Produk Properti Baru Dan Seken Sama-Sama Tertekan, Ini Alasannya

Maret 27, 2020

RumahCom – Seperti juga produk properti baru, harga produk properti seken juga ikut tertekan karena banyaknya orang yang mau menjual. Sekarang situasi pasar lagi berada pasa posisi konsumen karena bisa mendapatkan harga produk di bawah nilai pasarnya.

Bisnis properti yang lesu tidak hanya memukul produk-produk baru (prime) yang dipasarkan kalangan pengembang baik rumah tapak, apartemen, ruko, shophouse, dan lainnya. Sejak beberapa tahun lalu, pemilik uang yang biasanya berbelanja produk properti terus memperpanjang aksi wait and see-nya atau menginvestasikan uangnya di sektor lain seperti tabungan, deposito, logam mulia, atau lainnya.

Bukan hanya produk prime, sektor properti untuk produk-produk secondary khususnya rumah dan apartemen juga mengalami perlambatan bahkan koreksi harga baik secara nilai maupun jumlah unit yang dijual. Hal ini juga tidak terlepas dari para investor yang dulu membeli produk properti dan sekarang kesulitan untuk menjualnya.

Di sisi lain, kondisi ini justru membuat para pemilik uang bisa mendapatkan harga yang lebih bagus bahkan jauh di bawah harga pasarannya. Menurut Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong, sekarang situasi pasar berada pada sisi konsumen karena pemilik uang bisa lebih menawar produk secondary dan pemilik properti terlebih yang butuh uang (BU) mau tak mau melepas produknya di bawah harga pasaran.

Menggunakan agen properti untuk membantu proses pembelian rumah menjadi lebih lancar dan mudah, Lalu apa sih untungnya? nonton videonya berikut ini.

“Saat ini banyak sekali situasi BU itu dan pemilik terpaksa melepas atau jual rugi karena kalau ditahan dia akan lebih rugi, selain uangnya tidak bisa berputar harus keluar uang lagi untuk biaya perawatan. Secara rata-rata penurunan untuk sektor pasar secondary ini mencapai 20 persen, jadi sekarang ini justru saat yang tepat untuk mendapatkan harga terbaik di bawah pasaran,” ujarnya.

Di sisi lain produk properti memiliki keunikannya sendiri dibandingkan jenis produk lainnya yang kerap ditransaksikan. Bila si pemilik memiliki modal yang cukup kuat, harga properti seiring waktunya pasti akan naik lagi. Yang merepotkan, produk-produk properti yang dibeli kalangan investor beberapa tahun lalu dan ingin dilepas pada saat ini yang situasinya sedang tidak bagus. Inilah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

“Selain itu harga produk secondary ini juga bersaing dengan produk prime yang ditawarkan oleh pengembang. Karena sifatnya indent, produk prime memiliki pola cara bayar fleksibel sementara untuk produk secondary kita harus siap dengan uang tunai atau berkas untuk pengajuan KPR-nya. Akhirnya produk secondary ini bukan hanya bersaing sesama produk secondary tapi juga dengan produk prime yang lebih fleksibel,” beber Lukas.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ray White dan Loan Market Annual Awards 2020

Jakarta - Ray White bersama Loan market menggelar malam penganugerahan bertajuk “The 23rd and 3rd Annual Awards 2020." Penghargaan tahunan ini diberikan pada karyawan dan kantor yang berprestasi dar

Lanjutkan membacaMaret 26, 2020

Hitungan Biaya Pengelolaan Apartemen, Wajar Kah?

RumahCom – Tinggal di apartemen lebih praktis dan ada banyak fasilitas yang bisa dinikmati. Tapi banyaknya fasilitas selain hal teknis gedung yang harus dirawat membutuhkan biaya yang tidak sedikit,

Lanjutkan membacaMaret 26, 2020

Supaya Ideal, Kerja Di Kota, Beli Rumah Di Daerah

RumahCom – Kebanyakan pekerja akan kesulitan membeli rumah di kota, karena itu cukup bekerja dengan tinggal di hunian sewa dan mencicil rumahnya di kampung halaman. Format ini akan membuat kota-desa

Lanjutkan membacaMaret 26, 2020

Supaya Aman, Setiap Gedung Tinggi Harus Ada Pengawas Bangunan (Building Inspector)

RumahCom – Penerapan aturan dan pengawasan keamanan pada gedung tinggi masih sangat lemah. Dibutuhkan building inspector untuk menjamin keamanan sebuah gedung dengan pengawasan yang ketat dari pemer

Lanjutkan membacaMaret 27, 2020

Musim Virus Corona, Kurangi Jalan-jalan, Saatnya Beli Hunian

RumahCom - Hampir semua sektor perekonomian terkena dampak dari wabah virus Corona (COVID-19) yang paling terasa di sektor pariwisata. Banyak yang merencanakan untuk jalan-jalan justru harus tertunda

Lanjutkan membacaMaret 27, 2020

Masukan