Hak Milik Apartemen untuk WNA Tak Perlu Dikhawatirkan

Boy LeonardOktober 19, 2020

Hak Milik Apartemen untuk WNA Tak Perlu Dikhawatirkan

RumahCom – Pelaku bisnis properti Indonesia menyambut gembira Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pasalnya, aturan tersebut mengizinkan warga negara asing (WNA) membeli apartemen dengan status Hak Milik untuk satuan rumah susun (sarusun).

Para pengusaha menilai, kebijakan tersebut merupakan “angin segar” untuk memperbesar pasar apartemen yang merosot tajam selama masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, Direktur Utama Li Realty Ali Hanafia Lijaya berpendapat, payung hukum ini sudah terlambat jika dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, Singapura berani memberikan hak Freehold Estate dan Leasehold Estate untuk pembelian apartemen oleh WNA.

Freehold Estate merupakan tanah yang dipegang hak atas tanahnya oleh seseorang untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Terdapat dua jenis freehold estate, yaitu yang bisa diwariskan dan yang berlaku hanya sebatas seumur hidupnya. Sementara leasehold estate adalah tanah yang jangka waktunya ditentukan, umumnya 99 tahun atau 999 tahun.

“Namun, dengan adanya undang-undang ini masih lebih baik daripada tidak ada. Paling tidak akan memberikan kepercayaan WNA yang ingin memiliki hunian dan berinvestasi properti di Indonesia,” ujar Ali dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Senin Oktober 2020.

Ali berpendapat, jika pemerintah ingin WNA berinvestasi di Indonesia, maka contohlah Singapura. Pemerintah Singapura secara aktif mendorong masuknya investasi asing ke negaranya, salah satunya dengan cara mempermudah kepemilikan rumah susun bagi orang asing, juga pajak transaksi yang tidak tinggi.

Ali melanjutkan, tidak heran jika apartemen di Singapura banyak dibeli orang asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Lantas apakah dengan dilegalkannya Hak Milik Satuan Rumah Susun (HMSRS) bagi WNA, orang asing langsung berbondong-bondong beli apartemen di Indonesia?

Ali menyebut, ini tidak seperti makan cabai langsung pedes. “WNA pasti wait and see juga. Apa benar peraturannya begitu? Bagaimana situasi politik dan keamanan di Indonesia?” kata Ali

“Apakah ada masalah jika mereka ingin jual kembali? Banyak hal yang akan mereka pertimbangkan untuk sampai pada keputusan berinvestasi,” ujar Ali menambahkan.

Di samping itu, Ali menjelaskan lebih lanjut, agar WNA tertarik beli apartemen, para pengembang harus melakukan berbagai inovasi. Oleh sebab itu, studi kelayakannya harus tepat, terutama WNA dari negara mana yang disasar dan seberapa besar kemampuannya?

Menurut Ali, masyarakat tak perlu takut orang asing membeli apartemen berstatus HMSRS akan mendongkrak harga properti gila-gilaan. Walau keran kepemilikan apartemen WNA dibuka, tapi aturan-aturan yang ada tetap membatasi.

Aturan tersebut, misalnya WNA yang dapat membeli apartemen itu adalah WNA yang berkedudukan di Indonesia yang keberadaanya memberikan manfaat, melakukan usaha, bekerja, atau berinvestasi, serta memiliki izin tinggal di Indonesia.

Terlebih lagi, ada batasan harga sesuai daerah masing-masing jika WNA ingin beli apartemen. Apartemen yang dibeli pun harus dari primary market (apartemen baru yang dipasarkan pengembang).

 “Dengan demikian, marketnya tidak terlalu besar. Yang kita jual itu hanya langit (unit apartemen), sementara tanahnya tetap Hak Guna Bangunan. Jadi mengapa mesti takut?” ucap Ali.

Pada saat ekonomi sedang krisis ini, Ali mengusulkan pembatasan-pembatasan tersebut dibuka saja. Sebab, tenaga kerja asing juga sudah berkurang atau kembali ke negaranya masing-masing. Jadi percuma dibatasi.

Ali menilai, pemerintah jangan setengah-setengah bila ingin menarik orang asing investasi properti di Indonesia.

“Untuk saat ini, sebaiknya dibuka lebih lebar sampai kuota tertentu, jika membludak baru dibatasi,” kata Ali dia.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Unsplash.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Infrastruktur Hunian Asing Sudah Siap

RumahCom - Aturan pemerintah untuk WNA yang ingin memiliki hunian di Indonesia sudah siap dan tinggal menunggu peluncuran saja. WNA bisa membeli rumah tanpa KITAS. Namun, hanya WNA yang memiliki usah

Lanjutkan membacaSeptember 16, 2019

RUU Cipta Kerja Juga Atur Kepemilikan Asing Hingga Bank Tanah

RumahCom – Pemerintah dan DPR tengah membahas RUU Cipta Kerja yang ditargetkan akan disahkan bulan Agustus ini. RUU Cipta Kerja juga memasukan berbagai relaksasi untuk sektor properti seperti status

Lanjutkan membacaJuli 27, 2020

Ini Potensi Penjualan dari Penjualan Properti Milik Asing

RumahCom - Keberadaan RUU Cipta kerja akan mempermudah WNA untuk memiliki properti di Indonesia, sehingga ada potensi keuntungan yang cukup besar dari kemudahan tersebut.Kepemilikan properti oleh warg

Lanjutkan membacaAgustus 14, 2020

WNA Yang Beli Apartemen Mampu Gerakkan Bisnis Properti

RumahCom – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengklaim, diperbolehkannya warga negara asing (WNA) membeli unit rumah susun atau apartemen di Indonesia mampu meng

Lanjutkan membacaOktober 19, 2020

Masukan