Pemerintah Terus Perbanyak Rusun TOD

Juli 9, 2020

RumahCom – Pemerintah terus  memperbanyak pembangunan hunian vertikal Rusun yang dikonsep TOD untuk memudahkan masyarakat perkotaan. Pembangunan Rusun seperti ini bisa menjadi solusi hunian, transportasi, hingga mengurangi angka backlog.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggalakkan konsep hunian yang terintegrasi transportasi masal maupun pasar khususnya untuk di kawasan perkotaan yang padat. Salah satunya program pembangunan rumah susun (Rusun) di Manggarai yang terintegrasi dengan pasar, terminal, dan stasiun juga Rusun Pasar Jumat.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, konsep Rusun terintegrasi pasar maupun transportasi masal seperti ini akan memudahkan masyarakat perkotaan memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sarana aksesibiliitasnya sehingga tidak mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi.

“Rusun seperti ini bisa digunakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, maupun kalangan pelajar seperti mahasiswa dan santri. Pembangunan Rusun seperti ini merupakan kontribusi nyata pemerintah untuk terus meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus persiapan menghadapi tatanan new normal,” ujarnya.

Rusun Pasar Jumat saat ini telah memasuki tahap akhir pembangunannya. Proyek ini dibangun oleh perusahaan BUMN PT Brantas Abipraya dan merupakan salah satu proyek strategis nasional. Lahannya memilki luas 5.300 m2 dan lokasinya tidak jauh dari Stasiun MRT dan Terminal Lebak Bulus sehingga bisa disebut sebagai hunian transit oriented development (TOD).

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menambahkan, keberadaan Rusun berbasis TOD seperti ini akan memberikan efisiensi yang tinggi untuk masyarakat perkotaan khususnya bagi kalangan pekerja sehingga tidak perlu memiliki kendaraan pribadi.

Adanya MRT membuat kemudahan dalam mobilitas. Lalu bagaimana dampak MRT pada kenaikan properti? Jawabannya ada di video berikut ini ya.

“Konsep hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi seperti ini yang akan terus diperbanyak di kota-kota besar di Indonesia. Harapannya, selain meningkatkan efisiensi masyarakat, meningkatkan kualitas hunian yang layak, juga mengurangi angka becklog perumahan,” katanya.

Rusun Pasar Jumat saat ini telah menyelesaikan progres pekerjaan fisik mencapai 90-an persen dan ditergetkan pada akhir bulan ini bisa menyelesiakan seluruh tahapan pembangunan konstruksinya. Luas bangunan Rusun ini akan mencapai 2.800 m2 yang terdiri dari 18 lantai yang mencakup 460 unit. Tersedia juga fasilitas sarana bermain anak dan fasilitas umum lainnya di lantai satu  dan dua.

Setiap unit di Rusun ini memliki luas 36 m2 yang cukup ideal untuk dihuni oleh keluarga muda. Selain memiliki dua kamar, tersedia juga ruang untuk menjemur pakaian dengan daya listrik besar 2.200 watt. Pembangunan proyek ini bisa lebih cepat karena menerapkan teknologi beton ringan precast untuk dinding dan lantainya.

Untuk precast lantai menggunakan hollow core slab (HCS) sementara precast dinding menggunakan lightweight cement wall (LCW). Penerapan dua teknologi ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan metode konvensional selain mencerminkan kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

“LWC merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas yang kuat, kedap suara, tahan api, dan tes beban yang sangat memadai. Sementara HCS merupakan salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang di mana kabel ditarik lebih dulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan, kemudian baru dilakukan pengecoran,” jelas Khalawi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Cara Mengatasi Rumah Terasa Lembab

RumahCom - Udara yang lembab membuat kondisi ruang menjadi tidak nyaman dan dapat mengganggu kesehatan kulit dan pernapasan.Saat memasuki musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi, tentu Anda men

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Mengapa Banyak Orang Menyukai Rumah dengan Arsitektur Modern?

RumahCom - Ciri yang sederhana dan memiliki kesan bersih membuat rumah dengan arsitektur modern banyak disukai.Arsitektur modern banyak diterapkan pada setiap rumah. Bahkan di daerah pedesaan, konsep

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Perbedaan Desain Rumah Modern dan Kontemporer

RumahCom - Desain modern dan kontemporer sulit dibedakan jika dilihat secara kasat mata, perlu memperhatikan setiap detail agar perbedaan tersebut terlihat jelas.Saat berencana untuk membangun rumah,

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Pandemi, Pengembang Keluarkan Produk Komersial Rp300 Jutaan

RumahCom – Situasi pandemi membuat pengembang mengeluarkan produk yang lebih terjangkau. Salah satunya adalah pengembang Summarecon yang mengeluarkan produk komersial berupa kios seharga mulai Rp300

Lanjutkan membacaJuli 9, 2020

Pandemi, Membuat Pengembang Ini Kesulitan Bayar Obligasi Yang Jatuh Tempo

RumahCom – Pelemahan bisnis properti dan pandemi Covid-19 membuat kalangan pengembang kesulitan menunaikan kewajiban pembayaran obligasi yang jatuh tempo. Hal ini dialami oleh pengembang Modernland

Lanjutkan membacaJuli 9, 2020

Masukan