Tiga Pilar Properti Supaya Hasilkan Produk Yang WOW

April 7, 2020

RumahCom – Ada beberapa pilar yang harus dilaksanakan untuk menjamin produk properti yang dipasarkan bisa diterima pasar. Bila ini sukses maka konsumen bukan hanya puas tapi akan ikut menganjurkan yang lain untuk membeli.

Menghasilkan sebuah produk harus melalui sebuah rangkaian yang saling terkait supaya produk yang dihasilkan baik dan bisa diterima oleh pasar. Produk sebaik maupun sebagus apapun bisa tidak laku karena kemasan maupun pola branding, serta pemasarannya kurang tepat dan hal ini berlaku umum termasuk untuk produk properti.

Menurut pakar marketing, pendiri dan CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya, untuk konsep marketing khususnya pada sektor properti setidaknya ada tiga hal yang harus menjadi perhatian utama. Ketiga hal tersebut yaitu product management, customer management, dan brand management.

“Untuk produk properti ketiga, hal ini harus bisa dirumuskan dengan baik sebelum kita mengeluarkan atau meluncurkan produk baru ke pasar. Sales forces management yang sudah dibentuk harus bisa meraih pasar yang besar. Salah satu yang bisa kita jadikan contoh seperti Ciputra, Summarecon, atau beberapa pengembang lain yang besar. Mereka bisa sukses berjualan karena mengusung brand yang sangat kuat,” ujarnya.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

Selanjutnya untuk mengusung brand yang kuat itu maka kita harus menggunakan kreatifitas, ide, dan eksekusi. Ketiga hal ini harus bisa menghasilkan nilai terhadap produk dari sekadar hanya menawarkan produknya saja. Semua pada akhirnya harus melakukan maintenance terhadap produk dan tidak bisa lagi hanya memberikan produk yang memuaskan (satisfaction) konsumen.

Produk harus cocok dan sesuai dengan segmennya, kemudian dikirimkan dengan tepat waktu dan pelayanan service yang prima. Kalau hal ini yang bisa dicapai oleh pengembang, maka konsumen tidak lagi melakukan pembelian berulang atau repeat order tapi menjadi konsumen yang loyal dan bisa menyarankan kepada orang lain untuk membeli (advocate).

 

“Jadi konsep product satisfaction itu its gone, sudah berlalu, sekarang itu berjualan harus ada experience-nya dan konsumen bilang “Wow” dengan produk kita. Bagi yang tidak bisa membeli juga bisa bilang: kalau saya punya uang saya akan beli rumah ini karena sangat oke, jadi advocate,” jelas Hermawan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pasca bencana Gempa Bumi NTB, Ini yang Sudah Selesai Rehabilitasi dan Rekonstruksi

RumahCom - Gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi pada Agustus 2018 silam telah meluluh lantahkan bangunan. Namun, saat ini pembangunan  fasilitas umum sebanyak 694 akibat gempat bumi terseb

Lanjutkan membacaApril 6, 2020

Antisipasi Pengembang Intiland Terkait Dampak Covid-19

RumahCom – Pengembang Intiland membentuk satuan tugas (Satgas) untuk penanganan wabah Covid-19. Beberapa protokol yang ditetapkan juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman seta menjamin keamanan se

Lanjutkan membacaApril 6, 2020

Aplikasi Ini Membuat Pengelolaan Gedung Jadi Lebih Efisien

RumahCom – Mengelola sebuah gedung ada banyak hal yang mesti diurus dan diatur supaya semua fungsi bisa terawat dengan baik. Bimasakti as a Service menawarkan sistem aplikasi untuk memudahkan perawa

Lanjutkan membacaApril 6, 2020

Adhi Persada Properti Kembali Pasarkan Apartemen Kampus Di Malang

RumahCom – Adhi Persada Properti terus memperkuat konsep apartemen kampus yang dikembangkan di sekitaran kampus-kampus ternama. Kali ini, anak perusahaan Adhi Karya ini mengembangkan apartemen kampu

Lanjutkan membacaApril 6, 2020

OJK Terbitkan Relaksasi Untuk Cicilan KPR Akibat Covid-19

RumahCom – Masyarakat yang mengalami kesulitan membayar cicilan KPR karena dampak wabah Covid-19 bisa mengajukan keringanan cicilannya pada bank. OJK telah menerbitkan aturan relaksasi debitur yang

Lanjutkan membacaApril 7, 2020

Masukan