Patokan Harga Baru Rumah Bersubsidi Tahun 2020

Maret 31, 2020

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga baru untuk segmen rumah bersubsidi dengan lima kategori harga. Kalangan pengembang bisa memasarkan rumahnya dengan harga baru ini.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan patokan harga baru untuk rumah bersubsidi. Perubahan harga baru ini dilakukan berkala untuk menyesuaikan dengan inflasi maupun kenaikan harga bahan bangunan. Terhitung sejak program pembangunan sejuta rumah per tahun diluncurkan April 2015 lalu.

Dengan patokan harga yang baru ini diharapkan kalangan pengembang bisa lebih leluasa memasarkan produk rumahnya dan tidak mengeluhkan margin keuntungan yang terlalu tipis untuk segmen rumah ini.

Rumah bersubsidi mengikuti harga patokan dari pemerintah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka bisa membeli menggunakan KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto, patokan harga baru untuk rumah bersubsidi ini telah ditetapkan sejak tahun lalu melalui Keputusan Menteri PUPR No. 535/KPTS/M/2019 yang mengatur patokan harga di lima wilayah.

Tidak sulit mempunyai rumah, ada banyak cara salah satunya KPR. Simak video berikut ini untuk informasi lengkapnya.

“Patokan harga baru ini langsung berlaku saat masuk periode tahun 2020. Justru banyak kalangan pengembang yang menahan produknya dengan memasarkannya pada tahun ini supaya mendapatkan harga yang baru. Semoga dengan harga baru ini suplai rumah bersubsidi bisa lebih banyak dan MBR yang bisa mengakses juga lebih banyak,” ujarnya.

Adapun batasan harga jual rumah bersubsidi untuk wilayah Jawa (kecuali Jabodetek) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Kepulauan Mentawai) dari Rp140 juta tahun lalu menjadi Rp150,5 juta tahun ini. Wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) dari Rp153 juta menjadi Rp164,5 juta.

Wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepualaun Anambas) dari Rp146 juta menjadi Rp156,5 juta. Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Mahakam Ulu dari Rp158 juta menjadi Rp168 juta. Sementara Papua dan Papua Barat dari Rp212 juta menjadi Rp219 juta.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Hei Anak Muda, Begini Cara Atur Keuangan Kalau Mau Punya Rumah!

RumahCom – Kalau mau memiliki rumah harus disiplin mengatur keuangan. Anak muda memiliki kelebihan bisa mendapatkan tenor kredit yang panjang sehingga cicilannya bisa lebih ringan. Ambil kesempatann

Lanjutkan membacaMaret 30, 2020

Kalau Penduduk Tinggal Di Apartemen, Akan Lebih Mudah Menata Kota

RumahCom – Keterbatasan lahan membuat warga kota harus tinggal di hunian vertikal sehingga pemerintah juga lebih mudah menata kawasan kotanya. Perkembangan kota juga akan menguat fungsi jasa dibandi

Lanjutkan membacaMaret 30, 2020

Gerbang Ikon KSPN Borobudur Mulai Dibangun

RumahCom - Kawasan Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas atau 10 'Bali baru' yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tah

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

PPDPP Kementerian PUPR Rilis 10 Perumahan Subsidi Paling Digemari

RumahCom – Aplikasi SiKasep yang diluncurkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah memudahkan masyarakat mengakses rumah murah bersubsidi. PPDPP juga merilis sepuluh perumahan ya

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

60 Persen Anggaran Perumahan Harusnya Untuk Daerah

RumahCom – Sesuai aturannya, perumahan merupakan urusan pemerintah daerah karena itu seharusnya porsi anggaran perumahan terbesar dialokasikan untuk daerah. Pemerintah pusat bisa fokus mengurusi mas

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Masukan