Ini Hubungan Pariwisata dan Sarana Sanitasi, Jadi Hal Penting

Juli 13, 2020

RumahCom – Kementerian PUPR mengembangkan teknologi tepat guna untuk sistem sanitasi yang lebih efisien dan higienis khususnya di kawasan wisata. Perkembangan sektor wisata Indonesia harus didukung dengan sarana penunjang seperti fasiltas toilet yang baik.

Kita kerap mengabaikan sarana kebersihan dan fasilitas toilet karena menganggap itu hal yang kotor. Padahal, ketersediaan sarana mandi cuci kakus (MCK) yang baik, bersih, dan higienis merupakan sarana dasar yang akan menciptakan kualitas kehidupan ditambah sektor MCK ini menjadi lebih penting saat situasi pandemi saat ini.

Di sektor wisata misalnya, fasilitas sanitasi seperti toilet menjadi faktor penting dalam pelayanan sektor pariwisata. Beberapa survei menyebutkan, keberadaan toilet publik yang layak dan bersih bisa memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Karena itu urusan sarana untuk buang hajat ini menjadi sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata maupun tatanan new normal di tengah situasi pandemi.

Untuk mendukung ketersediaan dan prasarana sanitasi yang bersih dan layak di kawasan pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan teknologi toilet wisata dengan sistem pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. Prototipe teknologi ini telah diterapkan di beberapa kawasan pariwisata strategis nasional (KPSN) seperti di Danau Toba, Sumatera Utara, dan Morotai, Maluku Utara.

Bangun rumah tidak harus selalu mahal. Siasati trik bangun rumah dengan anggaran minim lewat video berikut ini.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dukungan inovasi dan teknolgi diperlukan dalam pengembangan infrasturktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah. “Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dalam pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” katanya.

Toilet wisata ini memiliki beberapa kelebihan dalam hal pengolahan limbah dengan menerapkan teknologi biotour yang merupakan pengembangan dari teknologi biofil. Air limbah diproses menggunakan sistem anaerobik dalam bak penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter.

Biofilter mengolah air limbah dari kloset, wastafel, dan urinoir toilet yang kemudian dialirkan ke tempat kolam sanita yang dilengkapi dengan batu koral dan tanaman air seperti kana air, bambu air, papyrus, melati air, dan sebagainya. Tanaman air ini berfungsi untuk menetralisir sisa limbah dan patogen yang dapat membahayakan kesehatan dan air yang dibuang ke badan air telah memenuhi standar baku mutu air limbah domestik.

“Keunggulan teknologi toilet wisata ini antara lain meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan pariwisata, mempermudah akses wisatawan terhadap parasarana sanitasi, dan meningkatkan kesan estetis pada intsalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Selain toilet wisata ini Kementerian PUPR juga mengembangkan teknologi multiple tray aerator dan saringan pasir cepat (SPC) hingga pengolahan air siap minum dengan teknologi reverse osmosis,” beber Basuki.

Untuk diketahui, industri pariwisata Indonesia masih berada di peringkat ke-40 dari 140 negara di dunia untuk sektor pariwisata. Sektor pariwisata Indonesia menempati peringkat kesembilan dalam hal pesatnya pertumbuhan wisatawan di dunia, ketiga di Asia, dan pertama di Asia Tenggara dengan menyumbang produk domestik bruto (PDB) dari sektor ini mencapai 8 persen.

Sementara, daya saing ketersediaan infrasturktur penunjang sektor pariwisata Indonesia berada di peringkat 75 dunia pada tahun 2019. Karena itu dibutuhkan dukungan infrastruktur yang baik untuk bisa masuk ke 10 kawasan pariwisata yang dikonsep sebagai Bali Baru sehingga bisa mendorong sektor pariwisata.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Wow, Harga Rumah Di Jakarta Lebih Mahal Daripada New York Dan Tokyo!

RumahCom – Bukan rahasia lagi jika kota-kota besar dunia memiliki biaya hidup dan harga properti yang tinggi. Bahkan, sebagian besar dari kita berpikir harga hunian di Eropa, Amerika, dan sejumlah n

Lanjutkan membacaJuli 10, 2020

Ketahui Untung Dan Rugi Tinggal Di Apartemen

RumahCom - Apartemen menjadi pilihan banyak orang saat ini, namun perlu diketahui dahulu keuntungan dan kerugian saat tinggal di apartemen.Dahulu, banyak orang lebih memilih untuk tinggal di rumah dib

Lanjutkan membacaJuli 10, 2020

6 Alasan Kenapa Anda Harus Tinggal Di Apartemen

RumahCom - Tempat tinggal merupakan kebutuhan yang paling utama bagi setiap orang. Tempat tinggal bukan hanya berkutat pada rumah saja, sekarang para kaum milenial memilih apartemen sebagai tempat tin

Lanjutkan membacaJuli 10, 2020

Tips Rumah Zero Waste Alias Bebas Sampah

RumahCom - Gerakan zero waste dari rumah menjadi langkah mudah untuk membuat rumah menjadi bersih dan sehat.Anda tentu tahu bahwa sampah menjadi masalah utama yang mengancam kelestarian bumi kita. Hal

Lanjutkan membacaJuli 10, 2020

Pengembang Ini Melakukan Groundbreaking Saat Pandemi

RumahCom – Beberapa pengembang tetap optimistis menjalankan bisnis properti di tengah pandemi. Karena itu proyek Emerald City Cibinong tetap menggelar groundbreaking karena kebutuhan hunian tetap ti

Lanjutkan membacaJuli 13, 2020

Masukan