Dampak Pandemi, Pengembang Inginkan Keringanan Tarif Listrik dan Air Sampai 50 persen

Boy LeonardApril 17, 2020

Dampak Pandemi, Pengembang Inginkan Keringanan Tarif Listrik dan Air Sampai 50 persen

Rumahcom – Mewabanya virus pandemi Covid-19 ini dinilai sangat memiliki dampak yang cukup besar terhadap bisnis properti. Hal ini membuat para pengembang untuk menyuarakan pendapat mereka untuk meminta insentif dari listrik dan air hingga 50 persen.

Merebaknya wabah Covid-19 memiliki dampak yang cukup serius bagi beberapa bisnis di Indonesia, termasuk bisnis pada sektor properti. Menurunnya aktivitas ekonomi oleh pandemi ini hingga mengakibatkan dropnya penjualan dari beberapa pengembang di bidang properti. Selain itu, hal ini juga mengakibatkan penurunan tingkat penjualan sedangkan biaya yang harus dikeluarkan tetap tinggi.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index Kuartal I (Q1) 2020 belum begitu merefleksikan dampak pandemi, karena pandemi memang baru menjadi perhatian serius memasuki akhir kuartal I, tepatnya pertengahan Maret 2020. Indeks harga properti berdasarkan data Rumah.com berada pada angka 112,5 bergerak minimalis dari kuartal sebelumnya 112,1.

“Hanya saja, memang terlihat stagnansi dalam index harga, dalam kenaikan kuartalan, di mana seharusnya kuartal pertama ini adalah kuartal di mana pengembang sedang jor-joran memasarkan produknya. Bukan kabar yang menyenangkan untuk didengar, tetapi kami memprediksi stagnansi akan semakin terlihat pada kuartal berikutnya,” ujar Country Manager Rumah.com, Marine Novita.

Menurut Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) DKI Jakarta mengatakan untuk meminta pemerintah memberikan insentif listrik dan air bagi perusahaan real estate. Selain itu Ketua DPP REI DKI Jakarta Alvin F Iskandar juga turut mengatakan bahwa industri real estate saat ini mengalami pukulan yang cukup hebat akibat perlambatan ekonomi yang terjadi sejak tahun 2017.

“Hal ini jelas akan mengancam kelangsungan industri real estate di tanah air,” tutur Alvin selaku ketua dari DPP REI DKI Jakarta dalam keterangannya.

Atas pertimbangan tersebut, DPP Real Estate DKI Jakarta ikut mengajukan permohonan kepada PLN untuk memberikan keringanan pembayaran tarif pemakaian listrik hingga 50 persen.

Alvin menuturkan, alasan dari permintaan ini dilakukan karena adanya kebijakan work from home atau WFH yang berimbas terhadap penambahan beban listrik dari beberapa perumahan dan ha tersebut mengakibatkan penghuni rumah susun atau apartemen banyak yang menunda kewajiban pembayaran dari listrik mereka.

Begitu juga halnya dengan penghapusan dari biaya minimum bagi beberapa sektor real estate seperti perkantoran, mall, hotel, dan pertokoan. Menurut Alvin, beberapa pengajuan dari permohonan ini diajukan akibat tidak adanya bisnis-bisnis yang beroperasi sehingga hal tersebut mengakibatkan adanya imbas yang cukup signifikan kepada pemakaian minimum yang dibebankan kepada pengelola.

Sementara pada perusahaan PAM Jaya, mereka telah mengajukan permohonan berupa keringanan pembayaran tarif hingga 50 persen untuk sektor usaha yang ikut terkena dampaknya seperti perkantoran, hotel, dan juga kawasan pariwisata.

“Meminta Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya untuk dapat memberikan keringanan tarif hingga lima puluh persen bagi sektor usaha real estate (seperti perkantoran, mal, hotel, kawasan pariwisata, dsb) yang terkena dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar maupun Pandemi Covid19,” tulisnya dalam surat permohonan PAM.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Dukung Realokasi Anggaran Pemerintah Basmi Covid-19

RumahCom–Pengembang rumah bersubsidi mengapresiasi tindakan yang dilakukan pemerintah terkait realokasi anggaran dari Ditjen Perumahan sebesar Rp1,70 trilun untuk program rusun dan rusus demi menang

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Semangat Positif Sektor Properti di Tengah Pandemi Corona

Rumahcom – Walaupun berdampak pada penjualan di sektor properti, tidak menyurutkan optimisme dari pemilik Krisna Loka Property. Cokorda Agung Krisna, S.T.Pemilik dari Krisna Loka Property, Cokorda

Lanjutkan membacaApril 16, 2020

Pasar Apartemen di Jakarta dan Surabaya Lesu

RumahCom - Penjualan pasar properti di segmen apartemen menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh konsultan properti Coldwell Banker Indonesia. Penurunan yang cukup signifikan in

Lanjutkan membacaApril 17, 2020

Masukan