Ini Caranya Membangun Dinding Penahan untuk Mencegah Longsor

Oktober 14, 2020

RumahCom – Dinding penahan berfungsi sangat baik untuk menahan longsor, terutama pada rumah yang terletak di ketinggian dan dekat aliran sungai.

Bila ditinjau dari sudut pandang ilmu konstruksi, tanah menjadi elemen paling fundamental dalam mendirikan suatu bangunan. Fungsi tanah sebagai penahan berat bangunan menjadi faktor utama keberhasilan proyek di kemudian hari. Namun, apa jadinya bila tanah yang selama ini mampu menahan beban berat, justru sangat rentan sekali mengalami pengikisan hingga menyebabkan longsor.

Keadaan seperti ini umum ditemui di beberapa kota besar di dunia. Minimnya ruang antar bangunan serta kondisi tanah yang berbeda-beda semakin menambah tingginya kemungkinan tanah amblas ataupun longsor. Adanya gaya lateral tanah dan air yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur tanah untuk menahan beban.

Dalam situasi seperti ini, dinding penahan tanah dapat digunakan sebagai metode untuk mencegah kelongsoran dan kerusakan struktur tanah. Secara prinsip, dinding penahan tanah atau retaining wall adalah sebuah bangunan yang berfungsi untuk menahan tanah dan memberikan stabilitas pada lereng.

Retaining wall seperti ini banyak dijumpai pada beberapa model konstruksi. Selain karena penggunaannya yang secara luas sudah digunakan masyarakat, dinding penahan juga mempermudah bentuk konstruksi bangunan yang akan didirikan.

Sebenarnya sangat mudah untuk membuat dinding penahan untuk konstruksi minimalis milik sendiri sehingga melindungi rumah dari ancaman longsor. Bahan dan material yang digunakan memang beragam, tergantung model konstruksi dinding penahan seperti apa yang diinginkan. Namun, tentunya itu akan berpengaruh pada fungsi dan kegunaan serta anggaran biaya yang dikeluarkan untuk membangun dinding penahan tersebut.

Investasi di kampung halaman bisa menjadi pilihan tepat yang menguntungkan. Lalu gimana caranya? simak videonya berikut ini.

 

Membuat Dinding Penahan Secara Sederhana

Membuat dinding penahan bisa dilakukan secara sederhana. Anda bisa membangun dinding penahan tersebut pada area samping rumah agar mencegah terjadinya kelongsoran. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membangun dinding penahan rumah.

Alat dan bahan yang diperlukan :

  • Adonan semen,tanah dan batu yang telah berbentuk balok
  • Perlengkapan pengaman diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung mata
  • Sekop dan cangkul
  • Kawat dan alat pengukur kemiringan (waterpass)
  • Pasir dan kerikil
  • Tiang dan tali
  • Palu dan Martil
  • Kain penutup

Caranya:

  1. Sebelum memulai konstruksi, ada baiknya untuk mempertimbangkan area limpasan air pada daerah tersebut. Karena apabila tidak ada area limpasan air, maka harus dipasang pipa pembuangan sebagai  jalan air.
  2. Setelah itu baru tentukan titik lokasi terbaik untuk membuat dinding penahan. Buat galian sedalam 1 m sepanjang kemiringan tanah yang ingin ditahan. Baru kemudian,tutupi areal galian dengan kain penutup untuk mencegah kotoran kembali masuk ke dalamnya.
  3. Ambil tiang dan tali untuk kemudian menandai titik pasti dinding penahan akan berada. Lalu berikan tumpuan pada tali sebagai penanda bagian atas dinding. Di bagian bawah, galilah parit kecil sebagai penampung balok. Setelah itu pastikan alas balok kayu ini sejajar. Gunakan waterpass atau alat pengukur untuk menyesuaikan kemiringan benda sesuai yang diinginkan.
  4. Selanjutnya susunlah balok-balok semen sesuai dengan keinginan. Tumpuk dan atur sedemikian rupa agar susunannya simetris dan memiliki kerapatan maksimal. Rekatkan balok satu dan lainnya dengan menggunakan adukan cair semen dan pasir.
  5. Ulangi hal yang sama pada baris balok berikutnya sehingga membentuk sebuah model konstruksi dinding penahan yang tepat. Biarkanlah hasil konstruksi dalam beberapa waktu,dan jangan terburu-buru untuk melepaskan penyangga konstruksi. Proses pengeringan memang memerlukan waktu tersendiri, apalagi jika hanya menggunakan cahaya matahari sebagai alat pengeringnya.

Selain itu, hindari proses pembuatan dinding penahan tanah pada cuaca hujan atau berangin. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam model konstruksi yang sedang dikerjakan akibat erosi atau pengikisan. Apabila  model konstruksi dinding penahan sudah mengering, lepaskan rangka atau penyangga konstruksi secara hati-hati. Berilah warna cat yang sesuai dengan selera untuk menambah kesan estetis pada dinding penahan yang telah rampung.

Sumber: Thespruce.com

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Begini Aplikasi SiPetruk Menjamin Kualitas Perumahan Bersubsidi

RumahCom – Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP PPDPP, tengah menyiapkan aplikasi baru SiPetruk setelah SiKasep dan SiKumbang. Aplikasi ini akan semakin memudahkan semua pihak yang membutuhkan akses ke

Lanjutkan membacaOktober 13, 2020

Pengembang Australia Ini Jadikan Indonesia Pasar Pertama Launching Proyeknya

RumahCom – Pengembang Australia Crown Group sangat confident untuk meluncurkan produk terbarunya saat situasi pandemi Covid-19. Indonesia dijadikan kota pertama untuk peluncuran produk terbarunya in

Lanjutkan membacaOktober 13, 2020

Membangun Rumah Tahan Gempa

RumahCom - Beberapa saat lalu peneliti dari ITB dan BMKG menyatakan masyarakat harus mewaspadai kedatangan gempa bumi dan tsunami. Gempa bumi memang sering terjadi di Indonesia, hal ini membuat masyar

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Bingung Pilih Desain Rumah? Ini Daftar Desain Arsitektur yang Bisa Dipilih

RumahCom - Memilih desain untuk rumah memang cukup sulit. Namun dalam memilih desain ada beberapa pertimbangan seperti material, luas, hingga lokasi rumah.Merencanakan pembangunan rumah membutuhkan wa

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Masukan