Banyak Promo KPR, Kenapa Konsumen Sering Gagal?

April 15, 2020

RumahCom – Berbagai promo kemudahan yang ditawarkan bank bisa menggairahkan pasar properti yang tengah lesu. Tapi umumnya promo tersebut diikuti dengan syarat dan ketentuan sehingga banyak konsumen yang gagal mendapatkan KPR

Sejak sebelum ada pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sektor properti masih dalam situasi yang lesu, kendati sudah mulai menunjukan tren peningkatan pada akhir tahun lalu. Karena itu sejak beberapa tahun lalu, kalangan pengembang maupun perbankan banyak memberikan gimmick marketing dengan diskon harga, pembebasan biaya-biaya, hadiah langsung, uang muka ringan, dan sebagainya.

Kalangan perbankan juga seperti itu memberikan banyak promo kemudahan seperti suku bunga ekstra ringan untuk periode terentu, pembebasan biaya KPR, proses cepat, uang muka hingga nol persen, dan sebagainya. Berbagai promo dari pengembang maupun perbankan ini juga kerap di-bundling sehingga kemudahannya menjadi sangat banyak.

Hanya saja berbagai kemudahan ini selalu diikuti dengan term and condition atau syarat dan ketentuan berlaku. Ada banyak persyaratan yang mengikuti berbagai promo ini sehingga pada kenyataannya tidak semua konsumen bisa mendapatkan berbagai promo maupun kemudahan-kemudahan ini.

Menurut M. Nawawi Associate Director Paramount Land, pengembang Paramount Serpong (800ha) di Gading Serpong, Tangerang, Banten, banyaknya program promo maupun kemudahan dari bank pada situasi seperti saat ini seharusnya bisa menjadi stimulus untuk menggairahkan sektor properti. Hal ini karena kebutuhan hunian masyarakat kita masih sangat besar sehingga pasar sesungguhnya juga terbuka sangat luas.

“Yang membutuhkan rumah itu masih sangat besar, pasangan yang baru menikah, orang yang baru bekerja, itu pasti akan memikirkan untuk membeli rumah. Tapi kenyataannya berbagai kemudahan ini diikuti banyak syarat, misalnya untuk mendapatkan promo harus sudah karyawan tetap, harus payroll dengan banknya, uang muka ringan tapi tenor ditarik panjang banget, dan hal lain yang akhirnya konsumen batal mendapatkan KPR. Makanya saya bilang promo bank ini banci,” katanya.

Promo maupun kemudahan menjadi salah satu cara pengembang untuk tetap bisa membukukan penjualan saat situasi sulit seperti saat ini. Pengembang umumnya mengimbangi situasi pasar seperti ini dengaan program subsidi uang muka maupun suku bunga sehingga cicilan yang dikenakan bisa lebih ringan untuk periode tertentu.

Pengembang juga memberikan opsi cicil uang muka yang sifatnya tidak resmi karena belum tercatat sebagai penjualan. Pada periode satu tahun setelah uang muka lunas, pengajuan KPR ke bank menjadi lebih mudah karena sudah ada modal uang muka kendati inipun belum tentu KPR-nya bisa disetujui bank. Pada akhirnya ada banyak alasan yang membuat konsumen tidak bisa lolos KPR-nya.

Nawawi memberikan gambaran lain, pada periode bulan April tahun lalu pembatalan KPR bisa mencapai 100 konsumen. Akhirnya setiap konsumen diwawancara satu per satu apa saja kendalanya. Ada yang kurang uang muka lima persen, yang seperti ini akhirnya ditalangi oleh Paramount dan dimasukan ke dalam cicilan KPR-nya. Ada juga yang bunganya disubsidi oleh pengembang untuk jangka waktu tertentu supaya nominal cicilannya bisa pas dengan aturan bank.

“Ada banyak komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik terkait program kemudahan ini. Di sisi lain, orang menjadi tertarik untuk membeli salah satunya karena adanya gimmick kemudahan ini, karena itu menjadi tugas kami dan juga perbankan untuk sama-sama mensosialisasikan promonya supaya pasar juga lebih bergairah,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kementerian PUPR Relokasi Anggaran Rp24,53 Triliun Untuk Covid-19

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merelokasi anggaran kementerian untuk penanganan Coovid-19. Lebih dari Rp24 triliun anggaran dialokasikan untuk berbagai kegiatan ya

Lanjutkan membacaApril 13, 2020

Pemenang Indonesia Property Awards Turun Tangan Menghadapi Pandemi COVID-19

Rumahcom - Para Pengembang Indonesia yang juga merupakan Pemenang Indonesia Property Awards bisa diandalkan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Dengan gabungan upaya para Pengembang tersebut, masyarak

Lanjutkan membacaApril 15, 2020

Rasio Apartemen Jakarta Tidak Sampai 2 Persen, Potensi Pasar Sangat Besar

RumahCom – Banyak yang menyebut Jakarta over supply unit apartemen, nyatanya rasio apartemen dibandingkan populasi penduduk tidak sampai dua persen. Bila ini dipermudah dengan regulasi pemerintah da

Lanjutkan membacaApril 14, 2020

Jenis Hunian Yang Akan Terus Berkembang: Co-Living Hingga Panti Jompo

RumahCom – Perubahan lifestyle telah mendorong perkembangan berbagai jenis hunian mulai co-living hingga panti jompo. Beberapa jenis tipe hunian ini bisa meningkatkan investasi properti yang kita mi

Lanjutkan membacaApril 14, 2020

Hitung-Hitungan Unit Apartemen Dijadikan Hotel, Bisa BEP 8 Tahun

RumahCom – Unit apartemen yang dioperasikan sebagai kamar hotel bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik. Seperti apa perhitungannya hingga uang yang dibelikan untuk unit apartemen t

Lanjutkan membacaApril 14, 2020

Masukan