Pengembang Akui Penjualan Menurun Drastis

Boy LeonardApril 23, 2020

Pengembang Akui Penjualan Menurun Drastis

RumahCom – Pengembang properti, khususnya di Jakarta sedang pusing. Pandemi corona telah mengganggu bisnis mereka, sampai harus mengalami penurunan penjualan hingga 50%.

 Sektor properti ikut serta merasakan pukulan hebat dari akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Walaupun sektor properti sempat mulai menunjukkan popularitas yang positif menjelang awal tahun 2020, setelah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan hasil yang cenderung stagnan. Tetapi, dengan adanya pandemi ini, kinerja sektor properti kembali terguncang, terutama penjualan kelas non subsidi yang harus mengalami penurunan drastis hingga 50% pada bulan Februari dan April ini. Walaupun demikian, untuk kinerja segmen menengah ke bawah masih cukup bagus, karena adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah.

“Sebetulnya waktu Desember itu, kita mulai ada peningkatan. Bulan Desember-Januari awal tahun ada peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan kuartal terakhir atau 6 bulan pertama awal tahun 2019, tetapi kemudian karena adanya virus corona ini, semuanya menjadi kacau balau, kelas non subsidi turun drastis,” kata Paulus Totok Lusida, Ketua Umum REI, dalam dialog program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (23/04/2020).

Penurunan sektor properti selama pandemi ini diperkirakan mencapai hingga 50% pada April 2020 dibandingkan tahun lalu. Menurut Totok, penurunan utama terjadi pada masyarakat kelas menengah ke atas. Artinya, sektor properti masih tertolong dengan adanya penjualan dari masyarakat menengah ke bawah.

“Penjualan properti tetap ada. Kita sudah bekerja sama dengan para agen penjualan properti online yang besar agar penjualan tetap dapat dilakukan. Hanya saja, untuk properti kelas menegah ke atas memang drop sekali. Tapi, ini bukan mati suri, karena kita tidak mau properti itu bener-bener terhenti,” ujar Totok.

Totok pun menerangkan masyarakat menengah ke bawah menerima stimulan dari pemerintah yang menambah kuota rumah subsidi. Subsidi ini akan direalisasikan pada April 2020 dengan mengaktifkan kembali program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

“Karena subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sudah habis. Jadi, kita masih nunggu SBUM yang diharapkan Senin sudah dapat tandatangani, sehingga dapat terealisasi untuk rumah secara subsidi,” jelasnya.

“Properti itu penjualannya saling terkait. Jadi, kalau satu mati yang lain memang akan turun. Untuk itu, saya ingin dari birokrat mendukung penuh, sehingga penjualan rumah sederhana ini dapat terlaksana dengan baik agar nanti kalau wabah covid-19 ini sudah selesai, rumah menengah ke atas mulainya nggak berat,” papar Totok.

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Promosi Online Jadi Solusi Pengembang Di Tengah Pandemi

Rumahcom – Sejak tahun 2019 lalu sektor properti telah menunjukan tren peningkatan. Hampir di seluruh sektor properti mulai rumah, apartemen, perkantoran, shophouse, hotel, industri, hingga pergudan

Lanjutkan membacaApril 22, 2020

RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang Gunakan Rusun Untuk Isolasi Tim Medis

RumahCom – Rusun yang berada di kompleks RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang, Kalimantan Barat akan menjadi tempat karantina tenaga medis yang ikut bekerja merawat pasien corona (covid-19). Pada keteran

Lanjutkan membacaApril 22, 2020

Ragam Strategi Promosi Pengembang Di Tengah Pandemi Covid-19

Rumahcom – Situasi dan kondisi pasar properti yang kurang baik akibat pandemi Covid-19, membuat beberapa pengembang properti dituntut untuk menjadi kreatif dan inovatif agar menjaga keseimbangan da

Lanjutkan membacaApril 22, 2020

Masukan