Peraturan Baru, Bergaji Rp8 Juta Bisa Mendapatkan Subsidi Perumahan

April 2, 2020

RumahCom – Pemerintah merelaksasi aturan maksimal gaji yang berhak mendapatkan subsidi perumahan dari Rp4 juta menjadi Rp8 juta. Akan semakin banyak kalangan masyarakat yang bisa mendapatkan subsidi perumahan selain beberapa kemudahan lainnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaharui regulasi untuk subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya patokan gaji maksimal untuk mendapatkan KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLLPP).

Relaksasi kebijakan pembiayaan perumahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri PUPR No. 242/KPTS/M/2020 tentang batasan penghasilan kelompok sasaran, besaran suku bunga, lama masa subsidi, dan jangka waktu KPR bersubsidi. Aturan ini menginduk ke Peraturan Menteri No. 20/PRT/M/2019 yang diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2020 dan mulai berlaku pada 1 April 2020.

Ada perubahan signifikan dalam Kepmen No. 242 Tahun 2020 ini bila dibandingkan dengan Kepmen sebelumnya No. 552/KPTS/M/2016 tentang batasan penghasilan kelompok sasaran KPR bersubsidi, batasan harga jual rumah sejahtera tapak dan satuan rumah sejahtera susun, dan besaran subsidi bantuang uang muka perumahan.

Begini caranya agar permohononan KPR diterima oleh bank, selengkapnya nonton video berikut ini, yuk!

“Kepmen baru ini memberikan batasan maksimal penghasilan hingga Rp8 juta dari aturan lama sebesar Rp4 juta untuk membeli rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun. Jadi kelompok sasaran penghasilannya menjadi lebih besar sehingga jangkauan masyarakat yang bisa mendapatkan kemudahan untuk membeli rumah juga menjadi lebih luas,” ujar Eko Djoeli Heripoerwanto, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR.

Pemerintah juga tetap akan menyalurkan subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) yang tadinya tahun ini akan dihilangkan. Diharapkan relaksasi ini dan diberlakukannya kembali program SSB maupun SBUM dapat semakin memudahkan masyarakat yang mengakses rumah murah.

“Masa subsidi berjalan untuk program FLPP masih sama dengan tenor maksimal 20 tahun. Untuk program SSB paling lama 10 tahun sedangkan untuk program SBUM yang diberlakukan besaran bantuannya masih sama yaitu Rp4 juta. Untuk wilayah Papua aturannya lebih khusus lagi yaitu maksimal penghasilan mencapai Rp8 juta dengan suku bunga FLPP lebih rendah hanya 4 persen,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Gerbang Ikon KSPN Borobudur Mulai Dibangun

RumahCom - Kawasan Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas atau 10 'Bali baru' yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tah

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

PPDPP Kementerian PUPR Rilis 10 Perumahan Subsidi Paling Digemari

RumahCom – Aplikasi SiKasep yang diluncurkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah memudahkan masyarakat mengakses rumah murah bersubsidi. PPDPP juga merilis sepuluh perumahan ya

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

60 Persen Anggaran Perumahan Harusnya Untuk Daerah

RumahCom – Sesuai aturannya, perumahan merupakan urusan pemerintah daerah karena itu seharusnya porsi anggaran perumahan terbesar dialokasikan untuk daerah. Pemerintah pusat bisa fokus mengurusi mas

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Patokan Harga Baru Rumah Bersubsidi Tahun 2020

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga baru untuk segmen rumah bersubsidi dengan lima kategori harga. Kalangan pengembang bisa memasarkan rumahnya dengan

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Covid-19 Bikin Pasar Properti Dari Media Sosial Lebih Gemuk

RumahCom – Situasi bisnis properti yang terganggu akibat wabah virus corona justru akan memunculkan potensi pasar baru. Pengembang harus siap dengan produk dan strateginya untuk menyongsong pasar ge

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Masukan