Bisa Kok Investasi Properti Secara Patungan, Ini Cara Kerjanya

Maret 17, 2020

RumahCom – Berbagai investasi ditawarkan dan salah satunya investasi properti patungan. Dana ini akan dikelola oleh perusahaan dan dibelikan properti. Lalu bagaimana pembagian hasilnya? Jelas ini akan menguntungkan karena harga properti selalu meningkat setiap tahunnya.

Properti merupakan salah satu jenis barang yang bisa dinikmati dan di sisi lain bisa menjadi instrumen investasi karena ada kepastian kenaikan nilainya. Membeli properti minimal bisa “menahan” kekayaan kita karena kenaikan nilai properti yang dibeli umumnya setara atau lebih tinggi dari nilai inflasi sebuah negara.

Properti juga menjadi jenis investasi yang aman karena barangnya berwujud tidak seperti investasi saham di pasar bursa. Kekurangan dari investasi properti sifatnya yang tidak mudah likuid karena butuh proses untuk mentransaksikannya selain properti juga butuh perawatan.

Properti juga relatif mahal dari sisi harga dan hanya kalangan tertentu yang bisa mengakses tipe investasi ini. Namun dengan perkembangan teknologi dan maraknya konsep ekonomi berbagai (sharing economy), membuat investasi di sektor properti bisa disiasati menjadi lebih mudah dan ringan.

Konsepnya, bisnis investasi properti ini ditawarkan secara crowd funding sehingga satu produk properti bisa dibeli oleh beberapa orang melalui sebuah perusahaan rintisan (start up) yang saat ini mulai marak ditawarkan. Salah satunya dari PT Properti Anda Sejahtera (Properti Anda) dan PT Nabung Properti Indonesia (Napro).

Menurut Edward Suwandi, CEO Properti Anda, konsep crowd funding untuk bisnis ini sangat sederhana. Properti yang dibeli diatasnamakan perusahaan dan nanti saat harganya naik bisa dijual dan setiap investor yang ikut urunan akan mendapatkan pengembalian modalnya plus nilai keuntungan sesuai porsi modal yang dibayarkannya.

 

Ingin membeli apartemen, siapkan dulu biaya-biaya berikut ini agar pembelian apartemen menjadi lancar. Selengkapnya, yuk nonton video berikut ini.

“Kendala untuk bisnis properti itu harganya terlalu tinggi sehingga tidak bisa dijangkau oleh kebanyakan orang. Dengan pola ini kita buat investasi properti secara rame-rame, patungan, atau kroyokan, setiap orang bisa menyetor sesuai kemampuannya dan mendapatkan untung sesuai modalnya secara proporsional,” ujarnya.

Model investasi ini juga disebut akan meminimalkan risiko karena potensi risikonya juga disebar ke banyak orang. Selain menjual saat nilai propertinya naik, investasi ini juga memungkinkan untuk propertinya disewakan. Nantinya para investor akan mendapatkan pembayaran sewanya juga secara proporsional sesuai modal disetornya.

Pihak perusahaan dalam hal ini Properti Anda, akan memastikan produk properti yang dibeli merupakan produk terbaik dari pengembang yang telah memiliki reputasi dan pengalaman. Selain itu karena produk propertinya dibeli secara tunai, Properti Anda bisa mendapatkan harga terbaik yang juga akan lebih menjamin nilai keuntungan dari peningkatan harga produk propertinya. Properti Anda menetapkan sharing modal paling minimal mulai Rp500 ribu.

Ilustrasinya seperti ini, bila kita ikut investasi ini dengan modal Rp1 juta untuk produk properti seharga Rp500 juta, dalam satu tahun katakan produknya menjadi senilai Rp600 juta sehingga investasi kita menjadi Rp1,1 juta. Modal investasi yang kita miliki ini selanjutnya bisa dijual kepada sesama investor atau orang lain selama transaksinya melalui platform Properti Anda.

Untuk produk properti yang disewakan, setiap pembayaran uang sewa akan ditransfer ke rekening investor setiap kuartal sesuai dengan porsi investasinya. Biasanya nilai sewa mencapai 7-8 persen dari harga propertinya per tahun. Perusahaan akan memungut komisi yang relatif rendah untuk setiap transaksi yang terjadi di dalam platform bersamanya.

Sementara konsep Napro juga hampir serupa dengan Properti Anda. Bedanya Napro hanya menawarkan produk properti yang bekerja sama dengan kalangan developer. Hal ini untuk menjamin dari pendapatan sewa (rental guarantee) di muka yang akan diberikan oleh pengembang. Selain jenis propertinya juga dibatasi, hanya produk residensial khususnya apartemen.

“Kami akan langsung memberikan rental guarantee itu dari developer kepada investor dalam bentuk diskon harga. Rata-rata rental guarantee bisa mencapai 8-12 persen per tahun sehingga dalam enam bulan properti yang kita miliki bisa dijual dan investor mendapatkan keuntungan 8-12 persen itu sesuai porsi modal yang disetornya,” jelas Benny Saputro, Chief Technology Officer Napro.

Napro akan sesegera  mungkin menjual propertinya begitu ada kenaikan harga sehingga bisa membuat investasi ini bergulis secara cepat. Kalaupun bisnis properti tengah lesu, harapannya produk yang dijual harganya tetap sama sehingga minimal investor tidak mengalami kerugian bila propertinya dijual dengan harga yang sama saat membeli. Namun tentunya ini merupakan skenario terburuk.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kesulitan Pengembang Menjual Produk Lebih Murah Saat Situasi Bisnis Propeti Lesu

RumahCom – Sektor properti terlihat terus melemah, pengembang harus mencari siasat lain agar properti bisa dijangkau masyarakat. Pengembang juga harus menyesuaikan harga properti dengan kondisi pasa

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Syarat Rumah Bersubsidi Yang Harus Dipatuhi

RumahCom – Pemerintah telah menjalankan program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun hal tersebut diikuti syarat-syarat yang harus dipatuhi. Jika melanggar maka ada

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Bagaimana Pengembang Menentukan Harga Jual Produknya?

RumahCom – Menentukan harga jual properti memang tidak asal. Pengembang mematok harga dengan berbagai pertimbangan yang cocok dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar oleh pengembang. Kalangan pe

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Tipe-Tipe Pembeli Apartemen, Ada Yang Bahaya Juga Lho

RumahCom – Pembeli apartemen memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada tiga jenis pembeli apartemen dan salah satunya pembeli spekulan. Pembeli tipe ini bisa berbahaya saat akan membeli aparteme

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Masukan