Syarat Rumah Bersubsidi Yang Harus Dipatuhi

Maret 16, 2020

RumahCom – Pemerintah telah menjalankan program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun hal tersebut diikuti syarat-syarat yang harus dipatuhi. Jika melanggar maka ada sanksi yang berlaku.

Pemerintah sejak bulan April 2015 lalu mengeluarkan program rumah bersubsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah bersubsidi yang dibangun kalangan pengembang harus mengikuti harga jual maupun tipe rumah yang telah ditetapkan sementara konsumen MBR yang membeli bisa mendapatkan fasilitas KPR subsidi melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

FLPP akan memberikan subsidi bunga KPR hanya 5 persen selama jangka waktu (tenor) kredit yang bisa mencapai 15-20 tahun.  Artinya, kalau bunga pasar sebesar 10-12 persen, konsumen MBR tetap hanya membayar 5 persen karena selebihnya telah disubsidi oleh pemerintah.

Tentu ada berbagai syarat bagi MBR yang bisa mengakses rumah bersubsidi ini. Syarat utama yaitu kalangan MBR haruslah pekerja dengan penghasilan maksimal Rp4 juta/bulan baru bisa mendapatkan fasilitas KPR bersubsidi FLPP ini. Selain itu masih ada berbagai syarat lainnya.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid, pemerintah mengeluarkan patokan harga untuk rumah bersubsidi yang dibebaskan dari pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 18 Tahun 2019.

Tidak punya DP buat beli rumah? jangan khawatir. Simal video berikut untuk tahu tips kredit rumah tanpa DP.

“Patokan harga baru dikeluarkan untuk mengikuti peningkatan harga material bahan bangunan sehingga kalangan pengembang yang membangun rumah subsidi bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Rentang harganya tergantung lokasi, intinya tetap untuk kalangan MBR dengan penghasilan maksimal Rp4 juta per bulan,” katanya.

Patokan harga rumah bersubsidi di wilayah Pulau Jawa (di luar Jabodetabek) pada tahun lalu sebesar Rp140 juta dan telah dinaikan menjadi Rp150,5 juta. Harga yang tertinggi berlaku di Papua dan Papua Barat sebesar Rp212 juta dan Rp219 juta. Untuk ukuran rumah yang dibangun luasannya tidak melebihi dari 36 m2 dengan luas kaveling tidak boleh kurang dari 60 m2.

Syarat lainnya, kalangan MBR belum pernah menerima subsidi perumahan sebelumnya dan harus menempati rumah yang dibelinya tersebut. Rumah yang telah dibeli tidak boleh dipindahtangankan ke pihak lain, dikontrakan, maupun dijual untuk jangka waktu empat tahun setelah dimiliki.“Kami memiliki tim untuk melakukan survei secara random apakah rumah yang sudah dibeli tersebut digunakan, kosong, atau malah dihuni oleh bukan pemiliknya. Kalau sampai ada yang seperti itu, kemudahan subsidinya bisa kami cabut bahkan si pemilik akan diharuskan untuk mengembalikan subsidi yang telah diterima,” ujar Khalawi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Ridho Bagus
Jul 15, 2020
Kalo luas kavling 104 m2 dan luas bangunan 36m2 apa bisa dapat subsidi..?
tuparman man
Jun 16, 2020
Fakta di lapangan banyak rumah subsidi yang tidak dihuni oleh pemiliknya, bahkan orang kalangan menegah keatas pun turut dapat memiliki rumah subsidi, dengan cara meminjam nama orang lain pada saat pengajuan kreditnya. Tolong ditindak oleh aparat terkait, agar rumah subsidi tepat sasaran.
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Banyak Developer Masuk Sentul, Apa Sih Kelebihannya?

RumahCom – Sentul, Bogor menjadi salah salah lokasi yang mulai didatangi pengembang dengan berbagai kelebihannya. Menawarkan hunian dengan panorama alam asri dan nyaman yang berada di bukit-bukit. M

Lanjutkan membacaMaret 12, 2020

Kelebihan Beli Properti Di Dalam Kawasan Kota Baru (Kota Mandiri)

RumahCom – Membeli properti harus dilihat jangka panjang 5-10 tahun ke depan. Umumnya Kawasan kota baru (township) menjadi alternatif properti yang berpotensi terjadi peningkatan melalui hal-hal pen

Lanjutkan membacaMaret 12, 2020

Punya Unit Properti Nganggur, Bisa Dikerjasamakan Dengan Berbagai Model

RumahCom – Properti sebagai aset berharga yang bisa menjadi investasi baik jual beli maupun sewa. Di era digital ini, properti juga mengalami perubahan, salah satunya dalam sistem sewa-menyewa melal

Lanjutkan membacaMaret 12, 2020

Penerapan Konsep Green Harus Dimulai Oleh Pemerintah

RumahCom – Pengembang saat ini masih jauh dari penerapan konsep green property. Padahal adanya konsep ini bisa memberikan dampak luas yang dirasakan langsung. Melakukan hal konkrit lebih efektif dib

Lanjutkan membacaMaret 13, 2020

Kesulitan Pengembang Menjual Produk Lebih Murah Saat Situasi Bisnis Propeti Lesu

RumahCom – Sektor properti terlihat terus melemah, pengembang harus mencari siasat lain agar properti bisa dijangkau masyarakat. Pengembang juga harus menyesuaikan harga properti dengan kondisi pasa

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Masukan