Psikolog: Unit Studio Itu Untuk Single Atau Pasangan Tanpa Anak, Kurang Cocok Untuk Keluarga

November 6, 2020

RumahCom – Selain selera, hunian juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Unit hunian tipe studio kurang cocok untuk perkembangan anak karena itu orang tua harus bisa mengupayakan ruang hidup yang memadai untuk perkembangan anak-anaknya.

Hunian di perkotaan dipaksa dengan pola vertikal atau pengembangan ke atas karena ketersediaan lahan yang makin terbatas hingga mendorong peningkatan harga yang semakin tinggi. Hunian kompak dengan luasan terbatas menuntut setiap penghuninya harus bisa menyesuaikan pola kebiasaan maupun lifestyle-nya di dalam hunian yang kompak tersebut.

Tipe kompak memungkinkan harga jualnya menjadi lebih terjangkau sehingga bisa menarik  untuk kalangan pekerja perkotaan. Ketimbang harus ulang-alik bila berhunian di pinggiran kota ke tempat kerja, berhunian di unit apartemen kompak tapi lebih dekat ke tempat kerja bisa menjadi solusi untuk kalangan ini.

Di sisi lain, saat para pekerja ini telah berkeluarga dan memiliki anak, hunian tipe studio di komplek apartemen menjadi kurang cocok untuk perkembangan anak-anak. Menurut Psikolog Tika Bisono, akan ada berbagai kendala saat kita membina keluarga di sebuah hunian yang kompak seperti tipe studio sebuah apartemen yang umumnya berukuran 20-25 m2.

“Tinggal di apartemen itu yang ditawarkan efisiensi terkait biaya transportasi yang akan kita keluarkan sehari-hari untuk menuju kantor maupun pusat aktivitas. Tapi lain ceritanya kalau  kita sudah punya anak karena menurut saya hunian tipe studio itu kurang untuk menjadi hunian sebuah keluarga,” katanya.

Akan ada banyak keterbatasan maupun kendala saat kita membangun sebuah keluarga di sebuah hunian tipe studio. Setiap anggota kelurga, jelas Tika, memiliki kebutuhannya masing-masing dan untuk hal tertentu tipe studio sebuah apartemen tidak bisa memenuhi hal itu baik untuk anak-anak maupun orang tuanya.

Tipe studio umumnya tidak memiliki sekat ruang dan hal ini tidak dibenarkan karena pengembangan sebuah keluarga khususnya bagi orang tua membutuhkan privasi termasuk dari anak-anaknya sendiri. Belum bicara fungsi-fungsi ruang yang lain yang harus dipenuhi untuk pengembangan sebuah keluarga.

Karena keterbatasan tipe studio, dapur yang disediakan umumnya hanya berupa dapur kering yang kurang memadai untuk digunakan aktivitas memasak besar. Dapur tipe studio hanya bisa digunakan untuk mengolah masakan cepat saji maupun sekadar memanaskan makanan. Hal ini akan berpengaruh pada pemenuhan gizi keluarga khususnya perkembangan anak-anak.

Setiap orang pasti punya rumah idaman yang diinginkan. Lalu bagaimana cara cerdas agar bisa temukan rumah idaman? Nonton video berikut ini untuk tau caranya, yuk!

Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk dia berkembang dan memaksimalkan perkembangan motorik dan fisiknya seperti bermain, berlari, dan lainnya yang pastinya tidak akan bisa dipenuhi di unit studio kendati di luar itu menyediakan fasilitas taman bermain. Intinya, hunian kubikal dengan ukuran terbatas seperti tipe studio tidak cocok untuk perkembangan anak.

Karena itu, orang tua harus mengalah dengan tinggal di rumah tapak yang lokasinya jauh dari tempat kerja. Akan lebih sehat bagi perkembangan anak dengan tinggal di rumah tapak kendati orang tuanya akan lebih lelah karena menempuh perjalanan yang lebih jauh ke tempat kerjanya. Hal ini karena pembinaan keluarga membutuhkan ruang untuk tempat berkumpul dan bercengkerama untuk membangun seluruh nilai-nilai keluarga yang tidak bisa dipenuhi di unit studio.

“Orang tua harus memikirkan bagaimana bisa menyediakan rumah yang layak bagi perkembangan anak-anaknya. Kalau waktu single hingga menikah tinggal di unit studio, saat hamil atau punya anak harus berpikir, apa unit studionya dijual untuk uang muka beli rumah di tempat lain atau mencari unit apartemen yang lebih memadai. Anak itu harus bisa berlari, main sepeda, naik pohon, jatuh, dan terluka, saya malah prihatin anak yang tinggal di apartemen kompak dan mainnya hanya dengan gadget dan itu  malah yang bahaya,” jelas Tika.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Keuntungan dari Rumah yang Diotomatisasi

RumahCom - Konsep otomatisasi yang diterapkan pada rumah memberi banyak keuntungan mulai dari tagihan listrik yang tidak boros hingga rasa nyaman di dalam rumah.Konsep otomatisasi pada rumah merupakan

Lanjutkan membacaNovember 6, 2020

Begini Cara yang Tepat Berkebun Saat Musim Hujan 

RumahCom - Saat musim hujan datang, banyak tanaman-tanaman yang perlu mendapat perlakuan tertentu agar tetap tumbuh dengan baik. Misalnya tanah yang perlu digemburkan, pemindahan tempat agar tidak ter

Lanjutkan membacaNovember 6, 2020

Investasi Real Estat di Asia Pasifik Siratkan Pemulihan

RumahCom – Investasi real estat di Asia Pasifik turun 19 persen yoy menjadi US$35 miliar (Rp597 triliun) pada kuartal III/2020. Namun begitu, ada tanda-tanda pemulihan muncul karena transaksi mening

Lanjutkan membacaNovember 5, 2020

Ini Bantuan Pemerintah Untuk Rumah-Rumah Di Kawasan Wisata

RumahCom – Program bantuan perumahan Kementerian PUPR salah satunya adalah untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata. Rumah-rumah masyarakat yang tidak layak di kawasan wisata bisa ditingkatka

Lanjutkan membacaNovember 6, 2020

Masukan