PPDPP Akan Alihkan Kuota KPR Subsidi Bila Bank Penyalur Tidak Perform

April 30, 2020

RumahCom – Bank penyalur KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) harus berkinerja baik. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sebagai penyalur dana FLPP akan mengalihkan kuota bank yang performance penyalurannya kurang baik kepada bank yang lebih perform.

Penyalur KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terus meengevaluasi penyaluran dana FLPP khususnya pada bank pelaksana yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Mandiri.

Menurut Kepala Divisi  Kerjasama PPDPP Umi Hardinajati, evaluasi dari lima bank Himbara ini mencatatkan Bank BTN dengan penyaluran tertinggi dengan porsi 66 persen dari target kuota tahun 2020. “Sementara untuk penyaluran tertinggi hingga April 2020, Bank BNI posisinya tertinggi dengan porsi penyaluran mencapai 109 persen,” ujarnya.

Selanjutanya PPDPP pada triwulan kedua tahun 2020 akan mengevaluasi untuk melihat efektifitas kuota dana FLPP yang telah disebar ke bank pelaksana. Evaluasi ini salah satunya akan melihat kinerja bank yang paling baik akan mendapatkan pengalihan kuota dari bank lain yang kinerja penyalurannya kurang bagus.

Sementara itu, tahun 2020 ini PPDPP memiliki target untuk menyalurkan sebanyak 102.500 unit rumah yang disebar ke 10 bank umum nasional dan 30 bank pembangunan daerah (BPD). Beberapa aspek penilaian yang ditetapkan yaitu kinerja realisasi dana FLPP (50 persen), kinerja operasional bank (25 persen), dan kinerja keuangan bank (25 persen).

Intip langkah-langkah mencari rumah bersama pasangan di video berikut ini. Semoga tahun ini segera kebeli rumah ya.

Terkait pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covis-19), Himbara meminta evaluasi yang dilakukan harus ada penyesuaian karena Covid-19 membuat beberapa  kendala terkait penyaluran dana FLPP. Menurut Dewi Julianti, Pemimpin Kelompok Divisi  Penjualan Konsumer Bank BNI, situasi pendami ini membuat banknya menjadi lebih selektif lagi terkait penyaluran KPR FLPP.

“Saat wabah ini kami mengutamakan menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memang terkena dampak langsung wabah Covid-19, makanya seleksinya menjadi lebih ketat dan memakan waktu. Untuk itu kami minta sebaiknya dilakukan juga penyesuaian terkait jadwal evaluasi terhadap bank penyalur,” katanya.

Sementara Head of Subsidized Mortgage Lending Division Bank BTN Mochamad Yut Penta mengusulkan, agar indikator penilaian pencapaian target juga memasukan penilaian realisasi yang ada di bank. “Kami berharap PPDPP bisa menerbitkan ketentuan relaksasi terkait Covid-19 supaya bank pelaksana juga bisa menentukan strategi ke depannya seperti apa. Kami masih optimistis bisa mencapai target kendati ada wabah Covid-19,” bebernya.

PPDPP juga menjalin komunikasi dengan kalangan pengembang yang tergabung dalam beberapa asosiasi seperti REI, Himperra, Persindo, Pengembang Indonesia, Asperi, Asprumnas, Apernas Jaya, Apeppi, Perumnas, Apernas, Apernas Bersatu, Asprin, dan Deprindo. Usulan dari kalangan pengenbang, bank penyalur yang kuota FLPP-nya habis bisa langsung disalurkan ke program Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Masuk APBN, Pembiayaan Rumah Subsidi Makin Menjanjikan

RumaCom - Pembiayaan perumahan akan jauh lebih baik tahun depan. Pasalnya, Program Sejuta Rumah akan masuk dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Direktur Jenderal Pembiayaan Perumaha

Lanjutkan membacaJuli 10, 2015

Tahun Ini, REI Bangun 240 Ribu Rumah Subsidi

RumahCom – Memasuki 2016, persatuan perusahaan Real Estat Indonesia (REI) menargetkan pembangunan 240 ribu rumah subsidi. Hal ini sebagai salah satu bentuk dukungan REI terhadap Program Sejuta Rumah

Lanjutkan membacaJanuari 19, 2016

Sektor Informal Jadi Fokus Pembangunan Rumah Subsidi Selanjutnya

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat selama 5 tahun berjalan, program sejuta rumah (PSR) sudah berhasil menyusutkan backlog dari angka 11,40 juta pada 2015 m

Lanjutkan membacaAgustus 12, 2019

Patokan Harga Baru Rumah Bersubsidi Tahun 2020

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan harga baru untuk segmen rumah bersubsidi dengan lima kategori harga. Kalangan pengembang bisa memasarkan rumahnya dengan

Lanjutkan membacaMaret 31, 2020

Salah Kaprah Penghitungan Program Sejuta Rumah

RumahCom – Capaian program sejuta rumah selama ini memasukan seluruh pembangunan perumahan dari semua stakeholder dan itu tidak mencerminkan angka sesungguhnya. Termasuk program bedah rumah yang ses

Lanjutkan membacaApril 17, 2020

Masukan