Membandingkan Ongkos LRT Jabodebek dengan Kendaraan Pribadi

Wahyu ArdiyantoNovember 16, 2020

Membandingkan ongkos LRT Jabodebek dengan kendaraan pribadi

RumahCom – Kemacetan menjadi masalah utama kota-kota besar. Untuk itu diperlukan hunian yang mendekatkan seseorang dengan transportasi publik untuk mengatasi hal tersebut.

Salah satunya adalah hunian yang dekat dengan lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek. Selain bisa mengatasi kemacetan, penggunaan transportasi massal juga lebih efisien dari sisi ongkos.

Project Director LRT City Bekasi-Eastern Green Setya Aji Pramana pun menghitung tingkat efisiensi di LRT City Bekasi-Eastern Green.

“Saat ini LRT City Bekasi-Green Eastern sudah mulai dihuni sehingga masyarakat sudah bisa merasakan berbagai sarana maupun fasilitas hunian dengan konsep modern seperti di kota-kota maju,” ujar Setya dalam keterangan tertulis,sebagaimana dikutip dari Detikcom, Senin, 16 November 2020.

Setya menjelaskan, apabilamenggunakan kendaraan pribadi, biaya yang harus dikeluarkan antara lain untuk BBM sekitar Rp50.000/hari, biaya jalan tol Rp35.000 dan biaya parkir Rp50.000.

Secara total dibutuhkan biaya harian sekitar Rp135.000, jika tinggal di Bekasi dan berkantor di wilayah Sudirman ataupun Kuningan. Ini belum memperhitungkan biaya perawatan mobil, pajak kendaraan, dan biaya lainnya.

Sementara jika menggunakan LRT sebagai transportasi harian biayanya hanya Rp24.000/hari dan terbebas dari biaya parkir, BBM, tol, dan biaya-biaya lainnya. Artinya, ada penghematan lebih dari Rp100.000 setiap harinya bila kita menggunakan transportasi umum seperti LRT.

Waktu tempuhnya pun juga lebih terukur dan bisa diprediksi. Dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, dari Stasiun LRT Jatimulya ke Stasiun LRT Jatibening hanya 15 menit atau ke Stasiun LRT Cawang hanya 28 menit dan ke Stasiun LRT Dukuh Atas hanya memakan waktu 50 menit.

LRT Jabodebek juga akan terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnya, seperti Transjakarta, KRL, hingga angkutan perkotaan lain sehingga memudahkan kita untuk melangkah ke manapun di wilayah Jabodebek.

LRT City Bekasi-Eastern Green dibangun di atas lahan seluas 1,4 ha dengan konsep mixed-use mulai dari hunian, mal, ruko, plaza, dan sebagainya. Hunian itu dilengkapi juga dengan jalur pejalan kaki dan bicycle track. Proyek ini terdiri dari dua tower apartemen yaitu Tower Primrose (634 unit) dan Tower Clove (302 unit).

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Cara Terbaik Memanfaatkan Barang Bekas di Rumah

RumahCom - Barang bekas di rumah sebaiknya tidak segera dibuang. Anda bisa memanfaatkannya menjadi berbagai barang yang sangat berguna dan bernilai untuk kebutuhan rumah.Beberapa barang atau benda yan

Lanjutkan membacaNovember 16, 2020

Ini Pilihan Material Lantai yang Bisa Dipilih untuk Dapur

RumahCom - Material lantai berpengaruh pada kenyamanan saat beraktivitas di dapur. Memilih lantai dapur dapat dilihat dari jenis materialnya, mulai dari berbahan kayu, keramik, hingga bambu bisa jadi

Lanjutkan membacaNovember 16, 2020

Ini Penyebab Pembatalan Pembelian Rumah Kecil Meningkat

RumahCom – Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia melaporkan, persentase pembatalan penjualan rumah meningkat pada kuartal III/2020.Dari data BI, pada kuartal III/2020 tercatat ting

Lanjutkan membacaNovember 16, 2020

Masukan