Kalau Penduduk Tinggal Di Apartemen, Akan Lebih Mudah Menata Kota

Maret 30, 2020

RumahCom – Keterbatasan lahan membuat warga kota harus tinggal di hunian vertikal sehingga pemerintah juga lebih mudah menata kawasan kotanya. Perkembangan kota juga akan menguat fungsi jasa dibandingkan fungsi lain yang akan berkembang ke pinggirannya.

Beberapa kalangan menyebut perkembangan Jakarta hingga menjadi seperti ini merupakan salah satu kegagalan kota. Bukannya lebih baik, ada banyak faktor yang akhirnya membuat kegagalan ini malah diadopsi oleh wilayah lainnya dan itu yang membentuk wajah megapolitan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) menjadi seperti saat ini.

Karena itu untuk perkotaan mau tak mau pengembangan vertikal harus lebih diutamakan untuk memaksimalkan fungsi lahannya yang semakin terbatas, salah satunya pengembangan hunian vertikal atau apartemen untuk tempat tinggal warganya. Jadi perkembangan apartemen di perkotaan bukan semata-mata mengikuti tren tapi memang perkembangan alamiah sebuah perkotaan seiring lahan yang kian terbatas.

Mau membeli apartemen, sebaiknya pahami langkah mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) lewat video berikut ini.

Menurut Lilia Sukotjo, Direktur Marketing Alam Sutera, sebuah township di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, perkembangan kota-kota yang semakin padat secara alamiahnya akan menjurus kepada kota jasa. “Kita bisa lihat tren perkotaan seperti itu baik di New York, Los Angeles, San Franciso, Paris, dan begitupun di Jakarta,” katanya.

Konsep seperti ini juga bisa dilihat dari rencana pengembangan kota yang dibuat oleh pemerintah. Sejak tahun 1991 sudah ada rancangan Jakarta Metropolitan Development Plan and Review dan salah satunya dengan pengembangan jalan tol lingkar luar (JORR) untuk menghubungkan seluruh kawasannya. Jadi fungsi jasa akan dipusatkan di Jakarta sementara kepentingan lain bergerak ke pinggirannya.

“Dengan konsep penataan seperti ini menata pusat kota seharusnya menjadi lebih mudah baik infrastruktur, zoning (pembagian kawasan), dan lainnya. Akan lebih sulit kalau mengatur perkembangan secara horizontal development. Tapi mungkin karena otonomi dan lainnya wilayah Jabodetabek perkembangannya jadi seperti ini ditambah perkembangan infrastuktur kota tidak secepat perkembangan bisnis dan manusianya maka jadilah seperti sekarang,” ungkapnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Musim Virus Corona, Kurangi Jalan-jalan, Saatnya Beli Hunian

RumahCom - Hampir semua sektor perekonomian terkena dampak dari wabah virus Corona (COVID-19) yang paling terasa di sektor pariwisata. Banyak yang merencanakan untuk jalan-jalan justru harus tertunda

Lanjutkan membacaMaret 27, 2020

Produk Properti Baru Dan Seken Sama-Sama Tertekan, Ini Alasannya

RumahCom – Seperti juga produk properti baru, harga produk properti seken juga ikut tertekan karena banyaknya orang yang mau menjual. Sekarang situasi pasar lagi berada pasa posisi konsumen karena

Lanjutkan membacaMaret 27, 2020

Lima Tips Asyik Di Rumah Saat Musim Hujan

RumahCom – Saat berada di rumah terkait isolasi diri sendiri untuk mengurangi penyebaran pandemi global virus Corona, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Yuk, manfaatkan musim hujan untuk mendapatk

Lanjutkan membacaMaret 30, 2020

Ini Alasan Kenapa Nama Arsitek Tidak Muncul Pada Bangunan

RumahCom – Selama ini nama arsitek tidak mucul pada sebuah bangunan karena karyanya sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Seharusnya nama arsitek bisa tercantum untuk memudahkan kontrol dari masyaraka

Lanjutkan membacaMaret 30, 2020

Hei Anak Muda, Begini Cara Atur Keuangan Kalau Mau Punya Rumah!

RumahCom – Kalau mau memiliki rumah harus disiplin mengatur keuangan. Anak muda memiliki kelebihan bisa mendapatkan tenor kredit yang panjang sehingga cicilannya bisa lebih ringan. Ambil kesempatann

Lanjutkan membacaMaret 30, 2020

Masukan