Ragam Sektor Yang Serap Investasi Terbesar Pada Triwulan I-2020

Boy LeonardApril 28, 2020

Ragam Sektor Yang Serap Investasi Terbesar Pada Triwulan I-2020

RumahCom – Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ada beberapa sektor yang menerima investasi tertinggi saat ini. Mereka juga mempertegas jika pembangunan infrastruktur masih terus berjalan dan terekam dalam catatan realisasi investasi triwulan I-2020.

Terdapat beberapa sektor yang saat ini menerima investasi tertinggi yakni, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Ketiga sektor teersebut menerima investasi tertinggi dengan nilai Rp49,3 triliun atau 23,4 persen dari total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) periode triwulan I-2020.

Semua itu tertulis dalam data yang dimiliki oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain itu menurut Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM mengatakan bahwa berdasarkan data pada periode tahun 2016-2020, Sektor Transportasi, Gudang dan juga Telekomunikasi mulai mendapat peringkat 5 tertinggi sejak tahun 2017.

Hal ini cukup mencerminkan pembangunan infrastruktur yang mulai kembali berjalan. Adapun kegiatan ini yang didalamnya yaitu pembangunan jalan tol tuturnya.
 
Capaian sektor infrastruktur itu bertahan sejak tahun sebelumnya dengan realisasi investasi Rp139 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi sepanjang 2019.

“Yang juga menarik adalah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya. Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin, salah satu programnya adalah transformasi ekonomi yang berbasis pada nilai tambah. Besarnya realisasi di sektor ini adalah tanda bahwa hilirisasi industri sudah berjalan,” tutur Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pada Senin lalu.
 
Dalam catatan BKPM, hingga triwulan I-2020, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menduduki peringkat kedua realisasi investasi terbesar setelah infrastruktur dengan capaian Rp24,5 triliun (11,6 persen).
 
Sektor lainnya yang menyusul pada peringkat setelahnya yakni listrik, gas dan air (Rp18,0 triliun, 8,6 persen); perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp17,8 triliun, 8,4 persen), serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan (Rp17,2 triliun, 8,2 persen).

Berdasarkan data 2016-2020, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mulai masuk menjadi peringkat lima tertinggi sejak 2017, hal ini menandakan pembangunan infrastruktur mulai berjalan. Kegiatan investasi yang ada di dalamnya antara lain pembangunan jalan tol.

Bahlil juga menambahkan bahwa beberapa sektor diatas yang menyerap investasi terbesar saat ini dan sangat erat kaitannya dengan sektor infrastruktur. Ini menjadi satu bukti bahwa selama ini infrastruktur di Indonesia sangat menjadi pusat perhatian utama oleh pemerintah.

Kendati demikian, data BKPM juga telah menunjukkan total realisasi investasi pada triwulan I tahun 2020 mencapai angka yang cukup fantastis dan hal tersebut terlihat signifikan progresnya dibandingkan pada periode 2019. Ia juga menambahkan bahwa data kenaikan keseluruhan tersebut hingga mencapi 29,3 persen.

Sumber: Antara.com

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Instrumen Investasi yang Aman di Tengah Pandemi

RumahCom– Penyebaran virus corona menyebabkan situasi perekonomian global menjadi tak stabil, malah semakin menurun. Ini berpengaruh pada sejumlah bisnis di dunia, tidak terkecuali pada aktivitas in

Lanjutkan membacaApril 27, 2020

Ini Beberapa Cara Ringankan Cicilan KPR Saat Pandemi

RumahCom – Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meringankan kewajiban cicilan KPR yang terkendala terkait wabah Covid-19. Selain mengajukan restrukturisasi kepada bank, ada cara lain supaya ci

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Pengembang Terus Berikan Kemudahan Untuk Gairahkan Pasar

RumahCom – Kalangan pengembang menerapkan berbagai strategi untuk memudahkan masyarakat tetap bisa melihat ragam produknya dari rumah saat pandemi Covid-19. Kemudahan ini juga diikuti  dengan berba

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Masukan