Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Maret 9, 2020

RumahCom – Banjir di Jakarta memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Lalu tipe banjir apa yang sering terjadi di Jakarta? Menurut Nirwono Joga selaku Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti ada empat tipe banjir di Jakarta. 

Jakarta (5/3). Banjir yang melanda wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga hingga di beberapa kota lain di Indonesia pada pergantian tahun 2019-2020 yang lalu dan berulang pada 23 Februari 2020 seperti menjadi kado tahun baru yang pahit bagi kita semua. 

Pandangan yang lebih moderat dikemukakan oleh Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Jakarta. Menurutnya, sejak 25 tahun terakhir tipikal banjir di Jakarta tidak berubah yaitu karena hujan lebat di wilayah hulu yang airnya mengalir ke13 sungai utama di Jakarta sehingga menyebabkan sungai yang menyempit menjadi over capacity dan meluaplah air ke mana-mana.

“Faktor kedua karena hujan lebat di Jakarta dengan curah yang sangat tinggi ditambah buruknya drainase kota sehingga terjadi banjir lokal. Ketiga, banjir yang diakibatkan karena air pasang sehingga terjadi rob di wilayah pesisir utara, dan keempat banjir karena ketiga faktor itu terjadi bersamaan seperti banjir besar di Jakarta tahun 1996, 2002, 2007, 2013, dan 2019-2020,” jelasnya.

Beli rumah pakai agen properti bisa membantu proses jual-beli rumah makin mudah. Apa sih untungnya? simak di video berikut ini.

Akhirnya, bencana banjir ini juga diperparah dengan tidak kompaknya pemerintah pusat dan daerah maupun ego sektoral tiap daerah dan kantor kedinasan. Secara aturannya, kali maupun aliran sungai yang melintasi tiga wilayah secara otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah pusat namun hingga saat ini pemerintah pusat dan daerah belum menyepakati masterplan pengendalian banjir yang bisa dijadikan acuan bersama. Masterplan ini juga harus memasukan penataan air secara keseluruhan mulai pengelolaan air hujan, air bersih, air limbah, dan sebagainya.

Tipikal curah hujan yang turun di wilayah hulu dan mengalir ke hilir sebagaimana sifat air sebenarnya sejak dulu juga tidak berubah. Yang membedakan dulu masih banyak penghijauan selain jalur air masih cukup lebar. Seiring perkembangan penghijauan berganti dengan pemukiman, terjadi penyempitan maupun sedimen aliran sungai yang membuat air langsung menggelontor dan hulu ke pantai dan menerjang apapun yang dilaluinya.

Nirwono memaparkan beberapa solusi terkait pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, embung, waduk (SDEW) di  wilayah Jabodetabek harus terpelihara dengan baik sehingga fungsinya bisa maksimal untuk mengalirkan air, menampung, maupun sebagai tempat parkir air saat curah hujan tinggi.

Kedua, pembenahan bantaran sungai dengan naturalisasi, normalisasi, maupun kombinasi keduanya dengan target yang jelas di setiap titik. Ketiga, rehabilitasi saluran air karena berdasarkan data di lapangan, saluran air di Jakarta hanya 33 persen yang berfungsi baik makanya tidak heran kalau hujan lokal sebentar saja langsung membuat kawasannya tergenang.

Keempat, perbaikan tata ruang termasuk menata pemukiman di bantaran kali maupun daerah-daerah cekungan. Kepala daerah baik gubernur, walikota, maupun bupati harus menjadi pihak terdepan yang menghadapi warga dengan cara-cara terbaik dan persuasif. Mustahil dilakukan revitalisasi di pemukiman-pemukiman bantaran kali tanpa menggusur atau menggeser warga. Karena itu harus disampaikan tahapan revitalisasi, pilihan lokasi baru, fasilitas, dan ganti untung lain yang memadai sehingg warga dengan sukarela ikut program pemerintah.

Baca juga: Tips Lengkap Punya Rumah Bebas Banjir

Kelima, keterlibatan masyarakat harus terus ditingkatkan dan pastikan setiap pihak mulai rumah, sekolah, kantor, rumah sakit, dan lainnya untuk memaksimalkann air hujan bisa diserap di kawasannya. Bila ini dilakukan secara bersamaan dengan partisipasi aktif semua pihak, menjaga kebersihan, disiplin, maka banjir di Jakarta akan berkurang sangat signifikan.

“Selain itu juga harus ada pembagian tugas yang jelas antar wilayah. Misalnya wilayah yang lebih tinggi di Kabupaten Bogor, harus dipastikan melakukan konservasi hutannya. Wilayah yang lebih turun di Depok dan Jakarta lakukan revitalisasi kota mulai pembenahan bantaran kali dan SDEW hingga ke wilayah pesisir di Tangerang dan Bekasi dengan melakukan restorasi pantai utara. Harus diwujudkan juga langkah-langkah yang kreatif untuk menambah ruang terbuka hijau di Jakarta dari saat ini 9,98 persen menjadi 30 persen,” beber Nirwono.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

ERA Indonesia Siap Menghadapi 2020 Dengan Real Estate International Summit & National Business Conference

 ERA Indonesia Real Estate International Summit 2020Real Estate International Summit yang diadakan pada bulan Februari 2020 adalah sebuah rangkaian acara dalam rangka menyambut acara tahunan ERA,

Lanjutkan membacaMaret 5, 2020

ERA Expert Melangkah Mantap Untuk Tahun 2020

Tahun 2020 merupakan tahun pertama ERA Expert mengadakan Annual Award. Namun ERA Expert yang baru hadir sejak 31 Agustus 2019 lalu bisa merebut pasar yang cukup signifikan di wilayah Jakarta Timur, Be

Lanjutkan membacaMaret 5, 2020

Aplikasi SiKasep Lebih Mudah Daftar Hingga Pantau Pembelian Rumah Murah

RumahCom-Adanya aplikasi SiKasep memudahkan pendaftaran hingga memantau pembelian rumah murah. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa mendapatkan pprogram KPR bersubsidi melalui Fasilitas Likuid

Lanjutkan membacaMaret 5, 2020

Selain Lokasi, Ini Faktor Penting Lainnya Terkait Produk Properti

RumahCom-Saat ini lokasi bukan hanya sebagai acuan penting produk properti yang baik. Faktor lain yang mendukung produk properti yang baik yaitu, konsep pengembangan produk, segmen pricing, perkembang

Lanjutkan membacaMaret 6, 2020

Rumah Dengan Ruangan Terbatas? Ini Solusi Cerdas Agar Terlihat Lapang dan Rapi

RumahCom - Memiliki rumah mungil dengan ruangan terbatas bisa diatur agar tetap terlihat lapang dan rapi. Salah satu solusi cerdas yang fungsional dengan menggunakan perabotan rumah tangga yang multi

Lanjutkan membacaMaret 9, 2020

Masukan