Ini Tren Teknologi yang Mempengaruhi Portal Properti Masa Depan

Boy LeonardApril 21, 2020

RumahCom – Perkembangan jual beli properti sudah bergeser dalam beberapa tahun terakhir. Menurut “Real Estate in a Digital Age 2019”, sebuah laporan dari National Association of REALTORS® yang berbasis di Amerika, menyebutkan bahwa pada tahun 2018, ada sebesar 44% pembeli properti yang mencari informasi secara online sebagai langkah awal dalam pencarian rumah baru. Internet kerap kali menjadi tempat pertama yang diperhatikan orang dikala mencari rumah baru.

Dilansir dari ReadWrite (20/4), sebuah blog teknologi dari AS, disebutkan tentang pandangan dari CEO and founder dari PropertySimple, perusahaan software teknologi untuk real estate, Adrian Fisher tentang empat tren teknologi yang akan membentuk portal properti ke depannya.

Menurut Adrian, kita sudah melewati masa-masa dimana kita harus menyusuri iklan baris dan berkeliling untuk menemukan rumah yang cocok. Saat ini, pasar properti sudah memberkan banyak kemudahan bagi para pembeli rumah dan penyewa untuk mencari unit properti tanpa perlu ke luar rumah.

Oleh karena itu, portal online properti pun terus menjadi sangat popular. Sejalan dengan popularitas ini, itu justru membuat portal online properti juga mengalami perubahan. Berikut ini adalah empat tren yang akan membentuk pasar real estat.

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) membantu memberikan hasil pencarian yang lebih baik.

Banyak orang yang kewalahan saat akan mencari rumah baru. Oleh karena itu, portal real estat hadir memberikan rekomendasi properti berdasarkan informasi yang diberikan seperti luas, harga, jumlah kamar, dan lainnya. Namun, kerap kali portal-portal ini memberikan informasi yang tidak sesuai dan berlebih dari yang diperlukan calon pembeli. Untuk itu, dengan adanya AI diharapkan aplikasi properti bisa menolong konsumen mencari rumah dengan lebih akurat.

Rumah.com telah menggunakan AI untuk membantu memberikan rekomendasi terbaik bagi pencari properti yang datang. Algoritma kecerdasan buatan akan memahami kisaran harga, lokasi, dan detail properti lain yang dilihat konsumen. Setelah itu, tampilan listing yang ada di Rumah.com akan otomatis menyesuaikan dengan preferensi konsumen tersebut.

“Jadi, apa yang tampil pada layar seseorang bisa berbeda dengan apa yang tampil di layar orang lain karena preferensi mereka berbeda-beda,” ujar Marine Novita, Country Manager Rumah.com.

Facebook dapat menjadi pesaing portal properti

Saat ini, Zillow dan Trulia merupakan portal real estat yang paling populer di dunia. Sementara itu, untuk Indonesia sendiri mungkin bisa disebutkan sejumlah aplikasi yang semakin dikenal masyarakat, seperti Rumah.com.

Namun, di tengah maraknya berbagai portal real estat seperti ini, terdapat info bahwa ada kemungkinan bahwa Facebook sedang membangun pasar propertinya sendiri untuk menjadi pesaing selanjutnya dalam industri ini.

Rumah.com sendiri telah megantisipasi hal ini dengan cara terus mengembangkan pemasaran berbasis teknologi. “Dengan menerapkan algoritma-algoritma yang mutakhir, kami yakin Rumah.com dapat menjadi portal teknologi properti yang selalu terdepan,” Marine menjelaskan.

Portal menambahkan layanan KPR

Tantangan bagi konsumen dalam membeli rumah baru, yaitu memperoleh KPR yang sesuai. Portal Zillow, menyebutkan, dalam rangka merampingkan proses pencarian konsumen, mereka sudah menyediakan layanan KPR-nya sendiri, yang disebut dengan Zillow Home Loans.

