Jenis Hunian Yang Akan Terus Berkembang: Co-Living Hingga Panti Jompo

April 14, 2020

RumahCom – Perubahan lifestyle telah mendorong perkembangan berbagai jenis hunian mulai co-living hingga panti jompo. Beberapa jenis tipe hunian ini bisa meningkatkan investasi properti yang kita miliki.

Ada banyak perubahan maupun tren baru yang muncul sebagai dampak perkembangan teknologi maupun perubahan lifestyle, khususnya dari kalangan anak muda. Terkait hunian misalnya, telah muncul konsep-konsep baru seperti hunian bersama (co-living), multifamily, hingga hunian untuk para orang lanjut usia (lansia) atau panti jompo yang saat ini semua konsep baru ini terus menunjukan perkembangan khususnya di kota-kota besar.

Tren baru untuk hunian ini muncul karena beberapa hal, bisa karena kepraktisan supaya lebih murah dengan prinsip ekonomi berbagi (shared economy), dan sebagainya. Masyarakat yang semakin terbuka menjadi alasan lain konsep-konsep baru ini cepat berkembang, termasuk proses urbanisasi yang juga telah mengubah cara dan tempat tinggal manusia.

Menurut Rohit Hemnani, COO and Head of Alternatives Capital Markets JLL Asia Pasific, peningkatan pada sektor kehidupan di seluruh kota-kota Asia Pasifik semakin menguat, khususnya intensifnya permintaan akan alternatif hunian yang lebih terjangkau dan salah satunya dengan konsep shared economy.

“Konsep maupun perkembangan tren baru ini telah meningkatkan potensi maupun membuka peluang terkait pilihan hunian yang lebih terjangkau. Hal ini juga akan meningkatkan potensi keuntungan yang lebih konsisten dari sektor hunian dengan potensi yang bisa diraih lebih besar,” ujarnya.

Beberapa contoh seperti tren perkembangan hunian untuk kalangan pelajar di Mumbai, India. Ada 34 juta mahasiswa di seluruh negeri dan jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya yang membutuhkan hunian yang lebih terjangkau. Di sisi lain, regulasi pemerintah di India belum menyentuh persoalan ini padahal ini merupakan potensi untuk meningkatkan investasi dari unit-unit hunian yang bisa disewakan.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya!

Kemudian hunian untuk multi-family atau berupa gedung apartemen yang digunakan bersama juga telah menjadi salah satu sektor yang paling stabil. Perbandingan antara penyewa dan pemilik unit untuk kawasan Asia Pasifik sudah jauh melampaui harga sewanya. Di Tokyo, Jepang, pasar sewa untuk sektor ini telah menjadi pasar yang sangat stabil dengan keuntungan 3,5-4,5 persen per tahunnya.

Potensi lain dari hunian panti jompo yang telah bisa diterima di Australia. Terus meningkatkan harapan hidup yang lebih tinggi dan banyaknya lansia yang hidup sendiri membuat kebutuhan akan hunian khusus bagi kalangan ini juga terus meningkat. Saat ini Sydney merupakan kota dengan perkembangan panti jompo yang sangat pesat dengan keuntungan mencapai 6-8 persen.

Sementara co-living atau kos-kosan yang lebih modern relatif masih baru di Indonesia namun menawarkan potensi perkembangan yang juga sangat pesat seperti di Hong Kong dan Singapura. Populasi anak muda yang sangat besar di Indonesia telah menjadi pendorong yang sangat cepat untuk bentuk-bentuk hunian seperti co-living ini.

James Taylor, Head of Research JLL Indonesia menambahkan, kos-kosann atau kamar sewa dengan berbagai range dan kualitasnya yang menawarkan fasilitas bersama merupakan konsep yang sudah terbentuk dengan sangat baik di Indonesia. Selain populasi anak muda yang sangat besar, konsep co-living ini akan semakin pesat karena ditunjang dengan perkembangan transportasi masal.

“Ke depan, konsep co-living ini akan semakin potensial dengan kereta komuter yang makin nyaman, MRT, maupun LRT yang segera akan beroperasi. Berkurangnya waktu tempuh perjalanan dengan menggunakann transportasi masal ini akan meningkatkan minat masyarakat untuk dengan konsep co-living ini dan ini selanjutnya akan direspon oleh pengembang, dengan mengeluarkan produk yang memungkinkan untuk shared economy di lokasi-lokasi yang strategis,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Alasan Orang Kaya Malas Beli Properti Sekarang

RumahCom – Pemilik kapital atau orang-orang kaya saat ini segan untuk menanamkan uangnya di sektor properti. Hal ini menyebabkan industri kurang bergairah sejak beberapa tahun lalu. Apa alasannya?Se

Lanjutkan membacaApril 9, 2020

Antara Properti, Populasi, dan Pangan Menurut Farah Quinn

RumahCom – Bukan sekadar pintar masak, chef cantik  Farah Quinn bisa merinci konsep 3P pada bidang yang digelutinya. Kenyataannya, ada kaitan erat antara bisnis properti dengan populasi dan pangan

Lanjutkan membacaApril 13, 2020

Ini Salah Satu Alasan Pemasaran Apartemen Lebih Sulit Dibandingkan Rumah Tapak

RumahCom – Pengembang kerap kesulitan saat menawarkan produk apartemen dibandingkan rumah tapak. Salah satunya karena modal yang bergulir harus cepat sementara memasarkan unit apartemen butuh waktu

Lanjutkan membacaApril 13, 2020

Kementerian PUPR Relokasi Anggaran Rp24,53 Triliun Untuk Covid-19

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merelokasi anggaran kementerian untuk penanganan Coovid-19. Lebih dari Rp24 triliun anggaran dialokasikan untuk berbagai kegiatan ya

Lanjutkan membacaApril 13, 2020

Rasio Apartemen Jakarta Tidak Sampai 2 Persen, Potensi Pasar Sangat Besar

RumahCom – Banyak yang menyebut Jakarta over supply unit apartemen, nyatanya rasio apartemen dibandingkan populasi penduduk tidak sampai dua persen. Bila ini dipermudah dengan regulasi pemerintah da

Lanjutkan membacaApril 14, 2020

Masukan