Yogyakarta Berpotensi Besar Kembangkan Aero City

Januari 3, 2020

RumahCom-Pengadaan lahan untuk Bandara di Kulon Progo dinilai bisa menumbuhkan pengembangan Aero City baru di Yogyakarta. Konsep Aerocity berprinsip pada pengembangan kawasan metropolitan.

Belum lama ini masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Yogyakarta dapat menikmati Bandara Baru Yogyakarta International Airport. Setidaknya ada sekitar 34 penerbangan dalam satu hari dari dan menuju bandara ini.

Melihat sejarah pembangunan bandara ini, banyak cerita terutama saat pengadaan tanahnya. Tidak sedikit warga yang menolak pembangunan bandara ini, terutama saat proses pengadaan tanahnya ketika itu.

Berdasarkan rencana, bandara di Kabupaten Kulon Progo ini akan menjadi Aerocity. Pengembangan konsep Aerocity berprinsip pada pengembangan kawasan metropolitan.  Dengan lokasi yang memanfaatkan potensi ekonomi dari bandara sebagai pusatnya. 

Airport Duty Manager Budi Wiyono mengatakan, fungsi Aerocity sebagai penunjang bandar udara secara umum adalah penyediaan hunian, hotel, tempat pertemuan, ritel, dan pergudangan karena adanya pergerakan logistik. Namun, Budi menambahkan jika pengembangannya skala besar ini bisa jadi sebuah kota tersendiri.

Untuk mendukung pengembangan Aerocity, saat ini telah dilaksanakan pengadaan tanah untuk rel kereta api yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo. Kepala Seksi Pengadaan Tanah Heru Atmono saat ditemui disela-sela kunjungan tersebut mengatakan, bahwa rel Kereta Api ini menghubungkan Stasiun Kedundang sampai Stasiun di Bandara. Panjang relnya sekitar lima kilometer yang membebaskan tanah sebanyak 419 bidang tanah di empat desa. 

“Saat ini sudah dalam tahap pelaksanaan dan karena menggunakan anggaran Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), harus ada verifikasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya pembangunan jalur rel Kereta Api dari Kedundang sampai Bandara Yogyakarta International Airport bisa lebih cepat dan hemat biaya. Pasalnya masyarakat dari Yogyakarta dan Purwokerto dapat langsung menggunakan Kereta Api menuju Yogyakarta Internasional Airport.

Sementara itu dalam kunjungannya ke Bandara Yogyakarta International Airport yang masih dalam tahap penyempurnaan, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengapresiasi proses pengadaan tanah bandara ini. Proses pengadaan tanah sangat membutuhkan kolaborasi Pemerintah Daerah dan instansi terkait lainnya dan jajaran Kementerian ATR/BPN berhasil menjalani proses itu semua.

Baca juga: Tips Investasi Properti Di Kawasan Sekitar Kota Mandiri

Dia menilai mulai tampak potensi ekonomi, peluang baru telah kita bangun. Saya melihat di depan pas landasan pacu itu seberangnya laut dan itu ternyata 5 km panjangnya. Jadi jalan latar bisa menjadi suatu objek wisata, ini bisa kita manfaatkan untuk potensi ekonomi baru. Saya membayangkan kalau nanti ada jogging track, jalan sepeda, itu bisa sangat kaya manfaatnya. Mudah-mudahan juga akan ada pengaruh untuk masyarakat,” ungkapnya

Surya Tjandra juga sangat mendukung dengan akan dibangunnya Aerocity. Ia mencontohkan Bandara Schipol di Amsterdam Belanda yang dibangun di atas tanah reklamasi.  Pada mulanya di sana adalah rawa tempat pembuangan kapal bekas seperti tempat sampah. Namun, kini menjadi bandara dan sekarang Schipol menjelma menjadi sebuah kota. 

“Semoga dengan pemahaman seperti itu impian membuat Aerocity dapat terwujud dan dapat menjadi kota yang modern dan lebih smart city. Semoga ada pihak yang mampu, memikirkannya dari perspektif itu,” pungkasnya. 

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tak Perlu Repot Cari Rumah dan KPR Subsidi, Sekarang Ada Aplikasi Online-nya!

RumahCom-Pemerintah meluncurkan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) berbasis online. Aplikasi online dalam bentuk mobile bisa didapatkan secara gratis dengan mengunduhnya di Playstore.Per

Lanjutkan membacaDesember 26, 2019

Sistem Informasi Pertanahan (SIP) Modern, Langkah Transformasi Layanan Pertanahan

RumahCom-Sebagai salah satu langkah transformasi layanan pertanahan adalah pengembangan Sistem Informasi Pertanahan (SIP) Modern. Adanya SIP Modern dapat meningkatkan pelayanan pertanahan elektronik,

Lanjutkan membacaDesember 26, 2019

Inventarisasi Lahan IKN Masih Dirampungkan, Jokowi Tinjau Lahan Ibu Kota Baru

RumahCom-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional masih merampungkan inventarisasi penggunaan lahan. Keseriusan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan terlihat dari pe

Lanjutkan membacaDesember 26, 2019

Dampak Baik Ibu Kota Negara Baru (IKN) Gairahkan Sektor Properti

RumahCom-Peningkatan ekonomi dan investasi terlihat dari adanya penetapan Ibu Kota Negara baru di wilayah Kalimantan. Dua proyek yang menarik perhatian pemerintah adalah pembentukan Kawasan Industri K

Lanjutkan membacaDesember 30, 2020

Mengenal Para Pemenang Sayembara Lomba Desain Ibu Kota Negara (IKN)

RumahCom-Sayembara lomba desain ibu kota negara (IKN) baru telah usai. Lima konsep desain ditetapkan dengan pembagian pemenang 1, pemenang 2, pemenang 3, harapan 1 dan harapan 2. Pemenang dipilih sete

Lanjutkan membacaDesember 30, 2020

Masukan