Empat Zona Rawan Bencana, Zona Merah Tidak Bisa Keluar Sertifikatnya

November 24, 2020

RumahCom – Kementerian ATR/BPN menetapkan empat zona ruang rawan bencana untuk memetakan wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia. Untuk area dengan kerawanan paling tinggi atau Zona Merah, tidak akan bisa dikeluarkan sertifikatnya dan kalaupun ada yang mendaftarkan akan langsung dibatalkan.

Indonesia merupakan negara dengan jalur pegunungan aktif yang membuat kawasannya sangat subur tapi di sisi lain juga menjadi rawan bencana khususnya gempa bumi. Karena itu pemahaman dan mitigasi terkait kebencanaan mutlak diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dan harus terus dilakukan sosialisasi dan edukasi terkait program-program mitigasi kebencanaan.

Setelah kejadian bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, pemerintah membentuk tim dengan menggandeng pemerintah provinsi dan pemerintah daerah salah satunya untuk menetapkan empat zona ruang rawan bencana (ZRB). Keempat zona ini yaitu ZRB I atau Zona Pengembangan, ZRB II Zona Bersyarat, ZRB III Zona Terbatas, dan ZRB IV Zona Terlarang.

Menurut Tenaga Ahli Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Arie Yuriwin, ZRB IV atau disebut juga Zona Merah merupakan zona yang paling berbahaya karena paling rawan terkena bencana gempa bumi tinggi sehingga tidak layak dijadikan kawasan hunian.

“Tanah-tanah yang musnah akibat bencana di Zona Merah ini sudah kami inventarisir dan untuk lokasi-lokasi ini tidak bisa diterbitkan sertifikat tanahnya. Kalau ada permohonan sertifikat tanah di atas Zona Merah akan langsung dibatalkan,” katanya.

Untuk kawasan-kawasan Zona Merah ini selanjutnya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan pemerintah daerah harus memantau dan memastikan agar masyarakat tidak kembali dan membuat hunian di kawasan ini.

Sementara itu, untuk masyarakat yang terdampak bencana dan saat ini tinggal di hunian tetap (Huntap) akan diupayakan untuk mendapatkan sertifikat tanahnya. Kementerian ATR/BPN telah menargetkan untuk mendaftarkan tanah di seluruh Indonesia melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Untuk hal ini kembali dibutuhkan peran pemerintah daerah karena dasar pemberian sertifikat tanah yaitu adanya SK Walikota atau Bupati terkait masyarakat yang akan tinggal di sana dan hingga saat ini SK seperti ini belum ada,” imbuh Arie.

Notaris selalu ada dalam setiap transaksi properti ataupun mengurus hal-hal terkait properti. Simak video berikut untuk mengenal Akta Notaris lebih lanjut.

Selain berperan aktif untuk memulihkan daerah yang terkena dampak bencana, Kementerian ATR/BPN juga terus memperbaiki layanan pertanahan di daerah. Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Reformasi Birokrasi Gunawan Muhammad menyebutkan, saat ini Kementerian ATR/BPN telah memberlakukan layanan elektronik untuk pengurusan beberapa legalitas pertanahan.

“Misalnya Hak Tanggungan, pembuatan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), pengecekan sertifikat tanah, serta Informasi Zona Nilai Tanah (ZNT). Targetnya tahun depan seluruh layanan Kementerian ATR/BPN sudah terintegrasi secara elektronik sehingga bisa memudahkan masyarakat,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Cara Mengaudit Sumber Energi di Rumah

RumahCom - Melakukan audit di rumah penting dilakukan agar rumah menjadi lebih hemat energi. Seorang profesional dalam hal audit energi memperkirakan penggunaan energi dalam rumah serta proyeksi peng

Lanjutkan membacaNovember 21, 2020

Menggunakan Cuka Sebagai Pembersih

RumahCom - Cuka pembersih sangat efektif untuk membersihkan benda kotor, pembersih lantai, bahkan hingga digunakan sebagai pemutih pakaian.Cuka menjadi salah satu pembersih alami yang bisa Anda gunaka

Lanjutkan membacaNovember 21, 2020

Mal Di Bekasi Sediakan Track Layang Untuk Sepeda

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah memunculkan beberapa kebiasaan maupun lifestyle baru, salah satunya bersepeda. Hal ini juga mendorong fasilitas ritel seperti mal menyediakan sarana yang tepat, sep

Lanjutkan membacaNovember 23, 2020

Pengembang Terus Hadirkan Fasilitas Untuk Antisipasi Pandemi

RumahCom – Sejak adanya pandemi Covid-19 kalangan pengembang menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk kenyamanan hingga antisipasi penularan pandemi di proyeknya. Apartemen Verde Two misalnya

Lanjutkan membacaNovember 23, 2020

Pandemi, Tak Surutkan Pengembang Untuk Bangun Proyeknya

RumahCom – Untuk menunjukan komitmen pengembangannya kalangan pengembang tetap menunjukan progres pengerjaan proyeknya. PT Intiland Development Tbk misalnya, menggandeng PT Total Bangun Persada Tbk

Lanjutkan membacaNovember 23, 2020

Masukan