RumahCom – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Untuk itu Colliers International Indonesia memberikan beberapa rekomendasi untuk perusahaan pengembang selama masa pandemi ini.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat memengaruhi perekonomian global dan hampir seluruh negara di dunia tidak ada yang tidak terdampak wabah ini. Salah satu imbas langsung terkait wabah ini yaitu perekonomian yang terganggu karena setiap negara berkonsentrasi pada penananganan pengendalian pandemi.

Situasi dunia menjadi lebih menantang dengan dampak virus ini yang sangat besar dan memengaruhi hampis semua sektor. Beberapa analisis maupun prediksi telah dipaparkan berbagai kalangan terkait dampak wabah ini khusususnya pada pergerakan perekonomian secara umum.

Salah satunya Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaan konsultan, riset, dan manajemen properti yang memberikan paparan khususnya untuk kalangan pengembang terkait pagebluk ini. Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director CII,  pihaknya telah melakukan riset dan kajian terkait dampak Covid-19 dan memberikan beberapa rekomendasi untuk kalangan pengembang.

“Untuk strategi jangka pendek, kalangan pengembang bisa mengajukan pinjaman untuk bridging terkait kendala likuiditas. Bunga dari pinjaman ini bisa dibebankan ke sebuah gedung yang dikelola sehingga langkah ini bisa menghasilkan likuiditas yang sangat diperlukan saat situasi ini,” ujarnya.

Ditengah pandemi, rumah menjadi tempat teraman untuk berlindung. Simak selengkapnya di video berikut ini.

Strategi lainnya yaitu dengan mendatangkan mitra baru yang memiliki expertise dan track record baik untuk memperkuat branding produk yang dikembangkan. Pengembang juga harus lebih aktif dan serius melakukan riset untuk jenis maupun jasa apa yang bisa dihadirkan untuk sementara pada situasi ini dan nanti produk maupun jasa ini bisa diganti saat situasi sudah pulih.

Efisiensi menjadi  langkah penting lainnya karena itu dalam setiap menghadirkan produk harus diupayakan dengan investasi minimal tapi bisa mendatangkan pendapatan instan. Strategi lainnya dengan melakukan re-packaging pada produk lama (ready stock) namun dengan positioning yang berbeda. Beberapa beban usaha yang bisa dilakukan restrukturisasi pembiayaan juga harus dilakukan.

Untuk strategi yang lebih jangka panjang, harus disusun perencanaan maupun strategi ulang pada proyek-proyek yang berjalan. Pengembang harus bisa mengupayakan dana sendiri sebagai cadangan karena wabah Covid-19 belum bisa diprediksi  kapan akan berakhir tapi yakinlah kalau situasi eknomi akan pulih. Bila memungkinkan bisa mendatangkan investor baru untuk menopang sumber keungan dan membangun kembali rencana jangka panjang yang lebih solid.

Optimisme lain yang bisa dibangun, sektor properti Indonesia didukung oleh pasar yang sangat besar dan selama ini historinya selalu di atas pertumbuhan PDB negara. Investasi pada tanah juga merupakan jenis investasi yang sangat baik dan selalu tahan krisis karena itu kita bisa tetap optimistis terkait berbagai kendala yang terjadi akibat pandemi ini.

“Salah satu keyakinan yang bisa dibangun yaitu ekonomi kita cukup tangguh dan khususnya sektor properti itu akan selalu bisa bangkit kembali. Saat ini semuanya memang harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan cara-cara yang aman misalnya menunda dulu investasi besar sambil melihat tren pemulihan pandemi yang terus meningkat secara global,” beber Ferry.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR