Mau Jual Rumah, Perhatikan Hal Ini Supaya Dapat Harga Bagus

Maret 18, 2020

RumahCom – Properti yang ingin kita jual harus di-touch up supaya bisa mendapatkan harga terbaik. Menjual properti apa adanya apalagi yang sudah bertahun-tahun akan membuat nilai bangunannya sangat rendah dan hanya nilai tanah yang nanti dihitung.

Memiliki properti tentu sangat menyenangkan karena nilainya akan selalu meningkat sehingga produk ini kerap disebut instrumen investasi yang cukup baik. Hanya saja sifat properti tidak mudah likuid, butuh proses yang cukup panjang bila kita ingin menjual dan menjadikannya uang tunai.

Properti seperti rumah yang ingin kita jual juga harus sedikit diperbaiki (touch up) supaya tampil lebih menarik dan kita mendapatkan harga yang lebih baik. Pertama, kita juga harus melakukan survei dan riset kecil terkait harga pasaran dengan tipe yang setara supaya kita mendapatkan patokan dan tidak menjual barang di bawah maupun di atas harga pasarnya.

Selain lokasi ataupun umur bangunan, ada banyak hal yang bisa menentukan harga jual sebuah properti seken yang akan kita jual. Misalnya, status sertifikat hak milik dengan hak guna bangunan (HGB) harganya akan berbeda, pemandangan bangunan, keberadaan fasilitas di sekitaran, lebar jalan masuk, arah hadap rumah, dan banyak lagi bisa menjadi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga yang kita patok.

 

Jadi tidak bisa kita menjual properti dengan selera kita sebelum melakukan riset terkait harga pasaran maupun nilai jual obyek pajak (NJOP) yang ditetapkan oleh pemerintah di lokasi properti kita. Dengan perkembangan teknologi sebetulnya kita bisa lebih mudah melakukan riset itu karena semuanya bisa kita browsing di dunia maya termasuk nantinya memasarkan properti tersebut melalui sistem online.

 

Menurut Oka M. Kauripan, Direktur LJ Hooker Indonesia, sebuah perusahaan broker properti dari Australia, untuk mendapatkan harga terbaik dari properti yang ingin kita jual sebaiknya jangan secara as is atau apa adanya. Properti yang dipasarkan perlu di-make up dulu karena kita tidak tahu kesan apa yang akan diterima oleh calon pembeli.

“Kalau bangunan sudah tua dan kita pasarkan as is, bisa jadi calon konsumen hanya akan menghitung harga tanahnya. Karena itu penting untuk melakukan touch up sebelum produk yang kita jual dipasarkan, minimal rumah harus terlihat lebih rapi dan ada kesan pertama yang menggoda sehingga lebih menarik,” ujarnya.

Tidak ada patokan berapa kita harus mengeluarkan dana untuk melakukan touch up pada properti yang hendak kita jual. Kadang hanya dengan melakukan pengecatan pada bagian fasad rumah atau sekadar mengganti gorden langsung mengubah kesan pertama dan memiliki dampak yang besar hingga membuat harga jual bisa naik 5-10 persen.

Beli rumah bekas juga menjadi pilihan yang tepat. Simak video berikut ini untuk mengetahui langkah aman membeli rumah bekas.

Bagian yang penting adalah memastikan rumah yang dipasarkan terlihat nyaman untuk ditempati atau ditonjolkan potensi lainnya. Misalnya ada spot taman yang bisa digunakan untuk membuat kolam dan dijadikan tempat minum teh, dapur yang lebih luas sehingga lebih menarik untuk orang yang hobi masak, ada ruang tambahan untuk perpustakaan maupun ruang hobi, atau keunggulan lainnya.

Bila kita memiliki pemahaman yang rendah terhadap properti yang hendak dijual, supaya lebih mudah kita juga bisa menggunakan jasa broker properti. Selama ini banyak pemilik properti enggan menjual propertinya menggunakan jasa broker karena keberatan akan mengurangi pendapatannya setelah dipotong untuk komisi (fee) agen properti.

“Broker properti itu bukan sekadar memotong keuntungan karena ada fee-nya, tapi dengan broker properti bisa membantu pemilik untuk mendapatkan harga terbaik dan calon konsumen mendapatkan produk yang tepat. Jadi broker bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tapi memberikan jasa konsultasi terkait produk, lokasi, potensi pasar, dan sebagainya,” beber Oka.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap dalam Daftar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Properti Lesu Bikin Pasar Lebih Bagus

RumahCom – Memang sektor properti sedang lesu beberapa tahun ini. Tetapi pasar masih memberikan sinyal baik dengan kondisi pasar yang riil. Terlihat kenaikan properti masih aman dan tidak melonjak-l

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Bisa Kok Investasi Properti Secara Patungan, Ini Cara Kerjanya

RumahCom – Berbagai investasi ditawarkan dan salah satunya investasi properti patungan. Dana ini akan dikelola oleh perusahaan dan dibelikan properti. Lalu bagaimana pembagian hasilnya? Jelas ini ak

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Selain TOD, Ada Juga Opsi Pengembangan Berbasis Jalan

RumahCom – Pengembangan infrastruktur di sektor properti tidak hanya TOD. Masih ada pilihan lain yaitu sistem jaringan jalan. Sistem ini sudah diterapkan di Negara Hongkong dan pengembang properti t

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Perubahan Pola Hunian Harus Disiasati Pengembang

RumahCom - Seiring perkembangan zaman dan perubahan tren, pengembang properti harus mulai memikirkan karakteristik dan menyesuaikan keinginan pasar. Di Indonesia sendiri, generasi milenial menjadi pas

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Sudah Mulai Ada Pergeseran, Orang Pilih Hunian Di Pusat Kota Ketimbang Pinggiran

RumahCom – Tren hunian sudah mulai menurun dari pinggiran kota ke hunian tengah kota berupa Apartemen. Ini karena banyak para pekerja yang memilih untuk realistis, praktis, dan ingin serba mudah dii

Lanjutkan membacaMaret 18, 2020

Masukan