RumahCom – Pemerintah telah membentuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan memotong dan mengelola dana dari pekerja. Dalam praktiknya, Tapera bukan hanya menyalurkan pembiyaan perumahan tapi juga dana pembangunan rumah hingga pensiun dengan imbal hasil yang lebih baik.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah ditetapkan pada akhir April 2019 lalu. BP Tapera akan bekerja untuk menyalurkan pembiayaan perumahan bagi kalangan pekerja yang modalnya diambil dari potongan gaji para pekerja sebesar 3 persen. Tapera sendiri merupakan akuisisi dari dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS).

BP Tapera bekerja dengan modal awal pengelolaan dana dari Bapertarum PNS sebesar Rp10,4 triliun ditambah modal dari pemerintah Rp2,5 triliun. Karena itu BP Tapera untuk tahap awal, setidaknya dalam lima tahun ke depan hanya menyalurkan pembiayaan untuk kalangan pekerja aparatur sipil negara (ASN).

Namun hingga saat ini BP Tapera belum juga menjadi lembaga penyalur pembiayaan perumahan dan masih berkutat pada hal teknis terkait aturan hingga seperti apa dana perumahan dari potongan gaji para pekerja ini akan dikelola. Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar memberikan sedikit gambarannya.

Menurut Ariev, Tapera akan menyalurkan pembiayaan perumahan dengan bunga ringan yang akan difokuskan pada pekerja yang belum memiliki rumah. Untuk pekerja yang sudah memiliki rumah, manfaat yang bisa diambil dari dana tabungannya di Tapera yaitu untuk renovasi, biaya membangun rumah di atas tanah milik sendiri, ataupun nanti diambil dananya tersebut sebagai tabungan dana pensiun.

Ingin punya rumah lewat KPR tapi sering ditolak? Simak informasinya di video berikut ini agar lolos KPR bank!

“Tapera itu bukan hanya menyalurkan pembiayaan perumahan tapi ada tiga tugas utamanya yaitu pemupukan dana, pemanfaatan, dan pengembalian. Penyaluran pembiayaan perumahan itu hanya salah satunya, makanya yang kita salurkan bunganya harus rendah kalau bisa di bawah bunga KPR subsidi yang lima persen. Tapi di sisi lain imbal hasil kita juga harus menarik setidaknya lebih tinggi atau setara dengan deposito saat manfaat yang diterima sebagai dana pensiun,” ujarnya.

Jadi kendati namanya tabungan perumahan, BP Tapera tidak bisa juga hanya fokus dan menggunakan semua dananya untuk pembiayaan perumahan yang nantinya bisa berpengaruh terhadap imbal hasil dana pensiun. Untuk itu harus diatur keseimbangan (balancing) antara penyaluran KPR dan pengembalian dana investasi supaya tetap menarik bagi yang ingin memiliki rumah maupun mendapatkan dana pensiun.

“Jadi pola kerja kita harus selaras dan balance antara penyaluran pembiayaan rumah murah dan investasinya. Potensi dari kalangan pekerja kita bisa mencapai 139 juta pekerja pada tahun 2024 nanti yang akan menjadi anggota Tapera. Kalau ini bisa dikelola dengan baik akan banyak pekerja yang bisa mengakses pembiayaan perumahan dengan lebih mudah di sisi lain juga akan bisa mendapatkan manfaat dana pensiun yang lebih baik,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR