan investasi sesuai dengan tugas kementerian,” ujarnya.

Intip langkah-langkah mencari rumah bersama pasangan di video berikut ini. Semoga tahun ini segera kebeli rumah ya.

Lebih lanjut, Khalawi merinci beberapa target prioritas pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan Kementerian PUPR tahun depan.  Diantaranya, pembangunan Rusun sebanyak 7.724 unit dengan alokasi anggaran senilai Rp3,51 triliun di beberapa lokasi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Kemudian pembangunan rumah swadaya melalui program bedah rumah dengan anggaran Rp2,51 triliun. Jumlah rumah tidak layak huni yang akan ditingkatkan kualitasnya mencapai 111.200 unit rumah yang tersebar di 33 provinsi. Pembangunan Rusus akan dikerjakan untuk sebanyak 2.640 unit dengan anggaran Rp61 miliar di Kabupaten Banjar Baru, Morowali, dan Konawe Selatan.

Selanjutanya pembangunan rumah umum dan komersial melalui pembangunan PSU dengan anggaran Rp41 miliar. Sisa anggaran lain akan digunakan untuk pembinaan, pengaturan, pengawasan, hingga dukungan manajemen untuk memperkuat program kerja perumahan yang telah digariskan.

Guna melaksanakan pembangunan infrastruktur dan perumahan tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan redesain penyederhanaan program. Hal ini antara lain untuk memperkuat dukungan manajemen, pendidikan dan pelatihan vokasi, infrastruktur konektivitas, ketahanan sumber daya air, serta perumahan dan kawasan permukiman agar pembangunan infrastruktur dan perumahan dapat berjalan dengan baik di lapangan.

“Jadi berbagai program perumahan khususnya di daerah-daerah dan yang terkait dengan program pembangunan sejuta rumah akan terus didorong. Termasuk sinkronisasi dengan ditjen kementerian yang lain seperti Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, Bina Konstruksi, Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan, dan lainnya,” kata Khalawi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tips Desain Terbaik untuk Apartemen Berukuran Kecil

RumahCom - Apartemen menjadi kebutuhan banyak orang yang sibuk bekerja, pemanfaatan ruangnya pun harus baik walau ruang yang tersedia tidak begitu luas.Tinggal dalam sebuah apartemen menjadi pilihan b

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Tips Memilih Aroma Pengharum Yang Pas Untuk Rumah Anda

RumahCom – Pengharum ruangan membuat rumah menjadi terasa lebih segar dan nyaman. Saat berada di rumah, tentu Anda ingin suasana rumah terasa nyaman bukan?Untuk membuat rumah terasa nyaman berbagai

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Koridor Timur Jakarta Bisa Pulihkan Ekonomi Usai Pandemi

RumahCom – Sudah bukan rahasia lagi pandemi Covid-19 membuat perekonomian dunia goyah, tak terkecuali Indonesia. Sejumlah sektor terkena imbas pandemi yang membuat roda perekonomian macet dan kondis

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Properti di 3 Wilayah Jakarta Ini Akan ‘Meledak’, Apa Sebabnya?

Jakarta, RumahCom – Bagi Anda yang memiliki bisnis properti di selatan Jakarta, bersiaplah diganjar keuntungan berlipat. Pasalnya, wilayah tersebut akan menjadi Transit Oriented Development (TOD).Pe

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Sambut IPO 2021 ACP Terus Kembangkan Hunian Berbasis TOD

RumahCom - Dalam rangka persiapan Initial Public Offering (IPO) yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2021, Adhi Commuter Properti terus mengembangkan bisnis strategis LRT City di Jabodetabek. Porto

Lanjutkan membacaJuli 4, 2020

Masukan