Undip Bikin Rumah Murah Buat Keluarga Bergaji Rp6 Juta

Boy LeonardOktober 30, 2020

Undip Bikin Rumah Murah Buat Keluarga Bergaji Rp6 Juta

RumahCom – Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan rumah dengan harga hanya Rp110 juta per unit. Tujuannya adalah membantu masyarakat dengan penghasilan kurang dari Rp6 juta per bulan.

Inisiator sekaligus pakar perumahan dari Universitas Diponegoro Asnawi Manaf mengungkapkan, rumah tersebut bertipe 36 dan dengan uang muka yang bisa dicicil dengan angsuran Rp20.000 per hari.

Asnawi menuturkan, dalam upaya ini, Inclusive Housing and Urban Development Research Center (IHUDRC) Pusat Riset Teknologi Fakultas Teknik Undip bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN serta Bank Jateng.

“Kami mencoba menawarkan gagasan inovatif dan menginisiasi pelaksanaannya berupa proyek percontohan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah,” ucap Asnawi di Semarang, Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Jumat, 30 Oktober 2020.

Namun, Asnawi melanjutkan, Griya Perdana Ungaran merupakan perumahan berbasis komunitas dengan dukungan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) swadaya. Saat ini jumlah unitnya terbatas, hanya untuk 200 kepala keluarga (KK).

Dia menambahkan, rumah merupakan kebutuhan dasar bagi suatu keluarga, bahkan setiap keluarga tentu mendambakan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.

Namun, faktanya masih banyak keluarga Indonesia yang belum mampu memiliki rumah sesuai yang mereka mau. Pasalnya, mereka kerap terkendala harga rumah yang terus melambung, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada tingkat penghasilan mereka.

Asnawi menilai, harga rumah ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga rumah subsidi yang diprogramkan oleh pemerintah yang tahun ini mencapai Rp150 juta.

“Hal ini terasa cukup berat bagi keluarga dengan penghasilan Rp6 juta ke bawah,” ujar Asnawi.

Asnawi mengilustrasikan gambaran rumah subsidi yang dikenal saat ini dengan uang muka Rp7,5 juta. Mereka harus membayar cicilan hingga Rp1,1 juta per bulan. Belum lagi, bagi mereka yang masih mencicil kendaraan dan kebutuhan lainnya.

“Cicilan sebesar itu masih dirasakan cukup berat, apalagi pada masa pandemi saat ini, hampir semua perbankan cukup enggan untuk memenuhi permohonan KPR dari keluarga dengan tingkat penghasilan tersebut,” kata Asnawi.

Melalui skema pembangunan perumahan berbasis komunitas dengan dukungan program BP2BT Swadaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Asnawi berujar, rumah tipe 36 di lokasi yang sangat strategi ini cukup diangsur kurang lebih Rp20.000 per hari selama 15 tahun.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Unsplash.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Program Perumahan Tahun 2021 Rp7,48 Triliun, Untuk Apa Saja?

RumahCom – Ditjen Perumahan Kementerian PUPR telah mengumumkan total pagu anggaran untuk program perumahan tahun depan. Selain untuk program perumahan, ada fokus lain untuk mempercepat pemulihan per

Lanjutkan membacaJuli 6, 2020

Tapera Harusnya Dimaksimalkan Untuk Pekerja Swasta Dan Informal

RumahCom – Pengembang mengkritisi program Tapera yang diberlakukan lebih dulu untuk kalangan ASN hingga TNI-Polri. Seharusnya program pembiayaan perumahan ini bisa diutamakan untuk kalangan pekerja

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Saat Pandemi, Penyerapan KPR Subsidi Justru Tinggi

RumahCom – Saat pandemi Covid-19 minat masyarakat untuk mengakses perumahan subsidi tetap besar. Ini terlihat dari terus meningkatnya pengajuan KPR subsidi FLPP melalui sistem aplikasi SiKasep yang

Lanjutkan membacaJuli 14, 2020

Masukan