Pasar Apartemen di Jakarta dan Surabaya Lesu

Boy LeonardApril 17, 2020

asar Apartemen di Jakarta dan Surabaya Lesu

RumahCom – Penjualan pasar properti di segmen apartemen menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh konsultan properti Coldwell Banker Indonesia. Penurunan yang cukup signifikan ini dinilai terjadi salah satunya karena mewabahnya virus corona yang turut memberikan dampak pada bisnis properti.

Pasar properti, terutama dalam segmen hunian vertikal atau yang lebih dikenal dengan apartemen mengalami kelesuan selama kuartal pertama tahun 2020. Keadaan ini diperkirakan sebagai imbas dari mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Kuartal I (Q1) 2020 menunjukkan bahwa pasar suplai apartemen di Jakarta turun 9% dibandingkan kuartal sebelumnya, sedangkan Surabaya mencapai 10%. Sementara itu, tren harga di kedua kota juga mengalami penurunan hingga 2%.

“Apa yang tercermin dalam data RIPMI ini adalah dampak awal, karena pandemi ini baru mulai berdampak di Indonesia di pertengahan Maret,” ujar Country Manager Rumah.com, Marine Novita.

“Penurunan akan semakin terasa pada kuartal kedua nanti, di mana saat ini sudah banyak kegiatan usaha yang memperlambat lajunya. Konsumen juga menahan keinginannya dalam pencarian properti, terutama dalam mengunjungi lokasi ataupun melakukan transaksi,” ia menambahkan.

Kasus Covid pertama di Indonesia baru muncul pada awal Maret lalu, sementara perhatian serius baru diberikan pada pertengahan Maret, seperti imbauan untuk tidak berkerumun, menjaga jarak, meliburkan sekolah dan kegiatan kantor, hingga yang baru saja diterapkan adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Konsultan properti, Coldwell Banker Indonesia menyebutkan, permintaan atas apartemen di Jakarta mengalami penurunan yang signifikan, yaitu mencapai 70 persen dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2019 lalu.

Associate Director Coldwell Banker Commercial, Dani Indera Bhatara pun mengatakan, angka tersebut berasal dari hasil riset pasar apartemen di DKI Jakarta yang merupakan sentra bisnis.

“Untuk DKI Jakarta, jumlah permintaan kuartal pertama tahun 2020 ini turun sampai sekitar 70 persen dibandingkan jumlah permintaan kuartal empat tahun 2019,” ujar Dani, Kamis (16/4/2020).

Sementara itu, kondisi yang sama pun dirasakan di Surabaya. Adapun penurunan yang terjadi di Surabaya, yaitu sebesar 60 persen dari kuartal sebelumnya. Penurunan cukup besar ini terjadi salah satunya dikarenakan imbas dari mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang ikut memberikan dampak pada bisnis properti.

“Memang benar terjadi penurunan. Penurunan yang cukup signifikan terjadi semenjak pertengahan Maret. Di mana pemerintah mulai menghimbau masyarakat untuk jaga jarak fisik dan regulasi pemerintah terkait bekerja, beribadah, dan belajar dari rumah mulai dilegalkan. Sejak saat itu, bisnis properti, khususnya apartemen mengalami penurunan yang signifikan dari sisi penjualan. Bahkan di bulan April ini, kondisi seperti ini masih akan terus berlanjut,” kata Indera.

Ia mengatakan bahwa pada situasi ini, sebagian pengembang masih bisa melakukan kegiatan pemasaran hanya saja dalam jumlah terbatas dan tak merata di semua proyek. Terlebih lagi, konsumen apartemen di kala ini lebih didominasi oleh pemodal.

Oleh karena itu, kata Dani, dengan adanya sentimen Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air, itu membuat para pemodal lebih memilih mengambil sikap wait and see.

Tidak hanya itu, beberapa dari pemodal juga lebih memilih berkonsentrasi dalam menjaga bisnisnya di tengah hempasan virus corona. “Apabila memang akibat yang ditimbulkan tidak signifikan, biasanya pemberi modal akan lebih memandang perkembangan dari kasus dan situasi ekonomi nya sebelum pertimbangan untuk investasi” jelasnya kepada rumahcom.

Dengan demikian, Dani menilai bahwa mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia merupakan penyebab penjualan produk apartemen mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di samping itu, dengan adanya himbauan physical distancing dan berdiam diri di rumah oleh pemerintah, itu juga menyebabkan banyaknya calon pembeli yang memutuskan untuk menunda transaksi sampai keadaan menjadi lebih baik.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Terdampak Corona, Konstruksi Proyek Properti Jalan Terus

Rumahcom – DPP Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia tetap melakukan pengerjaan konstruksi proyek properti seperti biasa namun tetap mengedepankan protokol pencegahan virus COVID-19.Menghadapi

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Rabat Produk Properti Sinar Mas Land Hingga 20 Persen

RumahCom – Pengembang Sinar Mas Land (SML) meluncurkan promo besar-besaran untuk seluruh produk propertinya di berbagai kota Indonesia. Ada potongan langsung hingga 20 persen, pembebasan biaya-biaya

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Apartemen Mulai Rasakan Dampak Pandemi Covid-19

Rumahcom - PT Intiland Development Tbk. membuat sebuah pernyataan bahwa apartemen merupakan properti yang paling terkena dampak dari virus corona jenis baru atau Covid-19. Perlambatan yang terjadi ter

Lanjutkan membacaApril 17, 2020

Masukan