Papua Dapat Program Subsidi Perumahan Lebih Spesial, Kenapa?

April 2, 2020

RumahCom – Pemerintah menerbitkan relaksasi dan stimulus untuk program perumahan mulai batasan penghasilan, patokan harga, hingga program subsidi lainnya. Untuk wilayah Papua ada program kemudahan yang lebih lagi dibandingkan wilayah lainnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan aturan sebagai relaksasi dan stimulus untuk program perumahan pada tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari pandemi Coronavirus Disease 19 (Covid-19) yang akan semakin memukul industri properti karena itu diberikan beberapa stimulus supaya pasar tidak terlalu tertekan.

Melalui Keputusan Menteri PUPR No. 242/KPTS/M/2020, beberapa aturan yang diberikan relaksasi mulai batasan penghasilan kelompok sasaran, besaran suku bunga, lama masa subsidi, dan jangka waktu kredit pemilikan KPR bersubsidi. Aturan ini menginduk kepada Peraturan Menteri No. 20/PRT/M/2019 mengenai kemudahan dan bantuan pemilik rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Beberapa skema kemudahan tersebut antara lain, patokan gaji per bulan yang berhak mengakses rumah bersubsidi dari maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun (rusun) menjadi maksimal Rp8 juta. Dengan patokan gaji yang lebih besar diharapkan lebih banyak kalangan masyarakat yang terbantu dengan program perumahan pemerintah.

Alasan mereka memilih KPR sebagai pembiayaan pembelian rumah. Seperti apa ya ceritanya? Nonton videonya berikut ini.

Stimulus lainnya, pemerintah juga menggelontorkan subsidi baru untuk program subsidi selisih bungan (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) yang tadinya tahun ini akan dihilangkan. Dana untuk SSB dan SBUM ini mencapai Rp1,5 triliun sehingga kalangan MBR bisa mendapatkan bantuan uang muka maksimal RP4 juta. Stimulus ini akan menambah anggaran KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun ini yang sebesar Rp11 triliun.

Relaksasi lainnya yaitu kenaikan patokan harga rumah bersubsidi yang berlaku per 1 April 2020. Harga jual rumah subdisi untuk wilayah Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Sumatera (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Kepualauan Mentawai) misalnya, dari Rp140 juta dinaikan menjadi Rp150,5 juta. Patokan tertinggi di Papua dan Papua Barat dari Rp212 juta menjadi Rp219 juta.

Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto, Papua mendapatkan beberapa kelebihan lain dibandingkan wilayah lain di Indonesia. “Untuk patokan gaji maksimal yang berhak mendapatkan program subsidi di Papua itu lebih besar mencapai Rp8,5 juta. Suku bunga yang dikenakan juga lebih rendah, kalau FLPP biasa 5 persen, di Papua hanya 4 persen,” ujarnya.

Kemudahan lainnya, program SBUM yang biasa maksimal hanya Rp4 juta per orang, di Papua hingga mencapai Rp10 juta per orang. Bunga subsidi yang dinikmati ini akan berlaku sepanjang tenor kredit yang mencapai 20 tahun.

“Papua spesial karena wilayahnya sangat jauh dan kawasannya belum tersambung semua dengan jalan darat. Supaya saudara-saudara kita di sini juga bisa menikmati kemudahan dan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk masyarakat Papua memanfaatkan program perumahan pemerintah,” tandasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

60 Persen Anggaran Perumahan Harusnya Untuk Daerah

RumahCom – Sesuai aturannya, perumahan merupakan urusan pemerintah daerah karena itu seharusnya porsi anggaran perumahan terbesar dialokasikan untuk daerah. Pemerintah pusat bisa fokus mengurusi mas

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Patokan Harga Baru Rumah Bersubsidi Tahun 2020

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga baru untuk segmen rumah bersubsidi dengan lima kategori harga. Kalangan pengembang bisa memasarkan rumahnya dengan

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Covid-19 Bikin Pasar Properti Dari Media Sosial Lebih Gemuk

RumahCom – Situasi bisnis properti yang terganggu akibat wabah virus corona justru akan memunculkan potensi pasar baru. Pengembang harus siap dengan produk dan strateginya untuk menyongsong pasar ge

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Peraturan Baru, Bergaji Rp8 Juta Bisa Mendapatkan Subsidi Perumahan

RumahCom – Pemerintah merelaksasi aturan maksimal gaji yang berhak mendapatkan subsidi perumahan dari Rp4 juta menjadi Rp8 juta. Akan semakin banyak kalangan masyarakat yang bisa mendapatkan subsidi

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Pemerintah Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Sektor Perumahan

RumahCom – Kementerian PUPR mengeluarkan stimulus fiskal Rp1,5 triliun untuk progam subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM). Stimulus ini diharapkan memudahkan masyarakat be

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Masukan