UU Cipta Kerja Diketok, Aturan Bank Tanah Dikebut

Oktober 14, 2020

RumahCom – Kementerian ATR/BPN langsung mengebut untuk penyusunan aturan mengenai bank tanah setelah terbitnya UU Cipta Kerja. Bank tanah akan memiliki banyak peran dan akan hadir di kantor-kantor pertanahan dengan fungsi dan fokus yang berbeda.

Di tengah berbagai kontroversi terkait UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) langsung mengebut untuk menerbitkan aturan turunan yang memang menjadi domain kementeriannya. Dalam hal ini Kementerian ATR/BPN segera akan menyusun peraturan pemerintah (PP) mengenai bank tanah.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, bank tanah merupakan institusi pemerintah pusat yang ditargetkan akan segera terbit dalam waktu tiga bulan sejak UU Cipta Kerja. Bahkan khusus mengenai bank tanah ini Kementerian ATR/BPN akan mengebut sehingga diharapkan PP bisa terbit sebelum waktu tiga bulan.

“Saat ini kami sedang menyusun draft peraturan pelaksana dari UU Cipta Kerja khususnya untuk penyusunan PP bank tanah. Tentu pembahasan mengenai hal ini akan melibatkan pemangku kepentingan yang lain karena tujuannya tidak ada yang ditutup-tutupi dari UU ini dan supaya negara efektif mengelola negeri ini dengan regulasi yang baik,” ujarnya.

Bank tanah menjadi institusi pemerintah pusat sebagaimana yang tercantum dalam UU Cipta Kerja dan pelaksanaannnya akan dipimpin oleh sebuah komite yaitu Komite Bank Tanah. Komite ini akan dipimpin oleh tiga orang menteri dengan Menteri ATR/Kepala BPN sebagai ketuanya.

Untuk dua menteri yang lain akan ditunjuk oleh presiden selain akan ada juga dewan pengawas yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan kalangan profesional. Akan dicari orang-orang yang ahli di bidang pertanahan untuk kemudian diajukan ke DPR, dipilih dan disetujui sebagai anggota dewan pengawas.

Setelah struktur kelembagaan ini lengkap maka Komite Bank Tanah akan memiliki pengurus semacam kedireksian. Institusi ini juga akan dibuat powerfull karena itu unsur kepemimpinannya tidak hanya Menteri ATR/Kepala BPN tapi ada dua menteri yang lain untuk berfungsi sebagai check and balance dalam setiap pengambilan keputusan.

Hal ini juga untuk menjamin jangan sampai Komite Bank Tanah ini tidak ada yang mengawasi karena itu diisi dari kalangan birokrat dan independen. Kemudian ada direksi yang juga akan diangkat oleh presiden dan dalam pelaksanaan pekerjaannya, Komite Bank Tanah ini akan sangat dekat dengan Kementerian ATR/BPN.

Sebelum membeli tanah, sebaiknya Anda cek dulu legalitas atau keabsahan tanah tersebut. Caranya? simak penjelasan di video berikut ini.

Bank tanah ini akan bekerja semacam land manager yang konsep seperti ini sudah diterapkan di Singapura. Negara Singapura yang sangat kecil dan tidak memiliki tanah tapi bisa efektif mengelola negara dan melakukan berbagai pembangunan dengan konsep bank tanah seperti ini.

Nantinya bank tanah yang diamanatkan UU Cipta Kerja ini akan berkembang dan kemungkinan akan ada di setiap kantor-kantor pertanahan di wilayah-wilayah Indonesia namun menjalankan fungsi yang berbeda. Spesialisasi bak tanah ini akan lebih fokus pada land manager serta land regulator.

Keberadaan bank tanah ini juga menjadi penegasan bahwa tanah berfungsi sosial dan dapat dijamin oleh negara. Sofyan juga mengklarifikasi pendapat kalau bank tanah ini akan mengadopsi sistem Hindia Belanda yaitu domein verklaaring atau deklarasi negara di mana tanah yang tidak dikuasai atau tidak bisa ditunjukkan hak miliknya maka akan diklaim sebagai tanah negara.

“Itu berita hoax, yang betul itu tanah-tanah terlantar yang akan kita atur dan itu didistribusikan untuk masyarakat maupun berbagai kebutuhan lainnya dan bank tanah akan mengelola tanah-tanah seperti itu. Kita akan bergerak cepat supaya tahun 2021 sudah ada satu atau dua bidang tanah yang sudah kita kelola,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Begini Aplikasi SiPetruk Menjamin Kualitas Perumahan Bersubsidi

RumahCom – Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP PPDPP, tengah menyiapkan aplikasi baru SiPetruk setelah SiKasep dan SiKumbang. Aplikasi ini akan semakin memudahkan semua pihak yang membutuhkan akses ke

Lanjutkan membacaOktober 13, 2020

Pengembang Australia Ini Jadikan Indonesia Pasar Pertama Launching Proyeknya

RumahCom – Pengembang Australia Crown Group sangat confident untuk meluncurkan produk terbarunya saat situasi pandemi Covid-19. Indonesia dijadikan kota pertama untuk peluncuran produk terbarunya in

Lanjutkan membacaOktober 13, 2020

Membangun Rumah Tahan Gempa

RumahCom - Beberapa saat lalu peneliti dari ITB dan BMKG menyatakan masyarakat harus mewaspadai kedatangan gempa bumi dan tsunami. Gempa bumi memang sering terjadi di Indonesia, hal ini membuat masyar

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Bingung Pilih Desain Rumah? Ini Daftar Desain Arsitektur yang Bisa Dipilih

RumahCom - Memilih desain untuk rumah memang cukup sulit. Namun dalam memilih desain ada beberapa pertimbangan seperti material, luas, hingga lokasi rumah.Merencanakan pembangunan rumah membutuhkan wa

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Ini Caranya Membangun Dinding Penahan untuk Mencegah Longsor

RumahCom - Dinding penahan berfungsi sangat baik untuk menahan longsor, terutama pada rumah yang terletak di ketinggian dan dekat aliran sungai.Bila ditinjau dari sudut pandang ilmu konstruksi, tanah

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Masukan