Tipe-Tipe Pembeli Apartemen, Ada Yang Bahaya Juga Lho

Maret 16, 2020

RumahCom – Pembeli apartemen memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada tiga jenis pembeli apartemen dan salah satunya pembeli spekulan. Pembeli tipe ini bisa berbahaya saat akan membeli apartemen.

Di kawasan perkotaan yang harga lahannya sudah teramat mahal umumnya yang dikembangkan adalah proyek vertikal housing atau apartemen. Dengan pengembangan ke atas lahan yang ada bisa dimaksimalkan sehingga harga jual produknya juga bisa lebih terjangkau untuk kalangan konsumen yang lebih luas.

Seiring perkembangannya, banyak produk-produk apartemen dibeli untuk dijadikan instrumen investasi. Umumnya apartemen dipasarkan hanya dengan menjual gambar, tentunya harga yang ditawarkan saat berupa gambar masih jauh lebih murah, seiring perkembangan dan progres pembangunan, harga apartemen akan terus meningkat.

Karena itu banyak yang membeli apartemen untuk mendapatkan keuntungan (gain) dari selisih harga beli dan saat menjual. Seluruh proses pemasaran hingga progress pembangunan ini, transaksi jual-beli unit apartemennya bisa berlangsung berkali-kali karena banyak yang berharap dari selisih margin yang bisa didapatkan. Umumnya setelah proyek apartemen ini jadi bangunannya akan kosong karena mayoritas pembelinya investor.

Menurut Ibnu Tadji, Ketua Umum Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI), bila dipetakan ada tiga tipe konsumen pembeli apartemen mulai konsumen pembeli untuk dihuni (pengguna/end user), beli untuk investasi, dan konsumen dari kalangan spekulan.

Mau membeli apartemen, sebaiknya pahami langkah mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) lewat video berikut ini.

“Pembeli dari kalangan spekulan itu yang bahaya, dia membeli saat barangnya belum ada dan langsung mencicil ke developer. Saat proyek berproses dan dibangun harganya tentu naik dan konsumen spekulan ini mentransaksikan margin keuntungannya dengan developer untuk dijual kembali ke konsumen. Bahayanya itu seluruh prosesnya tidak ada jaminan hitam di atas putih, belum kalau proyeknya gagal terbangun, konsumen ini tidak ada perlindungan sama sekali,” ujarnya.

Kalangan konsumen spekulan seperti ini seharusnya mulai diatur oleh pemerintah sehingga proyek apartemen tidak dijadikan ajang spekulasi seperti ini. Hal ini juga akan terkait dengan keberlangsungan proyek saat nanti sudah jadi dan operasional. Kalangan spekulan yang terlalu aktif mentransaksikan unitnya akan membuat apartemennya tidak terhuni dan ini akan merugikan konsumen yang membeli untuk dihuni.

Sementara itu, konsumen yang membeli unit apartemen dan berharap ada kenaikan investasinya umumnya dari kalangan yang sudah memiliki produk properti berupa rumah tapak (landed house). Umumnya kalangan ini akan menyewakan unitnya sehingga dia membeli dengan pengharapan unitnya bisa menghasilkan uang sewa (yield) selain peningkatan nilai harganya.

“Kelihatannya sederhana padahal pengelolaan apartemen itu sangat kompleks. Nantinya harus diatur menyangkut pengelolaan maupun pemeliharaan fasilitas dan barang bersama, maintenance gedung seperti taman, lift, penerangan umum, keamanan, kebersihan, dan sebagainya. Konsumen spekulan biasanya tidak mau diserahterimakan karena akan langsung dikenakan kewajiban membayar iuran pengelolaan lingkungan (IPL), kasihan yang mau menghuni akan terbebani dengan konsumen yang seperti ini, makanya harus mulai diatur oleh pemerintah,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Punya Unit Properti Nganggur, Bisa Dikerjasamakan Dengan Berbagai Model

RumahCom – Properti sebagai aset berharga yang bisa menjadi investasi baik jual beli maupun sewa. Di era digital ini, properti juga mengalami perubahan, salah satunya dalam sistem sewa-menyewa melal

Lanjutkan membacaMaret 12, 2020

Penerapan Konsep Green Harus Dimulai Oleh Pemerintah

RumahCom – Pengembang saat ini masih jauh dari penerapan konsep green property. Padahal adanya konsep ini bisa memberikan dampak luas yang dirasakan langsung. Melakukan hal konkrit lebih efektif dib

Lanjutkan membacaMaret 13, 2020

Kesulitan Pengembang Menjual Produk Lebih Murah Saat Situasi Bisnis Propeti Lesu

RumahCom – Sektor properti terlihat terus melemah, pengembang harus mencari siasat lain agar properti bisa dijangkau masyarakat. Pengembang juga harus menyesuaikan harga properti dengan kondisi pasa

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Syarat Rumah Bersubsidi Yang Harus Dipatuhi

RumahCom – Pemerintah telah menjalankan program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun hal tersebut diikuti syarat-syarat yang harus dipatuhi. Jika melanggar maka ada

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Bagaimana Pengembang Menentukan Harga Jual Produknya?

RumahCom – Menentukan harga jual properti memang tidak asal. Pengembang mematok harga dengan berbagai pertimbangan yang cocok dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar oleh pengembang. Kalangan pe

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Masukan