Harga Apartemen Turun. Saat yang Tepat untuk Beli

Boy LeonardFebruari 19, 2020

Tren dan indeks harga dan suplai apartemen.

Rumah.com – Pasar properti terlihat solid pada akhir tahun 2019. Meski diwarnai peristiwa politik yang hangat, Rumah.com Indonesia Property Market Index mencatatkan kenaikan indeks harga sebesar 7% dan indeks suplai sebesar 15% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Marine Novita, Country Manager Rumah.com, menjelaskan, “Rumah.com Indonesia Property Market Index menunjukkan bahwa pasar properti Indonesia mencatat tahun yang solid pada 2019, dengan kenaikan paling menonjol dalam harga permintaan terjadi di Q3 2019, meskipun situasi politik sempat memanas di kuartal sebelumnya. Kuartal terakhir 2019 mencatat indeks harga properti naik 7% (year-on-year),” jelas Marine.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Menurut data RIPMI, secara keseluruhan, pasar properti di tahun 2020 akan terus menjadi buyers’ market atau saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti. Pembeli akan dimanjakan dengan serangkaian pilihan dengan harga yang kompetitif dan karenanya disarankan untuk bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau untuk mendapatkan diskon dan bonus tambahan.

Situasi politik dan ekonomi pada tahun 2020 kemungkinan akan lebih stabil setelah selesainya tahun politik yang cukup panas di tahun 2019. Diperkirakan pasar properti tidak akan lagi melakukan sikap wait-and-see, sehingga diharapkan bisa memacu percepatan kenaikan harga dan pasokan pada tahun 2020.

Unduh laporan lengkapnya di Rumah.com Indonesia Property Market Index Kuartal I 2020

Harga Turun, Suplai Apartemen Bertambah 

Indeks Harga Apartemen

Indeks Harga Apartemen Berdasarkan Rumah.com Property Market Index Kuartal Keempat 2019.

RIPMI-Harga apartemen pada Q4 2019 berada pada titik 115,4 atau naik 1% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Kenaikan ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, setelah dua kuartal sebelumnya IPMI-H mengalami penurunan. Meski demikian, IPMI-H apartemen masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Pada Q4 2019, indeks suplai apartemen berada pada 106,7, meningkat jika dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, sebesar 13%. Indeks suplai apartemen didominasi oleh daerah-daerah yang merupakan pemasok apartemen terbesar seperti Jakarta (66%), Jawa Barat (12%) dan Banten (10%).

Indeks Harga Apartemen

Indeks Suplai Apartemen Berdasarkan Rumah.com Property Market Index Kuartal Keempat 2019.

Marine meyakini bahwa turunnya indeks harga apartemen secara tahunan bukan disebabkan oleh kejenuhan pasar partemen. Sebaliknya, salah satu faktor yang berkontribusi adalah penargetan segmen pasar baru oleh para pengembang, termasuk segmen pasar kelas menengah bawah, yang mau tidak mau menyebabkan penyesuaian harga.

“Pasar apartemen melihat target ekspansi pasar. Sekitar tiga hingga sepuluh tahun yang lalu, apartemen dijual sebagai komoditas gaya hidup. Target pasarnya adalah kelas menengah dan menengah atas. Sekarang, apartemen mulai dijual ke berbagai kelompok, tidak hanya kelas menengah ke atas, tetapi juga untuk kalangan menengah ke bawah,” kata Marine.

Daerah dengan median harga permintaan yang tinggi menunjukkan penyesuaian harga. Ini karena adanya lonjakan jumlah pasokan di daerah tersebut. Adanya dinamika pasar ini bisa dilihat misalnya di Ciumbuleuit dan Dago, Bandung, Jawa Barat, dengan median harga apartemen lebih tinggi dari daerah lainnya di Bandung secara umum.

Ciumbuleuit dan Dago, memiliki median harga masing-masing Rp 18,6 juta/m2 dan Rp 17,2 juta/m2, lebih tinggi dari kota Bandung dengan median harga Rp 16,9 juta/m2. Namun dengan turunnya indeks harga apartemen pada Q4 2019, Ciumbuleuit mengalami penurunan indeks sebesar 7% (year-on-year) sementara Dago juga turun sebesar 4% (year-on-year).

Indeks suplai properti di kedua area tersebut selama kuartal yang sama menunjukkan telah terjadi penurunan harga seiring dengan peningkatan pasokan apartemen. Indeks suplai Ciumbuleuit naik 2% pada periode yang sama tahun 2018, sementara Dago mencatat kenaikan yang lebih signifikan sebesar 23% (year-on-year).

Tren yang sama juga terjadi di Depok, wilayah perkotaan lain di Jawa Barat, dimana indeks harga Margonda, daerah yang memiliki harga median lebih tinggi dari Depok, mengalami penurunan 1% (year-on-year) dalam indeks harga apartemennya, tetapi pada periode yang sama mencatat kenaikan indeks suplai yang cukup besar yaitu 32% (year-on-year).

“Ini menunjukkan bahwa optimisme penjual apartemen tetap tinggi di daerah dengan median harga yang lebih tinggi. Namun, suplai apartemen telah bergeser menuju pasar lebih rendah namun dengan suplai yang lebih tinggi. Sehingga meskipun harga telah turun, jumlah suplai yang tersedia terus meningkat,” kata Marine.

Dua Kebijakan Pemerintah Bakal Pengaruhi Optimisme Pasar Properti

Tahun 2020 sepertinya akan menjadi tahun yang baik untuk pasar properti Indonesia. Hal ini karena menjelang akhir tahun 2019, pemerintah mengumumkan beberapa kebijakan utama yang diharapkan bisa berdampak positif dan menggairahkan sektor properti Indonesia.

Dua inisiatif tersebut adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.21/12/PBI/2019 tentang relaksasi Loan to Value (LTV) properti sebesar 5 persen dan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.86/PMK.010/2019 dimana kelompok hunian mewah yang nilainya di bawah Rp30 miliar bebas dari pengenaan PPnBM.

Marine berharap bahwa dua kebijakan pemerintah tersebut akan membawa lebih banyak optimisme di pasar properti Indonesia, khususnya di kelas atas, sekaligus secara konsisten mendorong permintaan dari kelompok masyarakat berpendapatan menengah dan menengah ke bawah.

Unduh laporan lengkapnya di Rumah.com Indonesia Property Market Index Kuartal I 2020

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pasar Properti Asia Cerah, Muncul Potensi Wilayah Baru Di India Tiongkok

RumahCom-Munculnya potensi wilayah baru di India dan Tiongkok membawa angin segar bagi pasar properti asia. Sebab beberapa wilayah di dua negara tersebut mengalami perkembangan yang pesat dan membuat

Lanjutkan membacaJanuari 29, 2020

Masukan