Properti Lesu Bikin Pasar Lebih Bagus

Maret 17, 2020

RumahCom – Memang sektor properti sedang lesu beberapa tahun ini. Tetapi pasar masih memberikan sinyal baik dengan kondisi pasar yang riil. Terlihat kenaikan properti masih aman dan tidak melonjak-lonjak seperti dahulu.

Sektor properti yang lesu sejak beberapa tahun terakhir ternyata memiliki dampak yang cukup bagus pada kondisi pasar yang riil. Dampak dalam arti situasi bisnis yang menjadi lebih baik karena pada saat zaman booming properti, peningkatan penjualan maupun kenaikan harga yang tinggi didorong oleh pasar yang irasional khususnya dari kalangan pembeli investor.

Menurut Preadi Ekarto, Presiden Komisaris ISPI Group, pengembang beberapa perumahan di Jabodetabek sejak tahun 2018 Mayortitas pembeli properti khususnya di sektor perumahan, 80 persen menggunakan pembiayaan KPR dari sebelumnya 30-40 persen saja. Kalangan konsumen investor seperti menahan diri karena kenaikan nilai properti tidak seperti dulu yang melonjak-lonjak.

“Jadi kami melihatnya positif saja walaupun situasi bisnisnya masih sulit. Dengan konsumen dari kalangan user yang membeli, tren kenaikan harga yang terjadi juga menjadi lebih realistis. Hal ini juga didukung dengan kemudahan pembiayaan bank seperti suku bunga yang makin rendah, uang muka ringan, tenor yang lebih panjang, dan sebagainya,” katanya.

Tidak sulit mempunyai rumah, ada banyak cara salah satunya KPR. Simak video berikut ini untuk informasi lengkapnya.

Faktor pendukung lainnya karena masifnya proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah seperti pelebaran jalan nasional, jalan tol, transportasi umum, bandara, pelabuhan, dan sebagainya. Hal ini berdampak langsung pada sektor properti karena membuat konsumen bisa melihat gambaran properti yang dibelinya akan sangat bagus untuk jangka panjang, ditunjang berbagai kemudahan infrastruktur ini.

 

Dari sisi kenaikan harga, Pradi menyebut masih tetap naik walaupun secara nilai tidak setinggi dulu. Namun sekali lagi, kenaikan itu justru lebih mencerminkan situasi aslinya dan bukan kenaikan di atas kertas yang terkesan tinggi tapi nanti saat ditransaksikan nilainya belum tentu segitu.

Saat ini rata-rata kenaikan harga properti masih bisa mencapai 10 persen. Minimal untuk mengikuti kenaikan harga material bahan bangunan dan sedikit apresiasi atas kenaikan nilai tanahnya. Pencapaian segini disebut masih cukup bagus karena kenaikannya masih di atas rata-rata nilai inflasi.

Hal yang lain lagi dari segmentasi harga, lebih mencuat untuk kisaran harga di bawah Rp500 juta. Angka ini telah mencerminkan kemampuan atau daya beli mayoritas masyarakat. Produk dengan harga di atas Rp1 miliar tetap ada namun porsinya mengecil dibandingkan yang harganya di bawah Rp500 jutaan.

“Jadi pasar segmen menengah saat ini sangat bagus dan daya beli masyarakatnya lebih terjamin. Produk yang harganya lebih tinggi tetap ada dan umumnya dibeli oleh masyarakat yang ingin naik kelas dari rumah yang lebih kecil ke ukuran yang lebih besar. Kendati secara umum pasarnya lesu tapi kami tetap optimis karena nyatanya telah memunculkan segmen baru, dan membuat pasar menjadi lebih riil sebagaimana yang kami sasar selama ini,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Penerapan Konsep Green Harus Dimulai Oleh Pemerintah

RumahCom – Pengembang saat ini masih jauh dari penerapan konsep green property. Padahal adanya konsep ini bisa memberikan dampak luas yang dirasakan langsung. Melakukan hal konkrit lebih efektif dib

Lanjutkan membacaMaret 13, 2020

Kesulitan Pengembang Menjual Produk Lebih Murah Saat Situasi Bisnis Propeti Lesu

RumahCom – Sektor properti terlihat terus melemah, pengembang harus mencari siasat lain agar properti bisa dijangkau masyarakat. Pengembang juga harus menyesuaikan harga properti dengan kondisi pasa

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Syarat Rumah Bersubsidi Yang Harus Dipatuhi

RumahCom – Pemerintah telah menjalankan program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun hal tersebut diikuti syarat-syarat yang harus dipatuhi. Jika melanggar maka ada

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Bagaimana Pengembang Menentukan Harga Jual Produknya?

RumahCom – Menentukan harga jual properti memang tidak asal. Pengembang mematok harga dengan berbagai pertimbangan yang cocok dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar oleh pengembang. Kalangan pe

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Tipe-Tipe Pembeli Apartemen, Ada Yang Bahaya Juga Lho

RumahCom – Pembeli apartemen memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada tiga jenis pembeli apartemen dan salah satunya pembeli spekulan. Pembeli tipe ini bisa berbahaya saat akan membeli aparteme

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Masukan