Pasar Perumahan Jabodetabek dan Banten Terkoreksi di Kuartal III

Boy LeonardOktober 15, 2020

Pasar Perumahan Jabodetabek dan Banten Terkoreksi di Kuartal III

RumahCom – Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan bahwa kondisi pasar perumahan di kawasan Jabodebek dan Banten pada kuartal III/2020 anjlok, kecuali di Jakarta dan Serang.

“Kalau kita melihat kondisi pasar semua terjadi penurunan, kecuali di Jakarta dan Serang,” ujar Ali Tranghanda dalam diskusi yang digelar Prolab Talks di Jakarta, Selasa malam (13/10).

Ali menilai, kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih menjadi sentimen utama pada aktivitas pasar perumahan.

Menurut Survei Perumahan Jabodebek-Banten Kuartal III/2020, nilai penjualan pasar perumahan di kawasan Jabodebek-Banten menurun 17,4 persen.

Jumlah unit terjual di pasar perumahan Jabodebek-Banten anjlok 31,3 persen lebih tinggi dari nilai penjualan, menggambarkan tipe besar lebih banyak terjual dibandingkan tipe di bawahnya.

Sebagian besar wilayah mengalami penurunan penjualan, kecuali DKI Jakarta yang masih mengalami kenaikan. Kenaikan penjualan di DKI Jakarta diprediksi karena sebagian unit dijual dengan diskon antara 10 sampai 20 persen untuk rumah siap huni dan cara bayar tunai keras.

Wilayah Serang juga mengalami kenaikan tipis berdasarkan jumlah unit terjual meskipun secara penjualan mengalami penurunan.

“Kalau kita melihat ke depan pola pergerakan pasar perumahan belum stabil, apakah itu karena kebijakan PSBB atau bukan, namun yang pasti ini belum stabil,” ujar Ali Tranghanda, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu, 14 Oktober 2020.

Ali berpandangan, selama dua triwulan sebelumnya terjadi pergeseran segmen ke yang lebih bawah lagi dan hal ini perlu diwaspadai. Menurut dia, jangan sampai segmen menengah yang sampai saat ini memiliki daya beli dapat terkena imbasnya lebih dalam lagi.

“Artinya apa? Konsumen yang saat ini mampu membeli rumah seharga Rp500 juta kemungkinan karena daya beli semakin menurun maka pada akhir tahun ini (kuartal IV) atau awal tahun depan mungkin daya belinya semakin terbatas dan itu akan berimbas pada penjualan perumahan di segmen menengah,” tutur Ali.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Unsplash.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Harga Apartemen di Banten Terkoreksi

RumahCom – Sebagai kawasan yang tengah berkembang, kebutuhan akan hunian bagi masyarakat ikut meningkat di Provinsi Banten. Selain proyek rumah bersubsidi, kini hunian vertikal juga mulai menjad

Lanjutkan membacaNovember 8, 2017

Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Hunian di Banten Melambat

RumahCom–Penjualan hunian makin lesu di tengah pandemi Covid-19 lantaran membeli hunian belum menjadi prioritas kebanyakan orang dalam situasi saat ini. Salah satu yang terdampak merupakan hunian di

Lanjutkan membacaApril 20, 2020

UU Cipta Kerja Diketok, Aturan Bank Tanah Dikebut

RumahCom – Kementerian ATR/BPN langsung mengebut untuk penyusunan aturan mengenai bank tanah setelah terbitnya UU Cipta Kerja. Bank tanah akan memiliki banyak peran dan akan hadir di kantor-kantor p

Lanjutkan membacaOktober 14, 2020

Masukan