Para Pengembang Besar Diprediksi Revisi Target Penjualan

Boy LeonardApril 29, 2020

Para Pengembang Besar Diprediksi Revisi Target Penjualan

RumahCom– Menghadapi wabah virus corona, pengembang mulai gelisah sebab penjualannya turut terkena imbas. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini situasi pasar properti juga belum sepenuhnya pulih. Di tengah ketidakpastian ekonomi dampak wabah Covid-19 ini, para pengembang besar pun dinilai akan merevisi target penjualan mereka di tahun ini.

Ahli properti menilai bahwa pengembang besar yang mendominasi pasar properti dan mempunyai aset jumbo lebih memiliki peluang besar untuk merevisi target penjualannya pada tahun ini.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit menyatakan bahwa merevisi target penjualan adalah hal yang wajar dan realistis untuk dijalankan oleh pengembang di tengah ketidakpastian ekonomi dampak wabah Covid-19 ini.

Hal ini didukung dengan hasil pencapaian pengembang besar pada kuartal I/2020 yang jauh berbeda dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini. Sepanjang kuartal pertama, performa pengembang besar masih bisa dikatakan normal dan sesuai dengan target penjualannya masing-masing.

“Terkait target penjualan, ada pengembang yang tidak mencapai target, tetapi ada juga pengembang yang melampaui target pada kuartal pertama. Contohnya, Ciputra dan Bumi Serpong Damai. Kedua pengembang ini fokus pada penjualan rumah segmen menengah ke bawah dengan harga Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan,” katanya, dikutip dari Bisnis.

Meskipun demikian, Panangian juga mengungkapkan bahwa pengembang yang terpusat pada sektor apartemen, perkantoran, sampai hotel hampir dipastikan tidak mencapai target di awal tahun mengingat sektor-sektor inilah yang paling terkena dampak dari mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Apalagi, seminggu sebelum pertengahan Maret timbul himbauan dari pemerintah untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti bekerja, belajar, beribadah dari rumah dan melakukan jaga jarak fisik atau physical distancing.

Panangian memprediksi sekiranya wabah Covid-19 ini masih akan terus berlangsung dan belum bisa diatasi dengan cepat. Oleh karena itu, para pengembang besar diprediksi akan merevisi target penjualannya. Apalagi, performa kuartal kedua juga diprediksi akan mengalami penurunan sampai dengan 90 persen. Meskipun demikian, semua itu kembali lagi tergantung dari konsentrasi sektor pengembang dan realisasi di kuartal I/2020.

Menurutnya, kemungkinan penurunan akan dirasakan oleh pengembang besar yang berkonsentrasi pada penjualan apartemen, ruko, perkantoran, dan apartemen sewa, hotel, serta kawasan industri. Dengan melihat hal ini, pemulihan sektor juga memerlukan waktu yang tak sejenak dan diprediksi pulih pada kuartal akhir tahun.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa para pengembang diprediksi akan melakukan revisi target penjualan mereka antara 50 persen hingga 70 persen dari target tahun sebelumnya. Namun, hal ini masih tergantung pada sektor pengembangnya dan realisasi performa pada kuartal pertama tahun ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

2 Segmen Properti Ini Merosot Akibat Pandemi

RumahCom — Beberapa asosiasi pengembang di Indonesia telah menyatakan bahwa bisnis properti segmen rumah bersubsidi dan juga perhotelan bisa anjlok jika tidak ada kebijakan yang tepat menyusul meros

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Stimulus Properti Harapan Keberlangsungan Industri Properti

 RumahCom– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi pengaruh Covid-19 bisa mendorong kelangsungan industri properti.  Sebe

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Kadin Properti: Mau Perekonomian Bagus, Prioritaskan Sektor Properti

RumahCom – Properti merupakan salah satu lokomotif perekonomian dengan 174 industri terkait langsung di belakangnya. Karena itu KADIN Properti mengingatkan pemerintah untuk memprioritaskan sektor in

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Masukan