Integrasi Sistem Seluruh Stakeholder Akan Hasilkan Big Data Perumahan

Juli 16, 2020

RumahCom – PPDPP sebagai lembaga penyalur KPR subsidi FLPP terus menyempurnakan sistemnya yang mengintegrasikan seluruh kepentingan stakeholder perumahan. Hal ini pada akhirnya bisa membuat big data perumahan sehingga penyaluran FLPP bisa tepat sasaran dan data penting bidang perumahan yang lain.

Lembaga penyalur dana KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelolalaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan teknologi aplikasinya untuk memudahkan semua pihak terkait pembiayaan perumahan bersubsidi. Hal ini salah satunya untuk menciptakan big data hunian yang dikelola oleh PPDPP.

Sistem big data yang tengah dibangun oleh PPDPP ini akan bersinergi dengan seluruh stakeholder perumahan seperti Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, BLU Pusat Investasi Pemerintah, bank pelaksana, dan para pengembang perumahan. Ada aplikasi sistem informasi KPR subsidi perumahan (SiKasep) dan sistem informasi kumpulan pengembang (SiKumbang) yang akan menjembatani semua hal teknis terkait perumahan.

Perkembangan selanjutnya, PPDPP pada tanggal 7 Juli 2020 telah membangun kerja sama dengan Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) untuk melakukan integrasi data Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan Sertifikat Keahlian Kerja (SKA).

Dengan kerja sama ini, PPDPP bisa memastikan setiap pengembang yang memasukan produk rumahnya ke dalam sistem SiKumbang telah tersertifikasi secara resmi dan telah memenuhi kompetensinya. Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, hal ini bisa memastikan pengembang yang membangun rumah subsidi telah membuat produk yang sesuai dengan berbagai persyaratan.

“Jadi kerja sama dengan LPJKN ini bisa dipastikan rumah yang dibangun telah sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pasti sudah layak huni. Ini juga untuk menghindari istilah-istilah seperti peningkatan mutu setelah proses akad yang akan meningkatkan harga jual dan membebani konsumen. Rumah yang sudah layak huni tidak memerlukan lagi peningkatan kualitas maupun penambahan biaya di luar harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Lebih dari itu, PPDPP juga membangun kerja sama dengan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan untuk memanfaatkan identifikasi nomor pokok wajib pajak (NPWP) pada database big data PPDPP. Saat ini, tercatat ada 10.700 lokasi yang telah didaftarkan oleh pengembang dan sebanyak 10.002 data telah terintegrasi untuk dilakukan pengajuan akad. Data itu dihimpun dari 6.031 pengembang di seluruh Indonesia yang berasal dari 20 asosiasi yang terdaftar dalam Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!

Kerja sama dengan banyak pihak ini untuk memastikan pengembangan sistem pada aplikasi SiKasep, kesesuaian data NPWP untuk calon debitur yang mendaftar, dan sebagainya. Bagi pengguna SiKasep yang belum memiliki NPWP akan dihubungkan langsung ke Ditjen Pajak untuk pengurusann NPWP-nya.

Begitu juga aplikasi SiKumbang, kesesuaian data NPWP untuk pengembang yang memasukan data perumahan dalam aplikasi  tersebut akan dicocokan dengan kesesuaian NPWP-nya. Selain untuk FLPP, integrasi data pajak ini juga disinergikan dengan subsidi bantuan uang muka (SBUM) dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) sehingga bisa mendukung kepastian penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan secara tepat sasaran.

“Nantinya PPDPP akan mendapatkan data kesesuaian penghasilan pengguna SiKasep dengan pajak yang dilaporkan sekaligus memastikan bahwa pengguna yang mendaftar belum memiliki rumah dengan melihat laporan harta pengguna pada laporan SPT tahunan. Untuk tahap ini kami sedang menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan dan nantinya akan dipastikan bahwa rumah yang tersedia dalam SiKasep adalah rumah yang layak dan masyarakat penerima juga pasti tepat sasaran,” beber Arief.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah Tanpa Dapur Ala Kehidupan Co-Living

RumahCom - Co-living sudah banyak diterapkan sejak lama, dan salah satu konsep rumah yang menarik adalah rumah tanpa dapur.Seiring waktu, desain interior secara masif terus berkembang. Salah satu desa

Lanjutkan membacaJuli 15, 2020

Bank Berikan Kemudahan Milenial Miliki Rumah Saat Ini

RumahCom – Kalangan milenial bisa memanfaatkan berbagai kemudahan yang diberikan pengembang maupun perbankan. Ada kemudahan cara bayar dengan bunga ringan, limit kredit yang lebih besar, hingga teno

Lanjutkan membacaJuli 15, 2020

5 Rumah Ini Dibangun Dengan Bahan Daur Ulang, Loh!

RumahCom - Bahan daur ulang ternyata bisa dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan, termasuk membangun sebuah rumah.Pada umumnya rumah dibangun dengan bahan baku seperti batu bata dan semen. Agar

Lanjutkan membacaJuli 15, 2020

Pasokan Apartemen Mewah Jakarta Terus Menurunan

RumahCom – Kota besar seperti Jakarta dicirikan salah satunya dengan keberadaan apartemen bersegmen mewah di lokasi-lokasi premium. Hanya saja suplai apartemen mewah di Jakarta terus menurun.Jakarta

Lanjutkan membacaJuli 16, 2020

SMF Suntik Pinjaman Refinancing Rp850 Miliar Untuk Pembiayaan KPR

RumahCom – Bank BTN kembali mendapatkan suntikan dana untuk memperbesar penyaluran KPR-nya dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melalui program refinancing KPR sebesar Rp850 miliar. Dana ini ak

Lanjutkan membacaJuli 16, 2020

Masukan