Selain TOD, Ada Juga Opsi Pengembangan Berbasis Jalan

Maret 17, 2020

RumahCom – Pengembangan infrastruktur di sektor properti tidak hanya TOD. Masih ada pilihan lain yaitu sistem jaringan jalan. Sistem ini sudah diterapkan di Negara Hongkong dan pengembang properti tanah air Agung Sedayu Group.

Saat ini sektor properti tengah disemarakan dengan penawaran produk properti hunian yang dilengkapi dengan transportasi umum atau konsep transit oriented development (TOD). Pengembang yang menjual produk properti dekat dengan sarana transportasi umum langsung mem-branding produknya dengan istilah TOD padahal konsep TOD bukan sekadar dekat transportasi umum.

TOD merupakan sebuah kawasan terbuka yang para penghuni maupun masyarakat umum bisa memanfaatkan berbagai moda transportasi umum. Pergantian moda transportasi harus bisa ditempuh dengan berjalan kaki yang berjarak tempuh maksimal 800 m. Konsep ini dianggap ideal khususnya untuk menata kawasan perkotaan yang sudah sangat padat sehingga bisa menjadi solusi menyeluruh sebuah hunian, sarana transportasi, maupun berbagai fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Herry Trisaputra Zuna, mantan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), konsep TOD seharunya bisa lebih jauh lagi dari pada yang banyak didefinisikan oleh kalangan pengembang. Jadi TOD tidak bisa hanya sekadar memfasilitasi intra moda di suatu kawasan tapi harus lebih luas lagi.

“Sekarang itu konsepnya baru sebatas rumah atau apartemen yang dekat stasiun karena orientasinya hanya re-rider yang memanfaatkan stasiun. Baik pengembang swasta maupun BUMN gembira betul menjual konsep TOD ini karena ada nilai plus dari produknya, padahal harusnya lebih dari itu. Stasiun itu harus jadi center dan dibuat perimeter dengan kawasan sekitarannya sehingga akan membantu seluruh kawasannya bukan hanya proyek TOD-nya saja,” katanya.

Adanya MRT membuat kemudahan dalam mobilitas. Lalu bagaimana dampak MRT pada kenaikan properti? Jawabannya ada di video berikut ini ya.

Selain itu ada konsep lain yang juga bagus yang bisa dikembangkan untuk lebih menata sebuah kawasan perkotaan yang padat. Tetap dengan konsep TOD namun pendekatannya dengan sistem jaringan jalan. Selama ini sistem jaringan jalan selalu dikaitkan untuk kemudahan aksesibilitas dan penyaluran logistik.

Padahal jaringan jalan bisa berfungsi lebih dengan diintegrasikan sebagai public transport sehingga pengembangan suatu kawasan dikembangkan dengan jaringan jalannya. Konsep jalan simpang susun misalnya, bisa menjadi awal dari sebuah pengembangan perkotaan yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk membuat suatu kawasan berkembang dan meluas dari pusat simpang susunnya.

Salah satu contohnya di Hongkong dengan konsep railway plus property (R+P) yang mengembangkan perumahan dan sarana transportasinya. Dengan begitu pengembang bisa mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun trase jalan yang akan mendukung kawasan pengembangannya dan tidak perlu menunggu pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah.

“Pengembang Agung Sedayu sudah memulai konsep seperti ini untuk pengembangan kawasannya. Dari awal di-declaire di sini perumahannya dan akses jalannya, nantinya tentu jalan tersebut tetap terbuka untuk umum sehingga dibuat suatu integrated development dengan pola kolaborasi swasta-pemerintah dan semua mendapatkan manfaatnya dan akses jalan maupun produk properti menjadi bagian dari development kota,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Syarat Rumah Bersubsidi Yang Harus Dipatuhi

RumahCom – Pemerintah telah menjalankan program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun hal tersebut diikuti syarat-syarat yang harus dipatuhi. Jika melanggar maka ada

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Bagaimana Pengembang Menentukan Harga Jual Produknya?

RumahCom – Menentukan harga jual properti memang tidak asal. Pengembang mematok harga dengan berbagai pertimbangan yang cocok dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar oleh pengembang. Kalangan pe

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Tipe-Tipe Pembeli Apartemen, Ada Yang Bahaya Juga Lho

RumahCom – Pembeli apartemen memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada tiga jenis pembeli apartemen dan salah satunya pembeli spekulan. Pembeli tipe ini bisa berbahaya saat akan membeli aparteme

Lanjutkan membacaMaret 16, 2020

Properti Lesu Bikin Pasar Lebih Bagus

RumahCom – Memang sektor properti sedang lesu beberapa tahun ini. Tetapi pasar masih memberikan sinyal baik dengan kondisi pasar yang riil. Terlihat kenaikan properti masih aman dan tidak melonjak-l

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Bisa Kok Investasi Properti Secara Patungan, Ini Cara Kerjanya

RumahCom – Berbagai investasi ditawarkan dan salah satunya investasi properti patungan. Dana ini akan dikelola oleh perusahaan dan dibelikan properti. Lalu bagaimana pembagian hasilnya? Jelas ini ak

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Masukan