Salah Kaprah Penghitungan Program Sejuta Rumah

April 17, 2020

RumahCom – Capaian program sejuta rumah selama ini memasukan seluruh pembangunan perumahan dari semua stakeholder dan itu tidak mencerminkan angka sesungguhnya. Termasuk program bedah rumah yang sesungguhnya tidak mengurangi angka backlog perumahan.

Program pembangunan sejuta rumah per tahun yang diluncurkan pemerintah sejak tahun 2015 lalu, cara penghitungan capaiannnya dihitung dari seluruh pembangunan perumahan baik dari kalangan pengembang, pemerintah daerah, berbagai instansi, hingga dari masyarakat sendiri dihitung sebagai pencapaian sejuta rumah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai kementerian teknis dan penyelenggara utama program ini juga memiliki beberapa program perumahan. Selain menyalurkan program KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), Kementerian PUPR juga memiliki program pembangunan rumah susun (rusun) hingga program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk membangun atau merenovasi rumah-rumah yang tidak layak huni.

Menurut Jehansyah Siregar, Pemerhati Lingkungan dan Kawasan Pemukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ada banyak yang harus dikritisi mulai dari pencapaian satu juta hingga penerapan beberapa program yang sejatinya tidak menyentuh pada akar permasalahan pokok perumahan itu sendiri.

“Angka satu juta itu tujuannya tentu untuk merumahkan rakyat secara layak dan itu dihitung berdasarkan housing backlog. Namanya backlog itu pastinya di perkotaan yaitu pemukiman kumuh perkotaan, semakin besar sebuah kota akan semakin banyak pemukiman kumuhnya,” ujarnya.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya!

Karena itu program BSPS atau bedah rumah tidak bisa dihitung sebagai pengurang angka backlog karena rumah itu sudah dimiliki hanya diperbaiki kualitasnya. Kalau rumah tidak layak berdasarkan atap, lantai, dinding (aladin) yang ditetapkan, dipastikan malah akan semakin banyak lagi angkanya. Sementara permasalahan perumahan rakyat dikarenakan masyarakat umum tidak menjangkau dari sisi affordability, terlebih untuk menjangkau hunian di perkotaan karena itu munculah pemukiman kumuh.

Jehansyah merinci, setidaknya kriteria pemukiman kumuh ada tiga, mulai bangunannya sub standar atau tidak layak, prasarana pemukiman tidak memadai seperti ketiadaan saluran, sanitasi, air bersih, dan status tanah yang tidak jelas dan rawan sengketa. Semestinya tiga masalah ini yang ditangani untuk menata rumah yang tidak layak maupun kawasan kumuh perkotaan.

Karena itu antara direktorat jenderal (Ditjen) di Kementerian PUPR tidak bisa bergerak sendiri, tetapi melibatkan juga Ditjen Cipta Karya selain Ditjen Perumahan. Standar kelayakannya pun harus berbeda antara pemukiman di perkotaan dengan pedesaan.

“Yang terjadi sekarang itu un-affordability di perkotaan makanya muncul pemukiman kumuh, orang sewa kemahalan sehingga pindah-pindah kontrakan, orang muda pekerja tidak bisa menjangkau perumahan. Makanya munculah public rental housing, assisted self-help housing atau rumah swadaya, peran pemerintah di situ. Tidak bisa semua stakeholder dikumpulkan kemudian semua kinerjanya diklaim sebagai capaian program, salah kaprah menghitung seperti itu,” tandasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Dukung Realokasi Anggaran Pemerintah Basmi Covid-19

RumahCom–Pengembang rumah bersubsidi mengapresiasi tindakan yang dilakukan pemerintah terkait realokasi anggaran dari Ditjen Perumahan sebesar Rp1,70 trilun untuk program rusun dan rusus demi menang

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Rabat Produk Properti Sinar Mas Land Hingga 20 Persen

RumahCom – Pengembang Sinar Mas Land (SML) meluncurkan promo besar-besaran untuk seluruh produk propertinya di berbagai kota Indonesia. Ada potongan langsung hingga 20 persen, pembebasan biaya-biaya

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Citra Maja Raya Sukses Jualan Online Saat Wabah Covid-19

RumahCom – Township Citra Maja Raya di Lebak, Banten, tetap meluncurkan klaster baru saat ada wabah Covid-19. Ciputra Group, pengembangnya, memperkuat konsep digital marketing, dan akhir pekan ini a

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Semangat Positif Sektor Properti di Tengah Pandemi Corona

Rumahcom – Walaupun berdampak pada penjualan di sektor properti, tidak menyurutkan optimisme dari pemilik Krisna Loka Property. Cokorda Agung Krisna, S.T.Pemilik dari Krisna Loka Property, Cokorda

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Ciputra Group Siap Genjot Kembali Penjualan Apartemen Usai Pandemi

Rumahcom – Ciputra Group akan kembali menggenjot penjualan apartemen yang tertunda usai virus pandemic Covid-19 mereda secara global dan juga di Indonesia.Mewabahnya virus corona di Tanah Air membua

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Masukan