Serpong Yang Masih Menguntungkan Untuk Investasi

April 2, 2020

RumahCom – Serpong merupakan salah satu kawasan yang paling terpukul harga propertinya. Tapi wilayah ini juga masih menawarkan keuntungan bila kita tahu teknik untuk berinvestasi di sini.

Di Serpong, Banten, kerap dijadikan tolok ukur karena di wilayah ini pernah mengalami masa booming properti yang kenaikannya sangat pesat. Terlebih lagi di Serpong ada banyak pengembangan towenship seperti BSD City (6.000ha), Summarecon Serpong (800ha), Paramount Serpong (800ha), Alam Sutera (1.000ha), dan lainnya.

Perkembangan Serpong juga telah membuat daerah sekitarannya seperti Pamulang, Cisauk, Gunung Sindur, Parung Panjang, dan beberapa daerah lainnya ikut terkerek sebagai imbas dari perkembangan Serpong. Sekarang masa-masa kenaikan tinggi itu sudah beralalu bahkan ada banyak produk properti di Serpong sudah tidak mengalami kenaikan harga lagi dikarenakan harga awalnya sudah terlalu tinggi.

Hal itu diakui oleh Nelius Jinarta owner Radja Properti di sebuah perusahaan broker properti dengan spesialis memasarkan produk properti di Serpong. Menurutnya, buruknya situasi di Serpong sampai ada produk yang dipasarkan dengan harga yang sama dengan periode 4-5 tahun lalu.

“Harga lagi jatuh banget karena banyak yang ingin jual yang dulunya beli karena ikut-ikutan untuk investasi. Kalau sekarang mau beli kita bisa dapat harga yang lima tahun lalu, tapi jual sekennya pasti susah kecuali mau jual dengan harga yang sangat miring. Rata-rata turunnya bisa 40-50 persen,” ujarnya.

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!

Namun begitu, bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan keuntungan dari sektor properti di Serpong. Nelius menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya tetap bisa untung dengan bermain transaksi di sektor ini, tapi memang dibutuhkan pengetahuan yang luas khususnya mengenai situasi pasar di daerah ini.

Misalnya untuk produk rumah yang kita beli seharga Rp1 miliar, kita jual lagi seharga Rp1 miliar untuk properti ini sebetulnya kita sudah rugi karena tidak ada apresiasi dari jangka waktu saat beli ke menjual. Dengan modal Rp1 miliar, kita bisa membeli lagi unit yang sama seharga Rp800 juta, secara cost of capital jadi lebih murah ketimbang kita menahan terlalu lama properti yang kita miliki.

Dengan begitu kita masih memiliki properti dan memiliki uang cash sebesar Rp200 juta. Modal yang kita keluarkan lebih murah di sisi lain kita mendapatkan profit. Tapi sekali lagi kita membutuhkan wawasan yang mendalam untuk bisa menjual dan mendapatkan lagi produk yang sama dengan harga lebih murah.

“Kita juga bisa mencari rumah-rumah di sekitaran Serpong yang tipe-tipe kecil harganya Rp500 jutaan. Dengan uang yang sama kalau kita belanjakan di Serpong itu bisa dapat dua unit di pinggirannya, banyak orang yang cari rumah seperti ini, dekat dengan Serpong tapi harganya bisa jauh lebih murah dan masih menguntungkan untuk kita,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Erni Rahmawati
Apr 07, 2020
Sangat membantu ketika saya memasarkan properti daerah Tangsel...
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Patokan Harga Baru Rumah Bersubsidi Tahun 2020

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga baru untuk segmen rumah bersubsidi dengan lima kategori harga. Kalangan pengembang bisa memasarkan rumahnya dengan

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Covid-19 Bikin Pasar Properti Dari Media Sosial Lebih Gemuk

RumahCom – Situasi bisnis properti yang terganggu akibat wabah virus corona justru akan memunculkan potensi pasar baru. Pengembang harus siap dengan produk dan strateginya untuk menyongsong pasar ge

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Peraturan Baru, Bergaji Rp8 Juta Bisa Mendapatkan Subsidi Perumahan

RumahCom – Pemerintah merelaksasi aturan maksimal gaji yang berhak mendapatkan subsidi perumahan dari Rp4 juta menjadi Rp8 juta. Akan semakin banyak kalangan masyarakat yang bisa mendapatkan subsidi

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Pemerintah Gelontorkan Rp1,5 Triliun Untuk Sektor Perumahan

RumahCom – Kementerian PUPR mengeluarkan stimulus fiskal Rp1,5 triliun untuk progam subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM). Stimulus ini diharapkan memudahkan masyarakat be

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Papua Dapat Program Subsidi Perumahan Lebih Spesial, Kenapa?

RumahCom – Pemerintah menerbitkan relaksasi dan stimulus untuk program perumahan mulai batasan penghasilan, patokan harga, hingga program subsidi lainnya. Untuk wilayah Papua ada program kemudahan y

Lanjutkan membacaApril 2, 2020

Masukan