Tantangan Investor Properti Di Tengah Pandemi

Boy Leonard27 Apr 2020

Tantangan Investor Properti Di Tengah Pandemi

RumahCom – Walaupun banyak dari para pakar mengatakan jika tahun 2020 ini sektor properti dianggap lesu, namun potensi investasi asing di sektor properti diklaim masih akan cerah walaupun di masa pandemic Covid-19 yang sudah merecoki industry properti.

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa pelemahan pertumbuhan ekonomi tak hanya dialami Indonesia, tapi juga negara lain, termasuk dengan negara Tiongkok.

Selaku Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), Rusmin mengungkapkan bahwa investasi pada sektor properti akan tetap menarik mengingat bentuk dari investasi ini merupakan sebuah investasi jangka panjang yaitu bisa 3-5 tahun. Jadi bukan tidak mungkin jika potensi dari investor akan cerah.

Ia juga menjelaskan bahwa terhitung dari awal Maret lalu ketika adanya wabah Covid-19 ini, berhentinya pandemic hingga pasar kembali aktif diprediksi akan selesai pada tahun 2021 awal atau akhir 2020.

“Kita lihat Tiongkok, dia kan jadi benchmark-nya, sekarang sudah mulai bangkit. Beberapa negara Eropa juga sudah mulai membuka diri, sudah bisa kembali beroperasi seperti biasa. Artinya, kemungkinan semuanya untuk kembali seperti semula besar sekali,” tuturnya, dikutip dari Bisnis.

Rusmin menambahkan, Salah satu hal yang menjadi kendala dan tantangan tersendiri bagi dunia investasi properti adalah kecepatan dari suatu negara ketika menangani sebuah kasus seperti pandemic Covid-19 ini..

Selain itu hadirnya kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB juga menjadi sebuah tantangan bagi para investor baru maupun para pengembang properti di Indonesia.

Menurutnya, persoalan yang perlu dibenahi masih sama, yakni dari sisi birokrasi, tenaga kerja, infrastruktur, kepastian hukum, dan insentif.

Sama seperti sebelumnya konsultan properti Colliers International Indonesia juga menyebutkan bahwa persiapan untuk investasi properti di saat seperti ini justru menjadi langkah cerdas.

Director Advisory Service Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menyebutkan dalam berinvestasi properti seperti melakukan pembelian lahan akan perlu waktu tahunan untuk bisa mulai mengolahnya.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa lahan yang dibeli saat ini dinilai dapat digunakan untuk membangun sebuah proyek baru untuk beberapa tahun kedepannya. Selain itu, hadirnya ibukota baru ketika selesainya pandemic ini tentu juga akan dinilai dapat meningkatkan sektor properti kembali.

Sementara itu untuk jangka panjang, rencana awal terkait penyewaan dan penjualan proyek terkini diperkirakan harus mengalami penyesuaian.

“Pengembang dan pemilik properti harus memiliki pasokan yang cukup untuk menampung permintaan yang waktunya kemungkinan bisa lebih panjang,” ujar Monica.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Tetap Geber Pembangunan Hunian TOD

RumahCom - PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) optimistis pendapatan masih bisa tumbuh di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia.Adapun sepanjang tahun 2019 lalu, kinerja p

Lanjutkan membaca24 Apr 2020

Pencari Properti Masih Tertarik Walau COVID-19. Inilah yang Pencari Properti Lihat

Berdasarkan arahan dari pemerintah untuk tetap bekerja dari rumah selama masa pandemi COVID-19, Sejak itu agen properti telah mengalami penurunan dalam permintaan panggilan dan permintaan untuk meliha

Lanjutkan membaca27 Apr 2020

Ini Instrumen Investasi yang Aman di Tengah Pandemi

RumahCom– Penyebaran virus corona menyebabkan situasi perekonomian global menjadi tak stabil, malah semakin menurun. Ini berpengaruh pada sejumlah bisnis di dunia, tidak terkecuali pada aktivitas in

Lanjutkan membaca27 Apr 2020

Masukan