Soal Pendaftaran Tanah, Kita Ketinggalan 100 Tahun

Oktober 5, 2020

RumahCom – Pemerintah terus mendorong percepatan pendaftaran seluruh bidang tanah hingga pelosok tanah air pada tahun 2024. Masih banyak berbagai tantangan untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah dan kita sangat ketinggalan dibandingkan negara lain.

Tanah masih sering menjadi persoalan di negeri ini  karena persoalan legalitas yang  belum terlaksana dengan baik, legalitas yang ada rawan digugat, dan berbagai permasalahan lainnya. Belum lagi faktor pengelolaan tanah yang sering kali tidak sesuai aturan, pendistribusian yang timpang, dan berbagai permasalahan lainnya.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki peran strategis untuk menata dan mengatasi berbagai persoalan di bidang pertanahan tersebut. Bahkan, Kementerian ATR/BPN telah menetapkan visi besar untuk menjadi lembaga penataan ruang dan pertanahan yang terpercaya dan bertsandar dunia pada tahun 2024 mendatang.

Salah satu target utama hingga tahun 2024 tersebut yaitu mendaftarkan bidang tanah di seluruh wilayah Indonesia sehingga bisa mengurangi konflik dan status yang lebih pasti. Menurut Suyus Windayana, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN, kita sangat terlambat terkait pendaftaran tanah ini.

“Di negara lain membicarakan mengenai pendaftaran tanah sudah dilakukan sejak 100 tahun yang lalu. Makanya tentu ini harus kita tata dan ini merupaka tugas dari pemerintah khususnyaa di Kementerian ATR/BPN untuk bergerak cepat dalam mendaftarkan seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Kementerian ATR/BPN akan fokus pada pengukuran, pemetaan, dan pembukuan tanah untuk percepatan pendaftaran bidang tanah di berbagai wilayah. Selain itu, fokus lainnya yang juga akan dilakukan yaitu mengenai permasalahan tanah ulayat yang banyak dianut di daerah-daerah dan kerap bermasalah.

Sebelum membeli tanah, sebaiknya Anda cek dulu legalitas atau keabsahan tanah tersebut. Caranya? simak penjelasan di video berikut ini.

Untuk itu pula keberadaan Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN dibentuk. Ditjen ini merupakan struktur baru yang memang dibentuk untuk fokus pada penyelesaian tanah ulayat di beberapa kabupaten seperti di Sumatera Barat, Papua, dan beberapa lokasi lainnya.

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Ricardo Simarmata mengatakan, berbagai permasalahan maupun tantangan yang dihadapi dalam penyelesaian tanah ulayat yaitu lokasi-lokasi potensial hak tanah ulayat saat ini berada dalam kawasan hutan negara dan masyarakat harus melihat sisi menguntungkan dari pendaftarann tanah ulayat khususnya untuk kepastian hukum.

“Di sisi lain, pemerintah juga harus memiliki kemampuan terkait pensertifikatan lahan-lahan khususnya tanah ulayat ini. Belum lagi bagaimanan mengendalikan para free rider yang kerap menjadi penunggang-penunggang dan pencari keuntungan sesaat terkait permasalahan ini,” katanya.

Masih banyak hal lain yang harus terus diperkuat untuk menuju target pendaftaran seluruh bidang tanah pada tahun 2024. Misalnya, transformasi digital dengan kenyataan saat ini layanan digital Kementerian ATR/BPN baru menjangkau 37,63 persen dan sisanya masih dilakukan secara manual.

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk menggalakkan validasi serta revalidasi data sehingga bisa menghasilkan data yang berkualitas. Tantangan lainnya juga dalam penerapan layanan elektronik mulai dari hal teknis dan non teknis. Di sisi lain, masyarakat sudah mulai terbiasa melakukan transaksi elektronik dan perkembangan aktivitas tanpa uang tunai sehingga ini bisa memudahkan penerapan layanan digital,” imbuh Suyus.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cara Mencegah dan Mengusir Rayap di Rumah

RumahCom - Rayap merupakan hewan yang merusak furnitur kayu di rumah. Sebelum kerusakan lebih para, rayap perlu segera dibasmi.Pernahkah Anda melihat ada tumpukan serbuk kayu yang menumpuk di bawah so

Lanjutkan membacaOktober 5, 2020

Mengenal Arsitektur Hacienda

RumahCom - Arsitektur hacienda merupakan gaya yang khas dari Spanyol namun banyak ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat. Ada beberapa elemen utama dari rumah ini seperti genteng, dinding, hingga ha

Lanjutkan membacaOktober 5, 2020

Survei Menyebutkan, Masyarakat Tetap Ingin Beli Properti Saat Pandemi

RumahCom – Pandemi Covid-19 selain membuat situasi bisnis properti menjadi berat juga telah memunculkan pergeseran konsumen. Menurut survei yang diselenggarakan IPW, selain pergeseran konsumen ke se

Lanjutkan membacaOktober 5, 2020

Kolaborasi Pengembang-Perbankan, Apartemen TOD Ini Bunganya Hanya 2 Persen

RumahCom – Kalangan pengembang dan perbankan terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan cara pembelian produk properti yang kian menarik. Pengembang proyek LRT City PT Adhi Commuter Properti dan

Lanjutkan membacaOktober 5, 2020

Masukan