Syarat Yang Harus Dipenuhi Orang Asing Agar Bisa Beli Apartemen

Boy LeonardNovember 5, 2020

Syarat Yang Harus Dipenuhi Orang Asing Agar Bisa Beli Apartemen

RumahCom – Aturan kepemilikan satuan rumah susun (sarusun) atau apartemen bagi warga negara asing (WNA) yang tertuang dalam pasal 144 UU Cipta Kerja menuai kontra. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai hal ini bertentangan dengan reforma agraria.

Namun, pernyataan tersebut dibantah Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Taufiqulhadi. Menurut dia, aturan kepemilikan sarusun bagi WNA ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusan reforma agraria.

“Ini pendapat yang terlalu ditarik-tarik dan tidak ada korelasinya sama sekali. Apartemen bagi orang asing adalah satu hal, reforma agraria adalah urusan lain,” ujar Taufiqulhadi dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Kamis, 5 November 2020.

Taufiq menerangkan, ketentuan kepemilikan sarusun bagi orang asing dalam UU Cipta Kerja memang sengaja dihadirkan untuk menyambut investor asing ke Indonesia. Hal ini penting agar orang asing yang datang dan berinvestasi di Indonesia memiliki tempat tinggal.

“Orang-orang asing diperkirakan akan banyak hadir ke Indonesia selaras dengan kehadiran investasi yang mereka bahwa,” ucapnya.

Taufiqulhadi mengilustrasikan, di negara lain, misalnya Australia, jika ada yang membawa investasi dalam skala besar, orang asing bisa membeli tanah dan rumah sekaligus.

Namun, Indonesia tidak bersikap seliberal itu. Meskipun ada peraturan yang memberikan kesempatan WNA untuk memiliki properti, tapi hanya hak ruang. Artinya, orang asing tidak bisa membeli tanah dan bangunan.

“Meskipun kita memberikan kesempatan untuk memiliki properti juga di Indonesia tapi hanya rumah dalam arti hak ruang. Orang asing tidak bisa membeli rusun sekaligus tanah,” tutur Taufiq.

Selain itu, ada syarat-syarat lainnya yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang tengah disusun. Taufiq menilai, syarat pertama adalah orang asing hanya bisa membeli apartemen yang dibangun di atas tanah hak guna bangunan (HGB). Jika rumah apartemen itu hilang, maka kepemilikan tempat hunian orang asing itu pun akan hilang.

“Hal tersebut diatur dalam PP, apartemen yang diperuntukkan bagi rakyat yang berpendapatan menengah dan rendah, tidak boleh dibeli oleh orang asing,” kata Taufiq.

Syarat lainnya adalah orang asing hanya dapat membeli apartemen dalam kategori harga tertentu, yang akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri (Permen) nanti.

Sebelumnya kebijakan kepemilikan sarusun dikritisi oleh Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan (KPA) Agraria Dewi Kartika.

Dewi berujar, kebijakan itu bertentangan dengan reforma agraria yang tengah gencar dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), salah satu programnya adalah pembagian sertifikat tanah.

“Aturan kepemilikan rumah bagi WNA ini tentu saja merugikan karena di tengah pemerintah Jokowi itu kan sedang gencar melakukan upaya reofrma agraria,” ujar Dewi saat dihubungi Kompas.com, Selasa lalu.

Dia beralasan, perluasan hak kepemilikan apartemen bagi asing ini akan semakin menyulitkan masyarakat miskin untuk mendapatkan rusun.

“Banyak warga miskin yang tidak punya akses dan hak akan tanah. Namun. di tengah kemacetan agenda reforma agraria, muncul UU Cipta Kerja dengan orientasi bisnis bagi WNA dan badan usaha asing,” cetus Dewi.

Tentu saja, Dewi melanjutkan, kebijakan ini berdampak pada ketimpangan struktur penguasaan tanah di indonesia karena yang akan mendapat kemudahan WNA dan badan usaha asing.

Sebagai informasi, Pasal 144 ayat 1 UU Cipta Kerja menyebutkan, hak milik atas satuan rumah susun dapat diberikan kepada di antaranya; 1. Warga negara Indonesia, 2. Badan hukum Indonesia, warga negara asing yang mempunyai izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, 3. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia; atau 4. perwakilan negara asing dan lembaga internasional yang berada atau mempunyai perwakilan di Indonesia.

Ayat 2 Pasal yang sama mencantumkan bahwa hak milik atas satuan rumah susun dapat beralih atau dialihkan dan dijaminkan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Unsplash.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

WNA Yang Beli Apartemen Mampu Gerakkan Bisnis Properti

RumahCom – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengklaim, diperbolehkannya warga negara asing (WNA) membeli unit rumah susun atau apartemen di Indonesia mampu meng

Lanjutkan membacaOktober 19, 2020

Menyoal Kepemilikan Orang Asing Terhadap Apartemen Di Indonesia

RumahCom - Wacana soal hak milik atas satuan rumah susun (sarusun) atau apartemen bagi warga negara asing (WNA) yang diperluas dalam Undang Undang (UU) Cipta Kerja Pasal 144 ayat 1, terus menimbulkan

Lanjutkan membacaOktober 20, 2020

UU Cipta Kerja Bisa Dongkrak Bisnis Properti

RumahCom – Sejumlah pihak mengharapkan Undang Undang (UU) Cipta Kerja bisa membawa lebih banyak optimisme di pasar properti Indonesia, baik kelas atas, menengah ke bawah, maupun pasar masyarakat ber

Lanjutkan membacaOktober 26, 2020

KPA: Hak Milik Apartemen untuk WNA Cacat Hukum

RumahCom - Sekretaris Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan, pemberian hak milik untuk warga negara asing (WNA) atas satuan rumah susun atau apartemen seperti tercantum d

Lanjutkan membacaNovember 4, 2020

Masukan