Pergeseran Zillow pada penyediaan KPR menandakan tren pasar properti yang mendekatkan proses transaksi properti dalam membuat pengalaman konsumen yang lebih baik. Bila portal pada mulanya hanya berkonsentrasi pada iklan properti saja, maka ada kemungkinan ke depannya, mereka akan berkembang untuk menghadirkan semua proses transaksi real estat, dengan menawarkan jasa yang berhubungan dengan KPR, asuransi, pemindahan, dan masih banyak lagi.

Beradaptasi dengan hal ini, Rumah.com pun bekerja sama dengan sejumlah bank untuk mengintegrasikan pencarian properti dengan layanan KPR.

Permintaan akses seluler akan terus bertambah

Manajer properti sekarang ini mempunyai peluang untuk melangkah melampaui transaksi properti tradisional dan bergeser ke pasar online. Hal ini secara khusus sedang dicari untuk segmen penyewa. Berdasarkan survei dari daVinci Payments, kategori penyewa terbesar, yaitu mereka yang berusia antara 18–29 tahun, dan para penyewa itu mencari mutu dalam pengalaman mereka.

Tidak hanya itu, data juga menunjukkan bahwa 71% penyewa melakukan proses pembelian melalui smartphone mereka. Berdasarkan Laporan 2020 NMHC/Kingsley Apartment Resident Preferences Report, 81% dari penyewa apartemen mengaplikasikan hp untuk mengakses ke portal residen mereka.

Ini menandakan adanya peningkatan dari tahun 2017 dimana angkanya berada pada 77%. Untuk itu, menawarkan pengalaman konsumen yang lebih baik melalui perangkat HP diyakini akan membuat manajer properti lebih dekat dengan para penyewa.

Jika sulit bagi Anda membayangkan membeli unit properti di portal properti, kenyataannya kini sudah semakin banyak calon pembeli dan penyewa yang beralih ke internet untuk mulai mencari properti yang mereka inginkan. Di tengah tren baru yang timbul dalam industri properti ini, tidak perlu diragukan bahwa ini akan memainkan peran penting dalam membentuk portal properti – kini dan di masa depan.

Analisa ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi teknologi merupakan kewajiban untuk bisnis hari ini, termasuk sektor properti. Bisnis saat ini adalah bisnis yang serba digital. Meskipun, mungkin, ada sisi pengalaman offline yang tetap dibutuhkan pada pemilihan unit properti –apakah itu rumah, apartemen, atau perkantoran– untuk memastikan kesesuaian antara permintaan dan penawaran, namun kecanggihan portal online ini tidak perlu diragukan lagi dan tetap akan menjadi preferensi pertama konsumen.

Konsumen mencari lewat portal terlebih dahulu, baru menetapkan langkah dan opsi selanjutnya. Oleh karena itu, dibutuhkan portal yang updated dengan teknologi dan tren permintaan. Dengan demikian, itu akan semakin memenangkan kompetisi pasar properti, baik di tengah masa pandemi virus corona ini, ataupun setelahnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Sektor Properti Masih Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar

Rumahcom – Sektor properti masih menjadi salah satu sektor yang menjadi penyumbang penanaman modal paling besar sepanjang kuartal I/2020. Selain itu, ditengah pandemic ini para investor yang terliba

Lanjutkan membacaApril 20, 2020

Mudahnya Beli Apartemen Di Thailand, Ini Mekanismenya

RumahCom – Pengembang Thailand mulai menawarkan produk propertinya untuk pasar di Indonesia. Negeri Gajah Putih ini cukup banyak memberikan kemudahan untuk orang asing membeli properti di negaranya

Lanjutkan membacaApril 21, 2020

Bakal Banyak Promo, Saat yang Tepat Beli Properti

Rumahcom – Pengamat properti berpikir bahwa membeli properti untuk dijadikan sebuah instrumen investasi di tengah pandemic corona saat ini sangat bagus.Pengamat properti yang juga menjabat sebagai C

Lanjutkan membacaApril 21, 2020

Masukan