Penyaluran KPR FLPP Rendah, Kuota Bank Diambil 20 Persen

Juli 27, 2020

RumahCom – PPDPP sebagai lembaga penyalur dana KPR subsidi FLPP melakukan evaluasi kepada perbankan yang menyalurkan FLPP kepada masyarakat. Bank dengan realisasi penyaluran FLPP rendah (low level) terancam diambil porsi anggarannya.

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan lembaga yang menyalurkan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada perbankan. Dalam menangani penyaluran ini, PPDPP melakukan evaluasi kepada bank penyalur terkait kinerja penyaluran FLPP untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tahun 2020 ini PPDPP telah menggandeng 42 bank pelaksana yang menyalurkan FLPP yang terdiri dari 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD). Dalam menyalurkan dana FLPP ini telah disepakati bersama setiap kuartal akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja bank pelaksana yang menyalurkan FLPP.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, terkait evaluasi untuk seluruh bank penyalur, bank yang penyalurannya tidak sesuai target maka akan dialihkan kuota FLPP-nya kepada bank yang penyalurannya lebih baik. Hal ini telah menjadi kesepakatan dan tertulis dalam perjanjian kerja sama antara PPDPP dan perbankan.

“Jadi bank yang capaiannya 80 persen itu high level, 50-80 persen middle level, sementara yang di bawah 50 persen itu low level. Hasil evaluasi untuk periode Januari-Juni 2020, ada 13 bank pelaksana yang terdiri dari tiga bank nasional dan 10 BPD yang high level, 3 bank nasional dan 12 BPD middle level, dan 4 bank nasonal dan 10 BPD low level,” ujarnya.

Terkait penilaian ini, Direktur Layanan PPDPP Christ Robert Marbun menambahkan, bobot penilaian yang dilakukan untuk 42 bank pelaksana ini memenuhi empat indikator yang terkait dengan indikator keuangan dengan porsi 40 persen, indikator capaian bank 30 persen, indikator operasional 25 persen, dan implementasi host to host 5 persen.

“Penilaian yang dilakukan juga mempertimbangkan kepatuhan bank pelaksana terhadap rekonsiliasi data, jadwal angsuran, penyaluran dana, dan dukungan terhadap pemantauan dan evaluasi lapangan. Keaktifan bank pelaksana dalam menindaklanjuti setiap peningkatan teknnologi yang diterapkan oleh PPDPP menjadi hal yang dinilai juga,” katanya.

Akhirnya pada penilaian dan evaluasi untuk triwulan kedua ini, bank pelaksana dengan realisasi di bawah 50 persen akan mengalami pengurangan kuota sebesar 20 persen. Penambahan kembali kuota dimungkinkan bila bank tersebut bisa menyalurkan dana FLPP-nya di atas 80 persen.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

Arief juga mengajak pihak bank untuk ikut memiliki perhatian terhadap kualitas rumah yang dibiayai dengan FLPP ini dan jangan hanya fokus pada kuantitas seberapa banyak yang telah disalurkan. Harus ada pandangan bersama kalau rumah subsidi yang dibiayai dengan anggaran pemerintah melalui program FLPP ini haruslah rumah yang layak dan berkualitas.

“Jadi bank harus ikut memerhatikan terkait kualitas rumah yang dibiayai menggunakan program ini. Jangan hanya meminta tambahan kuota tapi harus dipastikan juga permintaannya sudah ada sehingga sisi demand ini bisa dipenuhi dan pastikan pengembang yang membangun harus menyediakan rumah yang berkualitas dan siap huni,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, hingga periode akhir Juli ini dana FLPP yang sudah disalurkan oleh PPDPP telah mencapai 77.401 unit rumah. Capaian sebesar ini merupakan porsi  75,51 persen dari anggaran tahun ini sebesar Rp7,85 triliun. Total PPDPP telah menyalurkan sebanyak 733.003 unit rumah atau senilai Rp52,21 triliun sejak tahun 2010 lalu.

Sementara data dari dashboard management control PPDPP hingga akhir pekan lalu, sudah masuk sebanyak hampir 200 ribu calon debitur FLPP yang mengakses aplikasi Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKasep). Aplikasi ini merupakan pintu gerbang bagi calon debitur yang ingin mengakses pembiayaan FLPP. Hingga saat ini sudah ada 82.407 calon debitur yang dinyatakan lolos subsidi checking, 12.055 dalam proses verifikasi bank, dan 734 calon debitur sudah dalam proses pengajuann dana FLPP-nya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Musim Hujan Sudah Tiba, Ini yang Harus Dipersiapkan di Rumah

RumahCom - Memasuki musim hujan rumah tentu harus dipersiapkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.Belakangan ini cuaca sudah mulai lembab dan hujan mulai sering turun, walau pada siang h

Lanjutkan membacaJuli 23, 2020

Gaji Rp2 Juta, Bisa Beli Perumahan Di Sini

RumahCom – Pandemi Covid-19 membuat ada banyak penawaran kemudahan untuk menggeliatkan sektor bisnis dan perekonomian. Bank BNI misalnya, mengeluarkan banyak kemudahan program KPR khususnya untuk an

Lanjutkan membacaJuli 24, 2020

Habiskan Dana Rp475 Miliar Untuk Renovasi, Masjid Istiqlal Siap Diresmikan

RumahCom – Kementerian PUPR mengumumkan renovasi Masjid Istiqlal telah mencapai 100 persen. Ada banyak hal yang diperbaiki mulai fasad, interior-eksterior, penambahan ruang parkir, plaza, dan sebaga

Lanjutkan membacaJuli 24, 2020

Bank BUMN Ini Targetkan Penerbitan Obligasi Rp1,5 Triliun Untuk Perbesar Pembiayaan KPR

RumahCom – Bank BTN kembali menerbitkan surat utang atau obligasi dengan target mendapatkan dana segar mencapai Rp1,5 triliun. Dana ini nantinya akan digunakan seluruhnya untuk terus memperbesar aks

Lanjutkan membacaJuli 24, 2020

RUU Cipta Kerja Juga Atur Kepemilikan Asing Hingga Bank Tanah

RumahCom – Pemerintah dan DPR tengah membahas RUU Cipta Kerja yang ditargetkan akan disahkan bulan Agustus ini. RUU Cipta Kerja juga memasukan berbagai relaksasi untuk sektor properti seperti status

Lanjutkan membacaJuli 27, 2020

Masukan