Kontribusi Investasi Sektor Properti Tinggi, Sinyal Positif?

Boy LeonardApril 23, 2020

Kontribusi Investasi Sektor Properti Tinggi, Sinyal Positif

RumahCom–Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pada kuartal I/2020, sektor properti termasuk dalam lima besar penyumbang realisasi investasi.

Meskipun tingkat realisasi investasi di sektor properti ini masih dapat mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan karena wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia, namun hal ini dinilai dapat menjadi sinyal positif untuk periode selanjutnya.

Commercial and Business Development Director AKR Land, Alvin Andronicus menyatakan bahwa hal itu terjadi kemungkinan karena 2 alasan. Pertama, baik pengembang dan pemberi modal telah percaya diri pada pasar properti tahun 2020.

Menurutnya, tahun ini seharusnya tak ada lagi penghalang sehingga pengembang mengerahkan semua produk lamanya supaya terjual habis dengan harga relatif murah dan memberikan berbagai penawaran menarik supaya dapat langsung meluncurkan produk baru.

Sementara itu, dari sisi pemodal, mereka bisa jadi sudah telanjur membeli pada awal tahun atau memanfaatkan situasi pasar yang sedang berpihak pada pembeli.

“Kemungkinan tinggi pada awal tahun sebab banyak juga yang catatan penjualannya melebihi ekspektasi pada bulan Januari kemarin,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020), dikutip dari Bisnis.

Setelahnya, timbul wabah Covid-19 pada Maret. Pengembang ataupun pemilik properti, terutamanya kelas menengah atas akan berusaha keras mengerjakan apa bahkan supaya propertinya dapat terjual. Lagi-lagi, situasi ini dimanfaatkan oleh para pemberi modal.

“Kini mereka [pemodal] punya kesempatan besar untuk mencari portofolio properti terbaik dengan harga relatif murah sebab pengembang sangat bergantung dengan penjualan untuk menjaga cash flow,” kata Alvin.

Menurutnya, tingginya tingkat realisasi investasi di sektor properti dapat jadi mengalami penurunan dalam beberapa bulan ke depan oleh karena pengaruh wabah virus corona atau Covid-19. Para konsumen properti, baik pemodal ataupun konsumen akan cenderung memasang sikap wait and see.

“Sesungguhnya data BKPM juga dapat jadi sinyal ketertarikan para pemodal properti sebab seluruh pelaku industri properti pada tahun 2020 telah sungguh-sungguh optimistis, sesudah 3 tahun sebelumnya telah mengalami perlambatan penjualan, selain di sektor subsidi hingga Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, BKPM mencatat realisasi total penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri pada kuartal I/2020 mencapai Rp 210.7 triliun dari 25.192 proyek. Adapun, Rp 17.8 triliun di antaranya berasal dari sektor perumahan kawasan dan industri perkantoran.

Dari total investasi sebesar Rp 17.8 triliun tersebut, investasi dari penanam modal dalam negeri (PMDN) di sektor properti mencapai Rp 9.1 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa sampai sekarang ini belum ada pemodal yang menarik diri untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kebanyakan dari para pemodal akan bersikap menunggu sebelum realisasi, makanya kuartal II/2020 akan semakin berat,” ungkapnya melalui siaran YouTube, Senin (20/4/2020).

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Terus Tunjukan Komitmen Progres Proyeknya Di Tengah Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang seperti berlomba menunjukan pengembangan proyeknya tetap berjalan baik saat wabah Covid-19. Salah satunya Apartemen Pacific Garden di Alam Sutera yang menyelesaikan pe

Lanjutkan membacaApril 23, 2020

Fengsui: Bisnis Properti Berpotensi Membaik di Tahun 2020

RumahCom–Pada awal tahun 2020, seorang ahli Feng Shui menyebut bahwa sektor properti menjadi sektor paling berpotensi membaik di tahun Tikus Logam.  Hal ini pertama kali dikemukan oleh Jenie Kumala

Lanjutkan membacaApril 24, 2020

Kenaikan Penjualan Properti Di Tengah Pandemi Oleh 4 Pengembang Besar

RumahCom – Dalam laporan yang diterbitkan oleh Citi Research yang dikeluarkan pada tanggal 16 April yang lalu tersebut tertulis jika empat pengembang telah mengalami kenaikan dari penjualan properti

Lanjutkan membacaApril 23, 2020

Masukan