Dampak Pandemi Hingga Lockdown Terhadap Pasar Properti Di London

Boy LeonardApril 29, 2020

Inggris diperkirakan akan membangun rumah 35 persen lebih sedikit dari prediksi tahun ini.

RumahComKebijakan pemerintah tentang adanya lockdown yang diterapkan di Inggris membuat penjualan rumah dan properti senilai US$102 miliar untuk saat ini tertahan.

Menurut keterangan dari broker properti Knight Frank LLP memperkirakan jika Inggris akan membangun rumah 35 persen lebih sedikit dari prediksi tahun ini. Bahkan untuk beberapa pengembang terbesar di negara tersebut akan berencana untuk kembali ke sektor konstruksi.

Untuk awalan sebelum Inggris memutuskan untuk melakukan lockdown, penetapan penjagaan jarak sosial akibat wabah Covid-19 telah menghantam baik dari pembangunan maupun permintaan sehingga jumlah rumah pribadi yang dibangun pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 56 ribu lebih kecil dari prediksi.

Sementara itu ketika fase lockdown, Portal Properti Zoopla menyebutkan bahwa aturan pemerintah yang bertujuan menahan penyebaran wabah Covid-19 tersebut menutup pasar properti di Inggris untuk sementara waktu. Dengan jumlah hunian sebanyak 373.000 rumah yang siap dijual dan selesai dibangun antara April dan Juni batal ditransaksikan.

Ia juga menambahkan bahwa adanya pandemi ini memberikan efeek yang sangat signifikan terhadap skala dan kecepatan para pengembang dalam pembangunan hunian tersebut.

“Pengembang berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mematuhi kontrol sosial yang ketat dan juga makin berkurangnya ketersediaan pekerja terampil,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Zoopla juga menyebutkan bahwa jumlah hunian yang selesai dibangun tahun ini hanya akan terdapat separuhnya saja dibandingkan dengan tahun lalu. Kendati demikian, jumlah dari pengunjung pancari rumah atau calon konsumen di Zoopla sendiri juga turun hingga 70 persen pada Maret lalu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah kembali bekerja pekan ini dan mengatakan bahwa Inggris sudah mulai melewati puncak wabah. Namun, dirinya tetap meminta agar warganya membatasi pergerakan sampai puncak gelombang kedua terlewati.

Para ilmuwan di sana juga telah memberi pilihan untuk mulai menarik aturan pembatasan sosial dengan detail aturan yang baru akan dikeluarkan pekan depan. Ada kemungkinan besar bahwa Inggris akan segera memulai kembali perekonomiannya.

Ia juga menambahkan pada Selalu kemarin bahwa kabar baik dari hal tersebut adalah jumlah total properti yang terjual saat ini hanya turun 4 persen dari jumlah yang sudah didaftarkan pada awal Maret bulan lalu. Hal ini terjadi karena tidak ada penjual yang menarik propertinya dari daftar.

Data tersebut diharapkan bisa menimbulkan kembali kepercayaan diri pasar sehingga bisa segera rebound setelah aturan pembatasan sosial ditiadakan.

Sumber: bisnis.com

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menolong Sesama yang Terkena Dampak Pandemi COVID-19

Di kwartal akhir abad ini, Kawasan Asia Tenggara – termasuk Indonesia – dilanda berbagai tantangan dan krisis. Krisis Finansial Asia 1997 dan Krisis Finansial Global 2008 adalah kejadian yang pali

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Membeli Properti Di Australia, Cukup Sediakan Dana Awal 10 Persen

RumahCom – Australia merupakan salah satu negara yang memudahkan orang asing untuk membeli properti. Calon konsumen cukup menyediakan dana awal 10 persen yang akan disimpan di trust account. Pengena

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Pasar Properti Asia Diprediksi Melambung Di Tengah Pandemi

RumahCom - Pasar properti kawasan Asia Pasifik telah dihantam keras oleh wabah pandemi Covid-19, namun hal tersebut diperkirakan masih berpeluang tinggi walaupun di tengah pandemi virus korona (covid-

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Masukan