Ini Bedanya TOD dan TAD

Desember 7, 2020

RumahCom – Ada perbedaan antara konsep hunian yang terintegrasi transportasi publik atau TOD dengan beberapa pengembangan yang diklaim dekat dengan sarana transportasi publik. Konsep hunian TOD memiliki persyaratannya sendiri sehingga tidak semua hunian yang dekat sarana transportasi publik bisa disebut TOD.

Pengembangan hunian di perkotaan maupun kawasan-kawasan yang sudah sangat padat harus dengan konsep vertikal untuk memaksimalkan lahan yang terbatas. Selain pengembangan ke atas berupa produk apartemen, pengembangan hunian juga penting diintegrasikan dengan sarana transportasi publik yang nyaman sehingga memudahkan aksesibilitas penghuninya.

Konsep hunian terintegrasi dengan transportasi publik atau transit oriented development (TOD) seperti ini yang sejak beberapa tahun lalu didorong oleh pemerintah untuk kawasan perkotaan. Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menginiasi pengembangan konsep TOD dengan mengembangkan apartemen di beberapa stasiun, terminal, maupun pasar.

Selain itu didorong juga kerja sama antar perusahaan BUMN misalnya Perumnas yang mengembangkan banyak proyek apartemen di atas stasiun dengan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal ini untuk memudahkan masyarakat perkotaan dengan hunian sekaligus sarana transportasinya.

Tapi harus dibedakan antara TOD yang menerapkan integrasi antara hunian dengan sarana transportasi, dengan hunian yang dekat sarana transportasi namun tidak terintegrasi. Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), ada perbedaan mendasar antara TOD dengan yang mengklaim TOD.

“Tidak semua hunian yang dekat fasilitas transportasi publik lantas disebut TOD, itu baru TAD atau transit adjacent development, artinya hanya dekat tapi belum TOD. Hunian TOD memang harus terintegrasi langsung dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh maksimal 800 m,” ujarnya.

Karena itu PT Urban Jakarta Propertindo (UJP) sangat confident dengan proyek Urban Suites yang dipasarkannya karena terintegrasi langsung dengan sarana transportasi lintas raya terpadu (LRT) di Stasiun Cikunir 1-Jatibening. Urban Suites berlokasi di Jalan Raya Caman, Jatibening, Bekasi, yang nantinya akan terintegrasi langsung dengan LRT dan akses masuk langsung dari tol Jakarta-Cikampek (exit Jatibening-Cikunir) dan boulevard dari Jalan Raya Caman.

Menurut Direktur Marketing UJP Firdaus Fahmi, proyek Urban Suites akan menjadi satu-satunya yang memiliki akses langsung dari stasiun LRT (0 Km) di kawasan dengan akses mengguunakan jembatan yang terhubung langsung. LRT sendiri akan beroperasi pada akhir tahun 2021 mendatang.

Konsep TOD merupakan program pengembangan kawasan properti yang memaksimalkan fungsi transportasi massal. Selengkapnya simak di video berikut ini.

“Jadi di proyek ini penghuni akan dimudahkan dengan hunian yang baik beserta fasilitasnya dan sarana transportasi publik yang bisa diakses dengan berjalan kaki. Jadi bukan TAD yang harus menggunakan ojek lagi, di sini benar-benar ada integrasi langsung ditambah dengan lokasi yang strategis karena berada di mulut tol Jatibening,” ujarnya.

Urban Suites dibangun di atas lahan seluas 1,4ha yang mencakup tiga tower apartemen (900 unit), lifestyle mall (30.000 m2), dan hotel dengan total revenue mencapai Rp2,6 triliun. Saat ini Urban Suites masih dalam tahap persiapan dan pada akhir pekan lalu membuka kantor galeri marketing dan show unit untuk memperkenalkan konsep proyek maupun pengembangan berbasis TOD kepada masyarakat.

Pandemi Covid-19, jelas Firdaus, membuat proyek ini dikembangkan dengan lebih detil dan hati-hati khususnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Urban Suites sendiri telah mulai dipasarkan pada periode soft launching sejak bulan Juli lalu dan hingga saat ini telah terkumpul ratusan nomor urut pendaftaran (NUP). Targetnya, proyek ini akan diluncurkan secara resmi pada kuartal pertama tahun depan.

UJP sendiri merupakan pengembang dengan fokus pengembangan proyek di lokasi-lokasi yang terdapat simpul-simpul TOD selain mengembangkan proyek properti komersial. Saat ini, UJP telah bekerja sama (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti (ACP) untuk pengembangan beberapa proyek TOD LRT City yang dikembangkan oleh ACP seperti di LRT City Jatibening Baru, LRT City Ciracas, dan Urban Sky.

“Jakarta dan sekitarnya mau tak mau harus shifting dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi publik seperti ini dan itu sudah terjadi di kota-kota besar dunia. Pemerintah juga telah mengeluarkan dana hingga ratusan triliun untuk pengembangan infrastruktur transportasi publik dan tentunya shifting ini akan terus didorong sehingga hunian di Urban Suites ini bisa menjadi pilihan yang tepat,” beber Firdaus.

Urban Suites menawarkan unit apartemen mulai tipe studio berukuran 28,3-30 m2, 2 bedroom (BR) berukuran 60 m2), dan 3 BR berukuran 90 m2 seharga mulai Rp500 jutaan atau Rp19 juta-Rp21 juta/m2. Pengembangnya juga menawarkan skema pembelian dengan cicilan ringan mulai Rp4 jutaan/bulan untuk tipe studio.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Sektor Wisata-Perhotelan Kawasan Asia Mulai Membaik

RumahCom – Sektor wisata dan perhotelan di kawasan Asia telah menunjukan tren peningkatan setelah selama ini menjadi sektor yang paling suffer saat pandemi Covid-19. Tren ini diperkirakan akan terus

Lanjutkan membacaDesember 3, 2020

Pemerintah Hingga BUMN Buruk Dalam Menjaga Aset Tanah

RumahCom – Buruknya pengelolaan aset-aset tanah milik pemerintah daerah, kementerian, BUMN, maupun lembaga lain kerap membuat aset-aset tanah ini berpindah tangan dan menyebabkan konflik dan sengket

Lanjutkan membacaDesember 4, 2020

Rumah Jadi Homestay Dan Tempat Usaha, Masyarakat Apresiasi Program Sarhunta

RumahCom – Program Sarhunta di beberapa kawasan wisata strategis bukan hanya merenovasi hunian masyarakat tetapi juga difungsikan sebagai homestay maupun tempat usaha lainnya. Masyarakat penerima ba

Lanjutkan membacaDesember 4, 2020

Sembilan Anggota Dewan Arsitektur Indonesia Dikukuhkan, Apa Fungsinya?

RumahCom – Kementerian PUPR menetapkan sembilan anggota Dewan Arsitektur Indonesia (DAI). Profesi arsitek akan lebih dipantau kualitas pekerjaannya dan di sisi lain selalu dilibatkan dalam setiap pr

Lanjutkan membacaDesember 4, 2020

Pandemi Bikin Biaya Fit Out Kantor Naik

RumahCom – Sektor perkantoran mengalami kenaikan untuk biaya fit out yang disebabkan karena pandemi Covid-19. Kendati naik, hal ini tetap akan dilakukan karena investasi pada sektor ini dianggap pen

Lanjutkan membacaDesember 7, 2020

Masukan