Bank Indonesia (BI): Indeks Harga dan Penjualan Properti Residensial Naik Tipis

Maret 11, 2020

RumahCom – Bank Indonesia (BI) dalam rilisnya mengenai survei harga properti residensial untuk pasar primer, mencatatkan kenaikan tipis pada periode triwulan keempat atau akhir tahun 2019 lalu. Menurut Divisi Statistik Sektor Riil Departemen Statistik Bank Indonesia, kenaikan harga pada triwulan lalu diikuti dengan tren kenaikan pada triwulan pertama tahun 2020.

Survei BI tersebut menyebut, harga properti residensial tumbuh sebesar 0,3 persen pada triwulan keempat 2019 walaupun peningkatannya lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 0,50 persen. Diperkirakan pada triwulan pertama 2020 ini tren tersebut akan kembali meningkat sebesar 0,43 persen.

Di tengah kenaikan harga dengan nilai tipis ini, penjualan properti residensial pada triwulan kemarin masih mengalami penurunan. Indikasi ini mencerminkan tingkat penjualan properti residensial yang turun mencapai 16,33 persen dari sebelumnya tumbuh 16,18 persen dan ini terjadi hampir pada seluruh tipe rumah.

Perlambatan kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah terkecil yang turun dari 0,96 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 0,32 persen pada triwulan keempat 2019. Kenaikan harga rumah tipe kecil tercatat tumbuh sebesar 0,3 persen dari kuartal sebelumnya sebesar 0,24 persen. Berdasarkan wilayah, kenaikan tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,99 persen diikuti Medan sebesar 0,69 persen.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

Secara tahunan, indeks harga properti residensial masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,77 persen kendati angka ini lebih besar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 1,80 persen. Indeks pertumbuhan yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada rumah-rumah tipe menengah dan besar dari 1,07 persen menjadi 1,03 persen. Secara wilayah, pertumbuhan indeks tertinggi terjadi di Medan sebesar 7,64 persen dan Manado sebesar 2,54 persen.

Survei juga menyebut, mayoritas pendanaan proyek kalangan pengembang masih mengandalkan dana internal perusahaan dengan porsi mencapai 58,80 persen. Sisanya dari dana konsumen, investor, dan berbagai instrumen lainnya. Mayoritas konsumen properti masih membeli menggunakan pembiayaan dari bank dengan porsi mencapai 71,88 persen.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

RumahCom - Banjir di Jakarta memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Lalu tipe banjir apa yang sering terjadi di Jakarta? Menurut Nirwono Joga selaku Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakt

Lanjutkan membacaMaret 9, 2020

Kabar Baik, Sektor Properti Sudah Membaik Di Tahun Ini

RumahCom - Industri properti sempat melemah beberapa tahun belakangan ini. Banyak analisis mengatakan belum adanya tanda-tanda kebangkitan. Kabar baiknya menurut data dan riset, justru industri proper

Lanjutkan membacaMaret 9, 2020

Stok Lahan Luas Yang Dimiliki Pengembang Apakah Jadi Beban Konsumen?

RumahCom – Perusahaan pengembang pada umumnya memiliki stok lahan luas (landbank) yang diambil dari sebagian keuntungan penjualan. Jangan khawatir, konsumen tidak akan dikenakan beban bunga kepada

Lanjutkan membacaMaret 10, 2020

Kementerian PUPR Gandeng Mahasiswa UGM Untuk Program Bedah Rumah

RumahCom – Kementerian PUPR bersama dengan perguruan tinggi melakukan program kerja sama penelitian dan pengembangan untuk mengawal program perumahan khusus kalangan masyarakat berpenghasilan rendah

Lanjutkan membacaMaret 10, 2020

Sering Banjir, Kenapa Harga Rumah Di Jakarta Tidak Turun?

RumahCom – Seperti yang kita tahu, Jakarta memang dikenal dengan langganan banjir. Namun, walaupun banjir tetapi harga rumah justru cenderung lebih stabil. Ternyata banyak faktor yang membuat harga

Lanjutkan membacaMaret 10, 2020

Masukan