Membeli Properti Di Australia, Cukup Sediakan Dana Awal 10 Persen

April 29, 2020

RumahCom – Australia merupakan salah satu negara yang memudahkan orang asing untuk membeli properti. Calon konsumen cukup menyediakan dana awal 10 persen yang akan disimpan di trust account. Pengenaan pajaknya pun cukup simpel dan ringan.

Sekali lagi kita bisa  mempelajari bagaimana di luar negeri menerapkan aturan terkait pembeli properti asing. Di Australia misalnya, ada cukup banyak kemudahan yang diberlakukan untuk orang asing membeli properti baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen (high rise) tanpa batasan harga. Australia juga cukup gencar berpameran di kota-kota besar Indonesia untuk menjaring konsumen di sini.

Menurut Reiza Juremi, Senior Property Consultant Crown Group, sebuah perusahaan pengembang Australia yang dimiliki orang Indonesia Iwan Sunito, orang asing yang ingin membeli properti di Australia hanya membutuhkan dua syarat yaitu non permanent residence (PR atau citizen) dan harus apply foreign investor vpboard (FIV).

“Kalau aplikasi FIV ini disetujui orang asing bisa beli produk properti di Australia khusus untuk produk baru yang dikembangkan developer, jadi tidak diperkenankan membeli produk seken. FIV sendiri semacam lembaga otoritas di Australia yang akan diberikan sekaligus saat tandatangan kontrak pembelian,” ujarnya.

Bisa saja orang asing membeli produk seken tapi bangunannya harus dihancurkan dan dalam jangka waktu 6-12 bulan harus segera dibangun. Si pembeli harus mendaftarkan izin membangun atau semacam IMB di sini ke council permit, semacam lembaga penerbit IMB untuk memenuhi berbagai aturan yang berlaku di Australia.

Untuk hak kepemilikan bagi orang asing akan berlaku status free hold atau hak milik. Di Australia ada dua hak kepemilikan properti bagi orang asing yaitu lease hold dan free hold. Lease hold semacam hak pengelolaan lahan (HPL) dengan jangka waktu tertentu sementara free hold seperti hak milik (SHM) yang berlaku selamanya dan bisa diwariskan. Semua status kepemilikan properti di Australia bersifat free hold seperti ini.

Setiap orang pasti punya rumah idaman yang diinginkan. Lalu bagaimana cara cerdas agar bisa temukan rumah idaman? Nonton video berikut ini untuk tau caranya, yuk!

Untuk pola pemesanan dan cara bayarnya juga berlaku sistem inden seperti di Indonesia. Setiap  konsumen yang memesan harus membayar booking fee yang besarannya ditentukan developer dan umumnya sebesar 5.000 dollar Australia. Fungsi booking fee ini untuk mengikat unit yang dipesan dan sifatnya bisa dikembalikan (refundable) yang bila batal akan dikembalikan 100 persen.

Bila booking fee berlanjut konsumen menandatangani contract of sale atau kontrak jual beli semacam DP yang nilainya 10 persen dari harga jual. Sisa pembayaran yang 90 persen dilunasi saat sertifikat barang sudah jadi dan produk siap diserahterimakan. Bisa juga menggunakan KPR atau KPA yang diurus enam bulan sebelum produk jadi, range bunganya berkisar 3,5-4,5 persen/tahun.

Terkait perpajakannya, setiap orang asing yang membeli properti di Australia dikenakan dua komponen pajak yaitu stamp duty 4 persen ditambah foreign surcharge 8 persen. komposisi pajak ini bisa berebda di setiap negara bagian, misalnya 4+8 ini berlaku di New South Wales sementara di Melbourne 5+7 sehingga secara rata-rata berkisar 12 persen.

Untuk orang asing juga diberlakukan nilai pajak yang berjenjang, nilai properti yang dibeli di bawah 1 juta pajaknya 5.000 dollar, 1-2 juta 10 ribu dollar, dan di atas 2 juta 20 ribu dollar. Tidak ada pajak lainnya selain pajak ini.

“Orang asing yang membeli properti di Australia juga akan terjamin keamanannya. DP 10 persen yang disetorkan tidak langsung masuk ke developer tapi ditampung di trust account oleh lawyer dan diawasi pemerintah. Uangnya tetap aman bahkan berbunga senilai bunga deposito di Australia sekitar 1 persenanan, jadi developer harus punya modal karena tidak boleh membangun dengan uang konsumen,” jelas Riza.

Hal lain yang bisa memudahkan konsumen, ada berbagai kemudahan untuk mengetahui harga pasaran maupun kredibilitas developer yang membangun. Calon konsumen bisa mengakses website seperti domain.com.au, realestate.com.au, atau lainnya untuk mengetahui berapa medium price di suatu daerah termasuk melihat kredibilitas pengembang.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mudahnya Beli Apartemen Di Thailand, Ini Mekanismenya

RumahCom – Pengembang Thailand mulai menawarkan produk propertinya untuk pasar di Indonesia. Negeri Gajah Putih ini cukup banyak memberikan kemudahan untuk orang asing membeli properti di negaranya

Lanjutkan membacaApril 21, 2020

Dari Australia, Crown Group Merambah Ke Amerika

RumahCom – Pengembang Australia Crown Group mulai merambah ke Amerika dengan mengakuisisi lahan di Los Angeles (LA) untuk dikembangkan jadi apartemen dan hotel. Crown Group kembali akan membawa expe

Lanjutkan membacaApril 22, 2020

Pengembang Terus Tunjukan Komitmen Progres Proyeknya Di Tengah Pandemi

RumahCom – Kalangan pengembang seperti berlomba menunjukan pengembangan proyeknya tetap berjalan baik saat wabah Covid-19. Salah satunya Apartemen Pacific Garden di Alam Sutera yang menyelesaikan pe

Lanjutkan membacaApril 23, 2020

Covid-19 Tidak Bikin Pengembang Rugi, Baru Kurangi Margin Keuntungan

RumahCom – Pelemahan bisnis properti ditambah pandemi Covid-19 tentunya membuat bisnis kalangan pengembang menjadi lebih sulit. Tapi secara umum, pengembang masih bisa menjalani bisnisnya karena yan

Lanjutkan membacaApril 27, 2020

Ini Yang Harus Dilakukan Pengembang Saat Wabah Covid-19

RumahCom – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Untuk itu Colliers International Indonesia memberikan beberapa rekomendasi untuk perusahaan penge

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Masukan