RumahCom – Situasi bisnis properti yang lesu ditambah pandemi Covid-19 telah membuat pasar properti seken tertekan dan harganya jatuh mencapai 20-30 persen di bawah pasaran. Ini justru situasi menguntungkan untuk beli.

Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang memukul sektor properti dan secara khusus juga membuat bisnis rumah seken ikut terpukul. Situasi ini membuat para pemilik properti yang ingin menjual produknya menjadi lebih sulit karena situasinya harus mau menjual di bawah harga pasaran kalau ingin cepat laku.

Bagi pemilik properti yang masih memiliki modal kuat tentunya masih bisa bertahan karena namanya properti pada saatnya pasti harganya akan bergerak naik lagi. Tapi untuk kalangan pemilik properti yang butuh uang (BU), umumnya akan melepas propertinya di bawah harga pasar.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong, kelesuan pada sektor properti seken memang terjadi dan koreksi harga pada jenis properti ini bisa mencapai 20-30 persen di bawah harga pasarannya. Situasinya memang menjadi kurang menguntungkan bila ingin menjual properti kita pada situasi seperti saat ini.

Beli rumah bekas juga menjadi pilihan yang tepat. Simak video berikut ini untuk mengetahui langkah aman membeli rumah bekas.

“Secara harga memang drop tapi bukan berarti rugi buntung juga. Gambarannya begini, dia beli properti seharga Rp1 miliar, seiring waktu harga pasarannya sudah Rp2 miliar, tapi karena situasinya lagi seperti ini harga pasarannya jadi hanya Rp1,5 miliar. Dia mau nggak cut loss dengan jual di bawah harga pasaran seperti ini, jadi rugi dalam arti potensi keuntungan yang bisa didapat berkurang,” katanya.

Kondisi pelemahan bisnis properti yang diperparah dengan pandemi Covid-19 membuat pemilik uang menjadi raja karena bisa menawar dengan harga yang jauh di bawah nilai pasarnya. Selain itu properti seken juga bersaing dengan produk baru (prime) yang dipasarkan oleh developer, situasi yang sulit membuat developer memberikan banyak kemudahan termasuk potongan harga dan cara-cara bayar yang lebih fleksibel.

“Bagi pemilik uang, ada baiknya memanfaatkan situasi ini dengan segera melakukan transaksi membeli properti. Situasi seperti saat ini yang banyak kemudahan dari developer maupun range harga produk seken di bawah harga pasar hanya akan berlaku pada saat situasi bisnis yang sulit. Semuanya akan kembali normal saat bisnis juga telah berjalan normal,” ungkapnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR